Di perkebunan teh PTP XII tak jauh dari Sari Ater Resort & Spa,Ciater,Subang.(Foto:YD)

Di perkebunan teh PTP XII tak jauh dari Sari Ater Resort & Spa,Ciater,Subang.(Foto:YD)

Abdul Rahman tampak excited sekali saat bis yang mengantarnya memasuki gerbang masuk Taman Safari Indonesia I di Cisarua, Selasa (4/4) sore kemarin. Dia, anggota termuda diantara 6 orang media dari Arab Saudi yang tengah menjalani Famtrip for Media/Journalist from Middle East. Dia lalu menyebutnya Jurassic Park.

Rombongan Famtrip ini tiba di Jakarta hari Minggu (2/4) sore, didatangkan oleh Kementerian Pariwisata. Tidak ada program yang dilaksanakan malam itu kecuali istirahat sebentar karena mesti mengejar jadwal kereta Argo Parahyangan pertama untuk menuju ke Bandung, yang berangkat dari Stasiun Gambir pukul 05.05 keesokan harinya.

Tiba di Stasiun Gambir, walaupun mata mengantuk, semua peserta famtrip langsung mengeluarkan ponsel cerdas, mengambil gambar dan merekam suasana di stasiun besar itu dengan video. Dan lihatlah ketika kereta melintasi daerah Purwakarta. Alam berbukit-bukit dan berlembah-lembah, sawah terasering sebagiannya sudah menguning dan beberapa kali tampak petani-petani sedang memanen. Momen itu semua peserta sigap memainkan ponsel cerdas dan kamera mengabadikan “kalau bisa setiap jengkal” pemandangan khas Bumi Parahyangan di luar jendela kereta.

Peserta famtrip media dari Arab Saudi mempelajari angklung yang akan dimainkan pada main angklung bersama di Saung Angklung Udjo.(Foto:YD)

Peserta famtrip media dari Arab Saudi mempelajari angklung yang akan dimainkan pada main angklung bersama di Saung Angklung Udjo.(Foto:YD)

Ketika sudah di depan pintu keluar Stasiun Bandung? Semua peserta ingin tahu saat melihat seorang calon penumpang kereta sedang membeli tiket kereta di salah satu gerai swalayan mini. Lagi-lagi, mereka abadikan dan rekam. Salah seorang peserta bertanya, apakah di Indonesia semua menggunakan pembayaran elektronik?

Destinasi pertama adalah kota Bandung. Program pertama di hari kedua berlangsung sehari penuh pada hari Senin (3/4) kemarin dulu. Dari Stasiun Bandung peserta diajak menonton pertunjukan angklung pagi di Saung Angklung Udjo (SAU). Sebelum menonton pertunjukan, mereka dipandu oleh seorang pemandu lokal di SAU melihat foto-foto perjalanan SAU dan pembuatan angklung. Pertunjukan angklung pagi dipenuhi oleh anak-anak sekolah dasar. Hari itu ada dua sekolah yang berkunjung.

Suasana di pendapa tempat pertunjukan berlangsung memang riuh dengan suara anak-anak. Program pertunjukan pun disesuaikan dengan anak-anak. Pemandu acara, Kang Robi, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pagelaran wayang golek singkat dan tari topeng mengawali program utama pertunjukan musik angklung. Semua peserta sempat bingung dengan nama-nama pulau yang diterakan di setiap angklung saat memainkan angklung bersama. Namun mereka merasa senang dan khusus bertanya kepada pemandu acara seusainya pertunjukan.

Aliran air kali yang deras di dalam Taman Safari Indonesia Cisarua amat menarik perhatian peserta famtrip.(Foto:YD)

Aliran air kali yang deras di dalam Taman Safari Indonesia Cisarua amat menarik perhatian peserta famtrip.(Foto:YD)

Setelah makan siang, peserta diajak ke Gedung Sate, salah stau landmark kota Bandung. Kali ini mendapat izin naik hingga ke lantai paling atas di mana peserta bisa melihat pemandangan kota terutama di sekitar Gedung Sate. Agar tidak terjebak kemacetan di dalam kota maka rombongan ini harus segera berangkat menuju Sari Ater Resort & Spa di Ciater, Subang. Tapi “hebat”nya, peserta famtrip ini ingin sekali melihat Jalan Riau dan deretan factory outlet-nya, rupanya juga terkenal di kalangan wisatawan Arab Saudi. Kali ini mereka hanya bisa melihat sebagian dari ruas jalan — yang sudah terkenal hingga ke mancanegara itu — dari atas bis.

Sebelum memasuki kawasan resor Sari Ater, bis berhenti dulu di kawasan perkebunan teh. Sore itu rinai gerimis membasahi Ciater. Suhu udara cenderung dingin di luar bis. Peserta famtrip dari Arab Saudi tampak menikmati betul hamparan hijau kebun teh dan suhu udara yang dingin. Program hari kedua famtrip ini berakhir di Sari Ater Resort & Spa.

Usai melihat pemandangan kota dari atas Gedung Sate.(Foto:YD)

Usai melihat pemandangan kota dari atas Gedung Sate.(Foto:YD)

Saat makan malam, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kania Sari menjelaskan, memang salah satu kendala pariwisata di kota itu adalah kemacetan lalu lintas. Namun pemerintah kota sedang berupaya mengatasinya dengan mempersiapkan transportasi publik lebih banyak. Selain itu, untuk promosi, menawarkan bentuk kerja sama sister city kepada Arab Saudi seperti yang telah dilakukan dengan beberapa kota di beberapa negara.

Setelah bermalam di Sari Ater Resort & Spa, grup ini menuju Cisarua, Bogor. Tujuan pertama adalah Taman Safari Indonesia I. Kawasan Cisarua dan Puncak di Kabupaten Bogor memang sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan Arab Saudi dan Timur Tengah. Bahkan, petunjuk-petunjuk di Taman Safari ditulis dalam 3 bahasa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Bis sengaja berhenti di bagian jalan yang digenangi air yang dirancang seperti kendaraan sedang melewati aliran sungai kecil. Semua peserta famtrip kagum melihat aliran air kali yang deras dan di satu titik membentuk air terjun mini.

Abdul Rahman langsung berkomentar, bis tidak perlu berhenti di seksi hewan onta. Semua yang berada di dalam bis pun langsung tertawa. Bis yang ditumpangi beberapa kali berhenti agak lama. Memberi kesempatan kepada para peserta famtrip mengabadikannya di ponsel dan kamera masing-masing. Beberapa kali juga sempat terhenti sebab hewan-hewan itu menghalangi jalan.

Lobi di Pesona Alam Resort di Cisarua,Bogor.(Foto:YD)

Lobi di Pesona Alam Resort di Cisarua,Bogor.(Foto:YD)

Hari ketiga berakhir di Pesona Alam Resort. Resor yang dikelola oleh grup Tauzia ini juga terkenal di kalangan agen perjalanan/operator tur dari Arab Saudi. Lokasinya tidak jauh dari Taman Safari. Minggu ini rupanya pekan libur di Arab Saudi. Begitu memasuki lobi, tampaklah banyak sekali tamu dari Arab Saudi, tamu keluarga dan pasangan-pasangan baik yang telah menginap maupun yang baru tiba di sini.

Hujan jarang sekali turun di Arab Saudi. Menurut mereka hujan itu berkah. Terbiasa di suhu udara panas, suhu udara yang sejuk dan dingin harus dinikmati. Begitupun dengan pepohonan yang hijau. Seorang jurnalis dari majalah perjalanan dan pariwisata mengatakan, dia akan kembali lagi bersama keluarganya. Akan menginap di salah satu bungalow di Sari Ater Resort & Spa. Mereka rata-rata sudah kenal dengan makanan dan masakan Indonesia. Selain karena banyak dijual di kota Jeddah, diantara mereka ada yang anggota keluarganya orang Indonesia atau pernah diasuh oleh orang Indonesia. Jadi salah satu yang bisa memikat mereka selain air, hujan, dan pepohonan adalah kuliner. Yang mengingatkan mereka kepada masa kecilnya dan kerinduan kepada sanak-famili yang berasal dari negeri yang jauh.

Kementerian Pariwisata melalui Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika tengah melaksanakan familiarization trip (famtrip) bagi media/jurnalis dari Arab Saudi. Famtrip berlangsung pada 2-10 April 2017 mengunjungi Bandung, Bogor, Malang, Bali dan Jakarta.*** (Yun Damayanti. Bersambung)