Menteri Pariwisata Arief Yahya: Pariwisata Indonesia Harus Bersatu, Kerja Bersama dan Gerak Cepat

Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Presiden Joko Widodo meminta pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 22,4 persen. Pemerintah Indonesia saat ini menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas selain pangan, energi, maritim, kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Apa yang telah diputuskan oleh Presiden langsung ditindaklanjuti di level kementerian, dikerjakan secara bersama-sama (incorporated). Dengan demikian, seluruh kementerian dan lembaga turut mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama di sepuluh destinasi prioritas di luar Bali, “10 Bali Baru”. Sehingga semua akan lebih mudah, lebih cepat dan lebih baik.

“Inilah yang juga harus terjadi di daerah, terutama yang punya potensi pariwisata, dan sudah menempatkan diri sebagai destinasi pariwisata,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kata sambutannya merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Presiden Jokowi telah menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan nasional. Komitmen dari pemimpin negeri ini telah menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara empat kali lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen. Pertumbuhan pariwisata Indonesia di atas 20%, jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan pariwisata di kawasan ASEAN 6% dan pariwisata global 5 persen. Pariwisata di Indonesia diyakini akan jadi industri paling berkelanjutan (sustainable), paling menyentuh level masyarakat bawah, dan performa kinerja yang terus meningkat setiap tahun.

Presiden meminta pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 22,4 persen. Optimisme ini berdasarkan pada performa kinerja pariwisata Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun bahkan mencapai pertumbuhan di atas 20% bersama Vietnam. Sedangkan kompetitor di kawasan seperti Thailand, Malaysia dan Singapura pertumbuhannya di bawah 5 persen. Presiden telah mengapresiasi kinerja Kementerian Pariwisata dua kali.

Indonesia dan Vietnam masuk dalam peringkat Top 20 dunia sebagai “the fastest growing destination” mewakili kawasan Asia Tenggara. Tahun 2017 ditargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15 juta orang, dengan pertumbuhan 25 % dari pencapaian tahun 2016 yaitu 12 juta wisman. Sementara, menurut peringkat World Economic Forum (WEF) cultural resources pariwisata Indonesia berada di dalam daftar Top 20 dunia dari 141 negara. Brand pariwisata “Wonderful Indonesia” berada di peringkat 47 dari 140 negara, di atas brand “Amazing Thailand” (68) dan “Truly Asia” Malaysia (85).

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal 3 Bandara Intl Soekarno Hatta sebelum resmi dibuka.Aksesibilitas salah satu faktor krusial mendatangkan wisatawan baik dari mancanegara maupun antardaerah.(Foto:Humas Kemenpar)

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal 3 Bandara Intl Soekarno Hatta sebelum resmi dibuka. Aksesibilitas salah satu faktor yang menentukan dalam mendatangkan wisatawan baik dari mancanegara maupun antardaerah.(Foto:Humas Kemenpar)

Pariwisata Vietnam tumbuh 24% karena pemerintahannya cukup solid dan berani mengambil langkah-langkah deregulasi.

“Kerja bersama itu solid. Yang memenangkan peperangan bukan pasukan yang banyak, bukan senjatanya yang tajam, tetapi kesatuan. Jadi jika tidak ada kesatuan, tidak ada unity, tidak ada soliditas, tidak ada kerja bersama, tidak akan ada kecepatan (speed) dan tidak akan pernah ada kecerdasan (smart). Karena itu adalah modal dasar kita,” tambah Arief Yahya.

Menpar menghimbau, modal persatuan Indonesia yang kokoh harus terus dijaga, dirawat, dan terus diperkuat. Persatuan Indonesia harus jadi pijakan bersama dalam menghadapi dinamika perubahan global yang sangat cepat dan kemajuan inovasi-inovasi teknologi yang apabila tidak bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya akan memberi dampak destruktif. Hanya dengan persatuan kita akan mampu mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Presiden telah mengingatkan, hanya bangsa yang cepat bergerak yang akan memenangkan persaingan.

“Dalam bahasa saya, bukan yang besar akan makan yang kecil. Tetapi yang cepat akan makan yang lambat. Jadi selain kita bersatu, juga harus dapat bergerak cepat,” kata Menpar.***(Yun Damayanti)

  1. Setuju. Tidak bisa lagi terus-2 hanya “alon-2 asal kelakon”. Pariwisata kita sudah lama tertinggal dari negara ASEAN lainnya terutama Thailand dan Malaysia…seharusnya sudah lama kita bisa “menyusul” mereka asal ada kesatuan visi, misi dan kerja (sama) antar Instansi/Kementrian terkait di Pemerintahan dan antar Pemerintah dengan Swasta. Maju terus (dengan cepat) Pariwisata Indonesia…semogaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.