Target pengoperasian bandara baru tahun 2018.(sumber: Dirhubud Kemenhub via FB Dirhubud)

Target pengoperasian bandara baru tahun 2018.(sumber: Dirhubud Kemenhub via FB Dirhubud)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Tahun 2018 pemerintah menargetkan pengoperasian empat bandara baru, yaitu Bandara Kertajati di Jawa Barat, Bandara Samarinda Baru di Kalimantan Timur, Bandara Pantar Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bandara Tebelian di Kalimantan Barat.

Pemerintah juga akan mengembangkan bandara-bandara di 24 lokasi perbatasan, pelapisan runway/peningkatan kapasitas daya dukung runway (PCN) di 22 lokasi, dan pengembangan bandara pembuka daerah terisolir di 48 lokasi.

Tidak hanya pembangunan bandara baru, tetapi juga dilakukan penambahan kapasitas dan revitalisasi bandara dengan membangun terminal penumpang dan lansekap bandara. Ini dikerjakan di 13 lokasi yakni Silampari, Samarinda Baru, Tjilik Riwut, Mali Alor, Timika, Long Bawan, Siau, Illu, Ewer, Gebe, Akimunga, Mamuju, dan Sumenep.

Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam laman akun resmi media sosialnya mengungkapkan, Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) telah menetapkan membangun 16 bandara baru dan 2 bandara baru prioritas. Keenam belas bandara yang dibangun itu: Kertajati, Letung, Tambelan, Tebelian, Muara Teweh, Samarinda Baru, Maratua, Untu Kunik, Morowali, Miangas, Siau, Namniwei, Kabir, Pantar (NTT), Werur, dan Koroway Batu.

Melihat dari Outlook 2018 itu, segenap pemangku kepentingan pariwisata di destinasi yang mana bandaranya akan dibangun, dikembangkan ataupun tengah direvitalisasi tentu sebaiknya bersiap untuk membangun destinasi dan mengembangkan produk-produk pariwisatanya. Apalagi kalau memang tersedia potensi pariwisata untuk dijadikan kegiatan ekonomi masyarakat.

Bandara-bandara yang disebut tadi memang pada umumnya bandara kecil dan merupakan remote area atau daerah baru. Mungkin ada yang unutk sementara tidak bisa menonjolkan peran pariwisata sebagai kegiatan dominan, namun setidaknya bias mendukung kegiatan ekonomi lainnya di daerah yang bersangutan.  Di beberapa lokasi bahkan ada juga yang telah mulai dikunjungi wisatawan.

Keberadaan bandara baru ataupun revitalisasi bandara bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan dari emerging destination ke arah developing destination misalnya Bandara Pantar di Alor, NTT. Alor dikenal dengan taman lautnya yang indah dan perawan, dan para penyelam dan kapal-kapal wisata semakin mulai mengarah ke sana.*** (Yun Damayanti)