Achman Sya, deputi Menpar bidang pengembangan kelembagaan.(Foto:ITN)

Achman Sya, deputi Menpar bidang pengembangan kelembagaan.(Foto:ITN)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Tahun 2017 program sertifikasi sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Indonesia sudah dilaksanakan untuk 50 ribu peserta. Semua 100% selesai. Untuk pelatihan dasar sdm pariwisata jumlahnya 35.200 orang sudah selesai. Itu dilaksanakan di semua provinsi termasuk di 10 destinasi prioritas sesuai proporsi industri pariwisata. Pelatihan dasar ini terbagi dalam 4 kelompok, yaitu pariwisata untuk mahasiswa, pembudayaan pariwisata untuk guru smk-sma, dan untuk disparbud di daerah-daerah. Pimpinan sdm pariwisata sudah disiapkan dengan rapat koordiinasi smk di seluruh Indonesia, dan berbagi tugas untuk menangani 10 destinasi prioritas.

Demikianlah dilaporkan oleh deputi Menpar bidang pengembangan kelembagaan, Achman Sya. Saat jumpa pers Kemenpar akhir tahun di Jakarta pada 21/12/2017, Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi oleh semua deputi Menteri.

Keterangan dari Achman Sya tersebut dilanjutkannya dengan mengatakan, Kemenpar telah mengadakan Rakor (rapat koordinasi) dengan 132 perguruan tinggi negeri dan swasta. Di situ juga “kami sudah melakukan pembagian tugas, (misalnya) siapa menangani siapa yang di danau toba, di tanjung lesung, tanjung kelayang dst., sehingga masing-masing mempunyai wilayah kerja dalam membina sdm pariwisata,” katanya.

Di internal Kemenpar kini memiliki 6 Perguruan Tinggi, yaitu STP Bandung, STP Bali, Politeknik Pariwisata Makassar, Politeknik Pariwisata Medan, Poltek Pariwisata Lombok dan Poltek Pariwisata Palembang. Diproyeksikan pada 2018-2019 keseluruhan akan mencapai 10 ribu mahasiswa.

Dari sisi sdm, menurut Achman Sya, “kita sudah tempuh dengan berbagai cara. Secara internal dan di luar kementerian dengan bekerja sama dengan kementerian lain di antaranya dengan kemendikbud dan diknas tinggi.”

Pendidikan tinggi di lingkungan kemenpar sudah mempunyai level yang lebih tinggi, bukan hanya D3 saja atau D4. STP Bandung sudah punya program pascasarjana, STP Bali juga sudah punya program S2 terapan pariwisata. Bahkan di Bandung sekarang sedang dipersiapkan S3 terapan.

“Di Bandung akan punya program doktor. Semoga dalam semester 1 tahun depan izinnya sudah keluar,” ujar deputi bidang pengembangan kelembagaan Kemenpar, Achman Sya.***