Mari Menyongsong Ramainya Singapura-Medan, Singapura-Padang; AirAsia Umumkan Rencana Operasi; juga Belitung

Salah satu suasana tampak ramainya stand ketika ada pameran pariwisata Indonesia di Singapura tahun lalu.(Foto:Ist)

Salah satu suasana tampak ramainya stand ketika ada pameran pariwisata Indonesia di Singapura tahun lalu.(Foto:Ist)

Jakarta, (ITNIndonesiaTouristNews): Ada yang “bertaruh” (maksudnya, merasa optimis sekali) akan ramai penumpang penerbangan Singapura ke/dari Medan dan Padang awal tahun depan. AirAsia Indonesia meluncurkan rute internasional terbaru yang akan menghubungkan Singapura dengan Medan dan Padang, mulai dilayani pada 9 Februari 2018. Akan ramai wisman dari Singapura ke destinasi Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Malahan cenderung akan lebih lekas bertambah penerbangan pada rute tersebut.

Tapi tentulah ada persyaratannya. Syaratnya, baik operator penerbangan Air Asia, Garuda dan lainnya maupun para pelaku bisnis wisata di dua destinasi itu, juga mau beramai-ramai mempromosikan produk mereka dan melakukan penetrasi ke pasar wisman di Singapura.  Yang dimaksud ialah para Travel Agent dan Operator Tur serta usaha akomodasi.

Penerbangan rute Medan – Singapura, Padang – Singapura oleh AirAsia akan dioperasikan sebanyak tujuh kali seminggu dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.

Dengan peluncuran dua rute tersebut AirAsia jadinya akan melayani total 7 rute yang menghubungkan Singapura dan Indonesia, menambahkan rute yang telah beroperasi ke/dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Denpasar.

AirAsia saat ini menghubungkan Singapura ke 15 destinasi, dengan rute antara lain ke Kuala Lumpur, Langkawi, Bali, Yogyakarta, Bangkok dan Cebu.

Sumatra Utara dan Barat, Belitung berpotensi Melaju.

Penerbangan Singapura-Silangit (Danau Toba) oleh Garuda Indonesia dilayani  tiga kali seminggu sejak 28/10/2017, menggunakan armada Bombardier CRJ 1000 berkapasitas 96 penumpang. “Pada tahap awal layanan penerbangan Silangit – Singapura ini kami layani melalui penerbangan charter. Penerbangan Silangit – Singapura akan kami proyeksikan menjadi layanan penerbangan berjadwal”, Dirut Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakannya melalu satu siaran pers.

Program paket wisata 4 hari 3 malam kunjungan wisata di Danau Toba, itu yang ditawarkan pada para penumpang penerbangan perdana itu. Yang ikut terbang datang dikabarkan 60 orang.

Bandara Silangit telah didukung oleh beberapa penerbangan berjadwal domestik setiap hari, dari Jakarta, dari Medan, dari Batam oleh beberapa maskapai penerbangan: Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, grup Lion Air, Susi Air.

     Menarik memperhatikan contoh di Belitung. Hari ini 9/11/2017  berlangsung penerbangan charter pertama dari Kuala Lumpur ke Tanjung Pandan.   Di Belitung ini,— (kami mau pula “bertaruh” akan terjadinya kemajuan pesat)—, mengapa? Menariknya, sedari awal jauh hari ketika membicarakan tahap ide, lalu merancang, sudah langsung saling sounding atau berunding antara airlines yang hendak mengoperasikan penerbangan dengan para pelaku bisnis untuk urusan land arrangement dan tur. Yaitu para travel agent dan unit-unit akomodasi dan lainnya.

     Maka itinerary yang ditawarkan oleh industri pariwisata Belitung ke pasar wisman di Malaysia, mereka namakan 4 days 3 night Belitung Special Program. Tercapai harga pasti bersama-sama, para agen Malaysia di Kuala Lumpur menjual paket ini pada konsumen RM 1.390,-/pax atau Nett IDR 3.835.000.

“Syukurnya, boleh dikatakan semua kompak sehingga mudah dalam merundingkan sesuatu rencana kegiatan bisnis yang hendak memajukan pariwisata,” kata Sugianto, salah satu di antara anggota ASPPI yang bersama merancang program tersebut.

Mereka menyambut  dan serius merundingkan rencana penerbangan charter oleh Sriwijaya Air dengan memikirkan konsep dan cara agar win-win dan wisatawan bisa ditarik masuk ke Belitung.

Kalau Sumatra Utara perlu kreatif menyusunkan itinerary dengan sumber daya terkuatnya alam Danau Toba, dan Sumatra Barat dengan sumber daya nature and culture dan halal travel, maka pulau Belitung pantasnya menarik wisman dengan sumber daya utamanya wisata bahari.

Tiga destinasi itu tampak berpotensi akan melaju pengembangan pariwisatanya khusus terkait pasar wisatawan dari Singapura dan Malaysia dengan peluang peningkatan kapasitas penerbangan langsung. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.