Laut, pulau-pulau, kapal wisatawan di Raja Ampat.  (Photo : www.pindito.com)

Laut, pulau-pulau, kapal wisatawan di Raja Ampat. (Photo : www.pindito.com)

Menyaksikan dengan mata kepala sendiri kawasan Raja Ampat dan mengalami beberapa hari di sana, bagi penulis ini, alamnya sungguh mempesona. Kabupaten Raja Ampat berada di pusat Coral Triangle dunia dengan anugerah alam yang tak terkira nilainya. Dengan kekayaan dan keanekaragaman hayati, dan lautan yang berada di jantung Coral Triangle dunia, memang harus tetap dijadikan tujuan wisata eksklusif dengan  memelihara lingkungan yang alami. Dan, satu saat diatur sehingga tak mengalami over promoted dan tetap memperhatikan carrying capacity-nya.

Even besar di dunia wisata bahari Indonesia, Sail Raja Ampat 2014, akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Agustus 2014 di Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat di Pulau Waigeo,  setelah tertunda sekitar dua bulan dari rencana semula. Sebelum acara puncak pembukaan secara resmi pada akhir minggu ini, beberapa kegiatan pre-event  sudah dilaksanakan. Diawali upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 tanggal 17 Agustus di Waisai. Dilanjutkan dengan pameran potensi daerah tanggal 19-23 Agustus 2014. Lalu Pelayaran Lingkar Nusantara IV yang diikuti oleh 700 pemuda dari berbagai daerah di Nusantara dibuka oleh Kepala Dinas Potensi Maritim TNI AL Brigjen Marinir Tomi Bastari hari Rabu, 20 Agustus 2014.

   Pre-event tour dilaksanakan secara terbatas bagi Menteri, Kepala Lembaga Negara, dan para diplomat asing dari negara-negara sahabat yang diselenggarakan pada 21 Agustus 2014 dan pada tanggal 22 Agustus bagi Presiden berserta rombongan.

Selama even berlangsung diharapkan sekitar 3 ribu orang pengunjung dan turis  akan datang ke gugusan pulau yang disebut-sebut menjadi ‘the last paradise on earth’. Diperkirakan, selain pengunjung yang datang dari dalam negeri juga akan datang dari Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, Amerika Serikat dan lain-lain. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat telah mencapai sekitar 15 ribu orang per tahun. Rencana ke depan, jumlah pengunjung per tahun akan dibatasi sampai dengan 50 ribu orang saja. Ini dilakukan agar keaslian dan kelestarian alam baik di bawah laut dan di atas daratan di gugusan pulau itu terjaga. (Yun Damayanti) ***