Menpar Arief Yahya dan Dirut Garuda Indonesia Arif Wibowo.(ki-ka)

Menpar Arief Yahya dan Dirut Garuda Indonesia Arif Wibowo.(ki-ka)

 

Ini tampilan lobi ruangan bagi penumpang keberangkatan. Bandara Kualanamu puya akses langsung dengan stasiun keretaapi untuk layanan pp ke kota Medan.Tampak bertandar internasional.

Ini tampilan lobi ruangan bagi penumpang keberangkatan. Bandara Kualanamu puya akses langsung dengan stasiun keretaapi untuk layanan pp ke kota Medan. Anda akan menemukan stasiun dan kereetapinya tampak bertandar internasional.

Sangat patut kalau Garuda Indonesia diajak untuk agresif dan semakin agresif dalam pemasaran ke mancanegara terkait kegiatan pariwisata Indonesia. Seperti penerbangan perdana rute Singapura-Medan, upacara inaugurasinya dilaksanakan di Singapura, (bukan di Medan), pada Selasa, 14 Juni 2016. Ini penerbangan sekali sehari, 7 kali seminggu. Di pesawat itu dibawa 4 jurnalis, 4 blogger, 12 Tour Operator, dan Tour Agency asal Singapura untuk familiarization trip (famtrip) meninjau destinasi Sumut, tentu saja termasuk Danau Toba. ”Agar mereka paham dan bisa menjelaskan detil keistimewaan Toba kepada komunitas dan pembacanya,” menurut Rizky Handayani, Asdep Pemasaran Wilayah ASEAN, Kemenpar.

Menpar Arief Yahya, Dirut Garuda Arif Wibowo, Dubes RI untuk Singapore, I Gde Ngurah Swajaya dan Senior Advisor of Changi Airport Group, Woong Woon Liong melepas penerbangan perdana tersebut dari Changi Airport Singapore.
Pesawat yang dioperasikan Boeing 737-800 dengan 162 seats. “Garuda akan dukung penuh untuk memajukan pariwisata dan konektivitasnya makin sinergis,” kata Arif Wibowo. Ke Danau Toba, telah dibuka penerbangan langsung dari Jakarta ke Bandara Silangit, dan pada September 2016 ini pesawatnya akan diganti dengan pesawat yang lebih besar. Sekarang masih pakai pesawat narrow body bombardier.

Arif Wibowo malah menegaskan pengoperasian kembali rute Singapore-Kualanamu ini didedikasikan untuk membawa wisatawan ke Sumut, dengan ikon Danau Toba. Rute ini sekaligus terhubung dengan penerbangan panjang Garuda rute Jakarta – Amsterdam dan Jakarta – London yang transit di bandara Changi Singapura. Dan dari Kualanamu, terhubung dengan penerbangan rute ke Sibolga, ke Sabang, dan Silangit.

Pihak bandara Changi pun memang selalu ‘agresif’ memasarkan jasa bandaranya. Indonesia kini juga mengakuinya. Mr Woong Woon Liong, Senior Advisor of Changi Airport Group menyatakan, ke dari China, Singapore Airlines Group saja sudah menerbangi 32 kota di China daratan. “Dan mereka bisa melanjutkan berwisata dengan destinasi Indonesia,” kata dia. Warga Singaporean ke Indonesia mencapai 1,5 juta setahun, sebaliknya, wisman paling banyak ke Singapura datangnya dari Indonesia sekitar 1,3 juta. “Indonesia Negara kepulauan, banyak kota, banyak atraksi, natural landscape, kaya flora-fauna dan bawah laut yang hebat. Singapore adalah hub country, sehingga bisa dibuat kerjasama yang panjang,” kata Woong.

Menpar Arief Yahya pun menegaskan : “Singapore kami tempatkan sebagai hub transportasi internasional, sekaligus hub pariwisata bagi Indonesia. Singapore punya 1,5 juta ekspatriat, dan 15,5 juta wisatawan dari berbagai belahan dunia. Tahun 2015, wisman atau inbound terbesar ke Indonesia adalah Singapore, yakni 1,57 juta Singaporean Tourists. Itu naik 3,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya, 2014. Yang masuk melalui Medan, baru 12.762 orang,” ungkapnya.

Arief Yahya mengakui, kalau berjalan sendiri, Garuda tidak akan bisa bersaing dengan Qatar Airlines, Emirates Airlines dan Etihat Airlines. Kenapa? Mereka tidak semata-mata berbisnis di transportasi udara. Mereka didukung pemerintah, dalam bentuk investasi atau subsidi untuk kepentingan airbridge atau jembatan udara. “Mereka sangat agresif dan berkepentingan meramaikan negaranya untuk menaikkan value negaranya,” kata Arief.

Seraya menyatakan apresiasi yang tinggi kepada Garuda membuka rute-rute baru baik internasional maupun domestik, Menpar tampak mendorong Garuda untuk agresif dan semakin agresif. Memahami bahwa maskapai penerbangan tidak mau merugi pada rute yang diterbanginya, maka terbuka jalan jika maskapai tak berjalan sendiri. Menpar Arief Yahya menganjurkan, “Di Indonesia, yang bisa diandalkan bisnis berjangka panjang adalah property. Dan kita punya 10 top destinasi, jika Garuda deal untuk lebih agresif, saya akan fight membantu Garuda,” kata dia.***