Highlight ikon-ikon obyek wisata di Kabupaten Biak Numfor.(Foto:Ist.)

Highlight ikon-ikon obyek wisata di Kabupaten Biak Numfor.(Foto:Ist.)

Biak, Papua (ITN-Indonesia Tourist News) — Pemerintah Provinsi Papua mengambil langkah baru dalam mempromosikan pariwisatanya yakni melalui program perjalanan pengenalan atau familiarization trip (famtrip). Pemda pun melaksanakannya dengan cara baru, suatu terobosan yang, barangkali, belum pernah dilakukan oleh pemda-pemda di daerah lain sebelumnya. Kendati famtrip bukan hal baru dalam mempromosikan pariwisata.

Famtrip berjudul Explore Biak Numfor adalah program famtrip pertamanya. Dalam pelaksanaan ( 5-9 Februari 2018), Pemprov Papua bekerja sama dengan pemda kabupaten dan berkolaborasi dengan pelaku-pelaku profesional pariwisata lokal membawa peserta dari Jakarta dan Manado untuk melihat, mengalami dan merasakan langsung apa yang ditawarkan oleh Kabupaten Biak Numfor.

Pesertanya lima orang. Seorang perwakilan dari satu komunitas penyelam yang rutin menyelenggarakan perjalanan penyelaman ke berbagai tujuan di Nusantara dan satu dive operator, keduanya berbasis di Jakarta. Satu agen perjalanan besar dari Ibukota, seorang konsultan dan ahli pariwisata maritim dengan reputasi internasional, serta seorang penulis perjalanan.

Briefing sebelum memulai program famtrip.(Foto:YD)

Briefing sebelum memulai program famtrip.(Foto:YD)

Mereka dibagi dua kelompok yaitu kelompok yang menjalani program perjalanan penyelaman (diving) dan kelompok yang menjalani program perjalanan general leisure. Pengelompokan trip itu telah melalui pertimbangan karakter/spesialisasi dan yang telah dilakukan oleh para peserta. Masing-masing kelompok tersebut ditangani oleh pelaku-pelaku pariwisata lokal yang berbasis di Biak. Masing-masing pelaku pariwisata itu sudah mempunyai pengalaman dan fokus program wisata yang telah dijual kepada wisatawan.

Hari pertama famtrip diawali dengan briefing yang dihadiri semua peserta, operator/pelaksana bersama para pemandu wisata lokal, dan pendamping dari Dinas Pariwisata Provinsi Papua. Masing-masing kelompok trip mendapatkan itinerary berbeda namun pada waktu-waktu tertentu para peserta berkumpul dan melakukan kegiatan bersama-sama. Sehingga pada saat itu tercipta momen berbagi pengalaman, ide-ide dan masukan-masukan bagi tuan rumah.

Peserta famtrip kelompok trip general leisure di Goa Jepang Binsari.(Foto:Discover Papua)

Peserta famtrip kelompok trip general leisure di Goa Jepang Binsari.(Foto:Discover Papua)

Kelompok trip general leisure diorganisasikan oleh Discover Papua, operator tur satu-satunya di Biak yang telah berpengalaman menangani wisatawan mancanegara berwisata di Biak dan daerah lain di Papua hingga ke Papua Barat. Itinerary-nya sebagian besar merupakan rute dan produk-produk yang telah ditawarkan dan dijual kepada wisman.

Di daratan Pulau Biak, mulai dari situs-situs Perang Dunia ke-2 seperti Goa Jepang Binsari dan Monumen Perang Dunia ke-2, Taman Burung dan Taman Anggrek, air terjun Wafsarak dan Kormun, pantai-pantai di Wari, Anggaduber, dan pantai Ombak Picah di Tanjung Saruri. Juga ke situs-situs tsunami di pantai Korem dan hutan tsunami.

Kelompok ini juga diajak island hopping ke gugusan Padaido Bawah di Kecamatan Padaido. Mengunjungi kampung dan bersantai di Pulau Pay, berendam di perairan surut di pasir timbul Pulau Urbi, snorkeling di Pulau Asap hingga piknik di Pulau Rurbas. Peserta di kelompok ini pun berkesempatan mengunjungi dan berbelanja di pasar Bosnik.

Kelompok trip diving ditangani oleh Byak Divers, satu dari tiga operator selam di Biak. Selama tiga hari pertama menyelami 8 titik penyelaman dan pada hari keempat satu hari ekskursi di daratan Pulau Biak.

Peserta famtrip kelompok trip diving.(Foto:famtrip organizer)

Peserta famtrip kelompok trip diving.(Foto:famtrip organizer)

Tujuan pertama kelompok trip itu tentulah ke ikon dive site di Biak yakni Catalina wreck. Kondisi bawah laut Biak berlereng-lereng dan terjal. Di sana ada banyak goa bawah laut yang belum banyak diketahui dan ditelusuri. Peserta famtrip berkesempatan menyelaminya. Dive site lainnya adalah Tanjung Samber, Mortir Point, Martin Kelin Point, Goa Wundi, Kleopart Shark, dan Baracuda Point.

Mulai dari tahun 2018 ini pemda di Papua akan menyelenggarakan perjalanan pengenalan atau famtrip untuk memperkenalkan, mempromosikan sekaligus menjual produk-produk pariwisatanya. Dengan mendatangkan langsung pelaku pariwisata dan media, orang-orang dari daerah lain akan melihat dan mengalami sendiri apa yang ditawarkan oleh Biak dan Papua pada umumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Onny Dangeubun mengatakan bahwa dari sisi biaya berpromosi langsung keluar negeri, juga keluar daerah, lebih mahal daripada mendatangkan langsung orang-orang dari luar daerah ke Biak. Dengan berkunjung langsung, orang-orang dari luar Papua tahu ada apa saja di sini dan potensi penyebaran informasi dan pengalaman akan lebih besar dan menjangkau publik yang lebih luas. Papua pun tidak kalah indah dan keren dari adiknya, Papua Barat.*** (Yun Damayanti)