Dua perwakilan Trans Aero (kanan) didampingi Nikolay Dergachev (kiri), VITO (Visit Indonesia Tourism Officer di Moskow)) ketika bertemu dengan delegasi Kemenparekraf. (Foto: GD)

Dua perwakilan Trans Aero (kanan) didampingi Nikolay Dergachev (kiri), VITO (Visit Indonesia Tourism Officer di Moskow)) ketika bertemu dengan delegasi Kemenparekraf. (Foto: GD)

Ada aba-aba pada kuartal keempat 2014 ini Garuda Indonesia akan membuka penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia. Jika ini terjadi, langkah tepat mengingat jumlah wisman Rusia mulai menurun lantaran bergantung nyaris mutlak pada penerbangan charter selama ini yang dilayani oleh operator penerbangan Rusia. Sebenarnya tren peningkatan jumlah kunjungan wisman Rusia ke Indonesia beberapa tahun amatlah menggembirakan.

Namun jumlah kunjungan wisatawan dari Rusia yang datang ke Indonesia untuk tahun 2013 diprediksi menurun. Dari target tahun 2013 sebesar 110.000 wisman, posisi sampai dengan bulan Oktober baru tercapai sekitar 76.000 wisman.

Ihwal rencana Garuda Indonesia, terdengar cukup surprise, seperti ditulis di laman “Info Penerbangan” (26-2-2014), mengutip Menko Perekonomian Hatta Rajasa  yang mengatakan: “Garuda menunggu kedatangan pesawat yang wide body (badan lebar). Paling lambat triwulan ke-4 ada penerbangan langsung Bali-Moskow,” jelas Hatta.

“Wisatawan Rusia ke Bali meningkat dari tahun ke tahun. Mereka biasa pakai charter,” sebutnya.

Dikutipnya pula Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar  bahwa untuk Asia, Garuda akan membuka penerbangan langsung antara Jakarta-Mumbai dan Jakarta-Manila.

“Manila dimulai triwulan III, kalau Mumbai dimulai pertengahan tahun,” kata Emir. Untuk melayani penerbangan internasional ini, Garuda akan menggunakan armada berbadan lebar Boeing 777-300ER dan Airbus 330.

Mengenai wisatawan Rusia, bagi orang Rusia, pergi ke Bali rupanya telah menjadi satu prestise tersendiri. Ini tentu merupakan hasil terbangunnya citra Bali sebagai destinasi yang mereka kagumi. Kebanyakan paket yang dijual diarahkan untuk kalangan  menengah ke atas. Mereka kurang berminat menjual paket tour ke Bali kepada kalangan menengah ke bawah, karena ditakutkan nanti malah Bali tidak lagi menjadi suatu prestise bagi orang Rusia.

Tapi kendalanya, orang Rusia sedikit sekali menggunakan bahasa Inggris, sehingga ketika datang ke Indonesia mereka memerlukan tour guide yang bisa berbahasa Rusia, akan tetapi masalahnya di Indonesia sendiri masih kekurangan pramuwisata untuk itu.

Nah, aspek yang praktis itu antara lain para business player Indonesia perlu memberi perhatian. Yaitu menyiapkan tenaga pramuwisata untuk menarik kembali wisatawan Rusia lebih banyak.

Adapun profil dan karakter wisatawan Rusia dewasa ini, antara lain: Suka tinggal di hotel berbintang; spending yang besar; royal; menyukai kehangatan matahari; mengutamakan kenyamanan dan keamanan; suka shopping, kuliner; wisata kesehatan/Spa’ dan budaya. (Informasi tak resminya, mereka tak suka pakai kartu kredit, selalu membayar dengan uang tunai.)

Waktu liburan wisatawan Rusia: Oktober, November (libur panjang) dan Februari. Sumber wisatawan: kota-kota St Pitersburg, Yakaterinburg, dan Moscow. Segmen Pasar: Free Independent Travelers, Honeymooners dan Business Travelers.

    Trans Aero adalah operator penerbangan charter dari Moskow ke Denpasar Bali, selain itu dilayaninya penerbangan ke Asia antara lain: Beijing, Sanya, Hong Kong, Tokyo, Delhi, Goa, Maldives, Singapura, Bangkok, Phuket.

Ke Rusia, Kemenparekraf mengirimkan satu tim untuk menyiapkan suatu kerjasama promosi pariwisata Indonesia di Rusia. Tim itu berada di Moskow dan St. Petersburg tanggal 21-26 Desember 2013, dan berunding antara lain dengan pihak Trans Aero.

Lebih jauh tentang ini ada di edisi Januari 2014 www.newsletter-pariwisataindonesia.com