Pos lints batas dan TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) di Entikong, Kalbar. (Foto:Ist)

Pos lintas batas dan TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) di Entikong, Kalbar. (Foto:Ist)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Wahai masyarakat di daerah perbatasan, perhatikanlah; tahun 2017 ini Pemerintah menyiapkan  214 event yang sudah dan yang akan digelar di 29 area perbatasan (cross border),  tersebar di 8 wilayah. Kawasan perbatasan itu ada lewat darat yaitu Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini, ada yang melalui laut yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam,  Philippines,  Republik Palau,  Australia,  Timor Leste,  dan Papua Nugini. Semua itu mempunyai potensi besar dalam menarik kunjungan wisman cross border.

Ini memang terdengar  layaknya himbauan untuk perhatian, sebenarnya lebih tepat lagi ditujukan pada pelaku bisnis bidang pariwisata di daerah kawasan perbatasan. Tentu saja dalam upaya menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) lintas batas agar masuk ke wilayah Indonesia.

Melalui siaran pers dari Kemenpar baru-baru ini dinyatakan, tahun 2017 ini, periode Januari-Oktober 2017 jumlah kunjungan wisman cross border ke Indonesia telah mencapai 2,83 juta wisman, berarti sudah tercapai 90,17% dari target sebesar 3,14 juta wisman. Untuk mencapai target tersebut, tahun ini Kemenpar menggelar sebanyak 214 event di 29 area yang tersebar di 8 wilayah; Kepri, NTT, Papua, Kalbar, Riau, Kalimantan Utara (Kaltara), Sulut, dan Kaltim.

Sepanjang tahun 2018 yad. ini ditargetkan keseluruhan wisman lintas batas berjumlah 3,57 juta wisman. Sehubungan itu secara nasional telah tersusun Calender of Event, dan, “Calender of Event untuk Cross Border 2018 akan menjadi stimulus bagi pariwisata di wilayah perbatasan,” kata Menpar Arief Yahya ketika menutup Rapat Koordinasi (Rakor) Cross Border 2017 di Jakarta, Jumat (8/12).

     Rakor Cross Border 2017 itu sendiri, menurut I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, sebagai upaya memantapkan program kerja   untuk meningkatkan kunjungan wisman  lintas batas  (cross border)  ke Indonesia dengan melibatkan seluruh stakeholder  dan instansi terkait  antara lain Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).

Pitana mengingatkan sebagai  benchmarking  bahwa kunjungan wisman di Belanda 93% adalah wisman cross border dari negara tetangga seperti Jerman, Belgia, dan Perancis. Begitu pula  wisman ke Malaysia lebih dari 65% datang dari Singapura, Indonesia, dan Thailand***