Candi Prambanan sebagai latar belakang.

Candi Prambanan sebagai latar belakang.

Ya, akan ada dua event seni “besar” di Yogyakarta pada Oktober mendatang. Sendratari Mahakarya Borobudur di kawasan Candi Borobudur pada 10 Oktober. Enam hari berselang, 16 Oktober, Prambanan Jazz International Festival di Candi Prambanan. Kenny G, saksofonis terkenal itu akan meniup terompetnya di situ.

Sendratari Mahakarya Borobudur akan dipentaskan oleh 200 penampil, merupakan event tahunan yang bercerita tentang kisah dibalik pembangunan Candi Borobudur, lengkap dengan latar kehidupan Dinasti Syailendra dan masyarakat lokal pada abad ke-8. Mahakarya Borobudur dirancang oleh komunitas seniman lokal dan Institut Seni Solo dengan memadukan elemen tradisional dan kontemporer dalam pertunjukan. Orkestra gamelan yang lengkap akan mengiringi dengan latar belakang Candi Borobudur. Mulainya pukul 7 malam di panggung Aksobya yang terletak di kawasan candi. Pilihan empat kelas tiket yang disediakan, yaitu Platinum (Rp 800 ribu), Gold (Rp 600 ribu), Festival (Rp 300 ribu), dan Student (Rp 100 ribu).

Nantinya, para pengunjung dapat menyaksikan gambaran kehidupan pedesaan Jawa jaman dahulu, parade tentara Mataram kuno, perjamuan makan bangsawan Jawa, peragaan proses pembangunan Candi Borobudur, dan prosesi penyembahan agama Buddha. Semuanya akan dikemas dengan megah, mulai dari segi pencahayaan sampai musik gamelan yang dimainkan.

Jika di Borobudur digelar pertunjukan seni tradisional, di Prambanan, sesuai namanya, Prambanan Jazz International Festival adalah pertunjukan musik jazz yang tahun ini kedatangan musisi legendaris, Kenny G. Pemain saksofon tenar itu dianggap bisa mengimbangi kemegahan Candi Prambanan. Musik berkualitas dunia berpadu dengan bangunan bernilai historis tinggi.

Tidak hanya Kenny G, beberapa musisi jazz nasional pun akan tampil, seperti Tompi dan Isyana Sarasvati. Seniman-seniman lokal asal Yogyakarta dan sekitarnya juga dipastikan ambil bagian dalam Prambanan Jazz International Festival. Gelaran yang baru pertama kali digelar ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Acara Prambanan Jazz International Festival akan terpusat di Lapangan Brahma, Komplek Candi Prambanan. Harga tiket event ini dibanderol mulai dari Rp 150 ribu untuk kelas Festival, Rp 600 ribu untuk kelas Gold, dan Rp 1 juta untuk kelas Platinum. Penjualan tiket secara online sudah dimulai sejak 6 September lalu melalui Loketics.com.

Tentu, dua event besar tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Pada tahun 2014, terdapat 3,4 juta wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta. Rinciannya adalah 3.091.967 wisnus dan 254.213 wisman. Tidak hanya dalam kuantitas, kualitas pariwisata Yogyakarta tergolong baik.

Dalam Survei Indeks Kepuasan Wisatawan Tahun 2012, skor indeks kepuasan wisman adalah 74,3 dan wisnus adalah 73,5. Dikutip dari website Pusat Studi Pariwisata UGM, dapat dikatakan bahwa kepuasan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta cukup tinggi. Indeks kepuasan tertinggi ada pada moda transportasi, khususnya transportasi tradisional seperti andong dan becak. Sedangkan, indeks kepuasan terendah terletak pada hiasan jalan yang dinilai artifisial dan tidak asli Yogyakarta, khususnya bagi wisman.

Dapat disimpulkan bahwa wisatawan yang datang ke Yogyakarta menginginkan atraksi dan fasilitas pariwisata yang tradisional, bukan yang modern. Nah, kalau begitu kira-kira event seni mana yang bakal lebih banyak menarik wisatawan? Sendratari Mahakarya Borobudur atau Prambanan Jazz International Festival? Kita lihat saja Oktober nanti.***(Pitor Pakan)