(Ilustrasi) Malindo Air (foto:Ist)

(Ilustrasi) Malindo Air (foto:Ist)

Dengan transit di Denpasar, Bali, Malindo Air akan melayani rute baru Kuala Lumpur-Brisbane PP mulai 31 Maret 2017 ini. Hebat pola rute penerbangan  ini!  Dia bisa membawa wisman dari dua originasi, Malaysia dan Australa, ke Bali! (Tapi memang belum ditegaskan apakah rute Denpasar-Brisbane diberikan Fifth Freedom Right, yaitu boleh mengambil penumpang pada rute ini). Pemesanan tiket sudah mulai dibuka sekarang. Malindo Air akan melayani rute tersebut setiap hari dan merupakan tujuan kedua ke Australia dalam pengembangan jaringan internasionalnya. Rencana itu telah diumumkan dalam situsnya, tertanggal 13 Maret 2017.

Rute KL-Brisbane dengan nomor penerbangan OD157 akan berangkat dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) setiap hari pukul 18.05 waktu setempat ke Brisbane melalui Denpasar, Bali. Tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pukul 21.10 WITA dan transit selama 50 menit. Penerbangan lanjutan ke Brisbane dari Bali pukul 22.00 WITA dan tiba di Brisbane pada pukul 05.40 keesokan hari.

Penerbangan kembali ke KL dengan nomor penerbangan OD158 berangkat dari Brisbane pukul 07.15 waktu setempat, tiba Denpasar pukul 11.45 WITA. Setelah transit satu jam, pesawat melanjutkan penerbangan dari Denpasar pukul 12.45 WITA dan tiba di KLIA pada pukul 15.45 waktu lokal pada hari yang sama.

Malindo Air akan menggunakan armada pesawat Boeing 737-900ER berkapasitas 180 kursi meliputi 12 kursi di kelas Bisnis dan 168 kursi di kelas Ekonomi untuk melayani rute KL-Brisbane PP.

Dikutip dari situsnya, CEO Malindo Air Chandran Rama Muthy mengatakan, “Kami sangat senang untuk memulai satu-satunya layanan antara Kuala Lumpur dan Brisbane dengan satu kali berhenti di pulau yang terkenal, Bali. Ada peluang besar untuk pertumbuhan di masa depan terkait dengan konektivitas baru ini karena Brisbane merupakan pusat komersial dan bisnis serta gerbang pariwisata signifikan ke salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO di Australia, Great Barrier Reef, dan pantai Gold Coast yang indah. Kami pasti akan bekerja sama membangun hubungan yang menguntungkan dengan para pelaku pariwisata di Malaysia dan Australia, dan otoritas bandara di Brisbane untuk memastikan keberhasilan rute baru ini.”*** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)

Komentar dari ITN: Ini akan menambah lagi kapasitas penerbangan luar negeri, di mana kita membutuhkan tambahan sekitar 4 juta seat tahun  2017 ini.***