Jakarta Marathon I tahun 2013 di ruas rute Jalan Thamrin. (Foto:Ist)

Jakarta Marathon I tahun 2013 di ruas rute Jalan Thamrin. (Foto:Ist)

Wah, operator tur di Jakarta rupanya belum terbangun memasarkan dan menjualkan paket wisata ke even Jakarta Marathon. Nama evennya disebut Mandiri Jakarta Marathon. Di pasar wisman di luar negeri, paket-paket wisata untuk ikut di even lomba marathon lazimnya dijual oleh operator tur bersama dengan operator penerbangan.  Jakarta Marathon edisi kedua tahun 2014 ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman, tidak ada paket-paket wisata khusus terkait Jakarta Marathon. Sayang sekali, bukan? Pada penyelenggaraan pertama tahun lalu, ada beberapa operator yang bekerja sama membuatkan paket-paket wisata.

Tokyo Marathon, Honolulu Marathon, Boston Marathon, Paris Marathon dan yang sekelasnya, setiap kali selalu diikuti oleh jumlah lebih 30 ribu peserta, ditambah puluhan ribu “wisatawan penggembira”.

Ke Honolulu Marathon setiap bulan Desember, contohnya, lebih 10 ribu orang ikut serta dari Jepang, sehingga membuat penerbangan fully booked bahkan ada menambah extra flight, lalu para operator tur di destinasi panen, dan industri wisata serta para pedagang di lokasi even pun menikmati panen bisnis pula.

Bagusnya, Direktur Promosi MICE dan Minat Khusus Kemenparekraf Rizky Handayani Mustafa menjelaskan, ”Ke depannya, Kemenparekraf dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan mendorong ASITA Jakarta untuk membuat paket-paket-nya. Seorang pelari biasanya akan membawa istri dan anaknya, atau teman penggembira. (Bagi masyarakat Jepang khususnya, mereka sebut cheerer atau samalah maksudnya dengan cheer leader). Mereka itu yang potensial untuk kita tawarkan paket-paket wisata di Jakarta. Kita bersama-sama terus mempromosikan even ini dan meningkatkan jumlah pesertanya.”

Peserta mancanegara untuk Jakarta Marathon tahun ini khususnya dari Jepang telah terdaftar 319 orang. Warga Jepang memang dikenal marathon mania. Di manapun di dunia ada even marathon, mereka akan pergi mengikutinya.

Penggagas Jakarta Marathon, Sapta Nirwandar sejak awal menyatakan, even kelas ini akan merupakan “kue besar” bagi industri pariwisata di Indonesia dan bagi masyarakat di daerah destinasi di mana evennya diselenggarakan.

   Ndang Mawardi, Direktur Utama Inspiro, promotor dan organisator even Jakarta Marathon berbagi pengalamannya.

Para travel operator di Jepang mengajukan dua permintaan jikalau Indonesia menginginkan jumlah pelari dari negaranya dua kali lipat daripada tahun lalu. Pertama, mereka minta penampilan JKT 48 pada hari penyelenggaraan marathon. JKT 48 adalah versi Indonesia dari girl band ternama di Jepang, AKB 48. Maka pada hari Minggu nanti JKT 48 akan tampil dan rencananya akan menyanyikan enam lagu. JKT 48 juga menjadi brand ambassador “Enjoy Jakarta”. Permintaan kedua, ada elite runners dari Jepang yang berlomba pada Jakarta Marathon.

Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Sylvia Murni berharap warga Jakarta bisa menunjukkan hospitality, keramahtamahan, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga meyakinkan para peserta yang datang dari luar Jakarta dan dari mancanegara bahwa kota Jakarta liveable, aman dan nyaman. Selain itu, tidak ada lagi aksi lempar-melempar, tapi sebaliknya para pelari diberi motivasi dan disambut dengan tepuk tangan meriah pada saat finish.***