Misool Eco Resort di Misool,Raja Ampat,Papua Barat.(Foto:misoolecoresort.com)

Misool Eco Resort di Misool,Raja Ampat,Papua Barat.(Foto:misoolecoresort.com)

Misool Eco Lodge masuk sebagai salah satu finalis 2016 World Responsible Tourism Awards (WRTA). Responsible Travel baru saja mengumumkan 13 finalis di ajang penghargaan kepada pelaku industri yang menjalankan pariwisata bertanggung jawab tahun ini. WRTA 2016 fokus pada inovasi kuat yang dilakukan oleh pelaku industri. Ini menegaskan kembali posisi penghargaan sebagai skema terkemuka bagi pariwisata yang bertanggung jawab di dunia.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada Selasa, 8 November 2016, saat berlangsungnya World Responsible Tourism Day. Suatu seremoni akan diadakan di World Travel Market (WTM) London 2016. Pasar pariwisata utama dunia ini akan dihadiri lebih dari 500 profesional pariwisata, para menteri pariwisata, dan perwakilan media. Belize Tourism Board sebagai sponsor even pemberian penghargaan itu dan WTM selaku tuan rumahnya.

LOGO-WRTA 2016-wrtacomBerikut daftar ketiga belas finalis WRTA 2016: !Xaus Lodge, South Africa; Burj Al Arab Aquarium, United Arab Emirates; Bushman’s Kloof Wilderness Reserve and Wellness Resort, South Africa;  East African Safari & Touring Company, Tanzania; Elevate Destinations, USA; Friends International – Childsafe Movement, Cambodia; Lemon Tree Hotels, India; Misool Eco Lodge, Indonesia; Sam Veasna Centre, Cambodia; Sapa O’Chau, Vietnam; Tren Ecuador, Ecuador; Viaggi Solidali, Italy; World Cetacean Alliance.

Ada lima kategori penghargaan tahun ini: Best Accomodation for Responsible Employment; Best Contribution to Wildlife Conservation; Best Innovation by a Tour Operator; Best for Poverty Reduction and Inclusion; dan Best Responsible Tourism Campaign.

Dalam siaran pers yang dirilis WTM London 2016 (17/8), Justin Francis, pendiri World Responsible Tourism Awards dan CEO Responsoble Travel mengatakan, level inovasi yang dilakukan dan dipimpin oleh para pebisnis kewirausahaan tahun ini sudah melebihi ekspetasi.

“Mereka ini organisasi-organisasi yang menggunakan pariwisata sebagai alat untuk menghadapi masalah-masalah sosial kontemporer, atau menerjemahkan ide-ide dari bisnis-bisnis sosial lainnya ke dalam sektor perjalanan. Benar-benar mendorong batas-batas apa yang bisa dicapai dari bisnis yang bertanggung jawab,” ujar Justin Francis.

Dr. Dilys Roe, salah seorang juri WRTA 2016, mengaku terkejut sekali dan terkesan dengan perkembangan pesat pariwisata bertanggung jawab. Menurut pengalamannya, 16 tahun lalu sulit sekali melasanakan pariwisata berkelanjutan. “Ini benar-benar sebuah langkah maju,” ujarnya. Dia seorang peneliti utama di bidang pengembangan berkelanjutan di International Institute for Environment and Development. Keahliannya adalah keanekaragaman hayati dan konservasi yang berpihak kepada masyarakat miskin. Selain itu, dia sudah melakukan berbagai penelitian pariwisata dalam rentang waktu lebih dari 20 tahun.

Responsible Travel dan International Center for Responsible Tourism (ICRT) sudah menyelenggarakannya selama 13 tahun. World Tourism Awards pertama kali diselenggarakan pada tahun 2004. WRTA diadakan berdasarkan pada prinsip-prinsip sederhana bahwa semua jenis pariwisata, mulai dari minat khusus sampai pariwisata massal, bisa dan semestinya bisa dikelola dengan suatu cara yang mampu memelihara, menghormati, dan bermanfaat bagi destinasi dan masyarakat lokal. Penghargaan diberikan kepada individu, organisasi, dan destinasi yang secara inovatif bekerja bersama komunitas lokal, mengembangkan kebudayaan, dan menjaga keragaman hayati.

Responsible Travel membantu para wisatawan mewujudkan impian-impiannya melalui petualangan otentik dan memperkaya kehidupan, memastikan masyarakat setempat dan lingkungan alam natural sekitarnya menerima manfaatnya dan menjadi katalisator perubahan dalam industri. Sekarang ini merupakan platform terbesar penyedia tur etis di dunia. Perusahaan/organisasi harus melalui proses penyaringan ketat untuk memastikan mereka memenuhi kaidah pedoman yang disyaratkan sehingga dapat ditampilkan di dalam situs. Perusahaan ini berkembang sebesar 30% setiap tahun dengan keuntungan yang bergantung pada ‘Kotak Kejujuran’ di mana penyedia tur sukarela menyatakan komisi mereka.

Anggotanya lebih dari 400 operator tur etis dan spesialis yang beroperasi di lebih dari 190 negara. Dalam 15 tahun Responsible Travel telah menolong lebih dari 100 ribu wisatawan dan menerima lebih dari sejuta permintaan liburan.

Misool Eco Lodge (www.misoolecoresort.com) adalah sebuah dive resort ekslusif dan pusat konservasi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Berlokasi di Pulau Batbitim yang berjarak 165 kilometer dari pelabuhan terdekat atau 20 kilometer dari desa terdekat dengan kapal. Pulau ini dan obyek-obyek scuba diving dikelilingi Marine Protected Area seluas 1.220 kilometer persegi yang di dalamnya terdapat tempat suaka hiu dan ikan pari manta Raja Ampat seluas 46 ribu kilometer persegi. Kapasitas maksimal akomodasi 40 orang tamu.

Berawal dari ide Andrew Miners pada 2005, hendak menciptakan pusat konservasi yang dapat memajukan penelitian lebih jauh sekaligus melindungi Misool bagian Tenggara. Sebagai pemegang konsesi lahan dan operator akomodasi dan tur, Misool Eco Lodge berkomitmen memperlihatkan kepada komunitas lokal, para wisatawan, dan pemda setempat bahwa pariwisata bisa mendukung perekonomian lokal.*** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)