Bali menjadi destinasi favorit menghabiskan liburan di akhir tahun 2014. Jika Anda datang saat cuaca cerah dan panas beberapa bulan lalu, dan mempunyai rencana berkunjung lagi ke sini untuk menyambut pergantian tahun, inilah saat yang tepat merasakan kesejukan dataran tinggi di Pulau Dewata sekaligus melihat dan merasakan dari dekat keseharian kehidupan penduduk lokal.

Datang dan menginaplah di kawasan taman bumi (geopark) Gunung Batur, taman bumi nasional pertama di Indonesia sejak tahun 2012. Taman bumi di Kabupaten Bangli ini pun telah diakui menjadi taman bumi dunia (Global Geopark) pada 21 September 2012.

Gunung Batur adalah gunung berapi aktif di daerah sejuk Kintamani menyajikan lanskap geologi unik dengan pemandangan yang menawan. Mulai dari kawah, kaldera, hingga Danau Batur. Desa Trunyan di sekitar gunung dan Danau Batur masih menjalani adat istiadat yang berbeda dengan adat-istiadat masyarakat Bali pada umumnya. Di desa itu jenazah dimakamkan hanya dengan diletakkan di atas batu besar/tanah di tiga lokasi tertentu. Jenazah-jenazah itu tidak dibalsem dan tetap mengalami proses penguraian namun tidak menyebarkan bau busuk.

Mountain bike di Gunung Batur. (Foto:balicycling)

Mountain bike di Gunung Batur. (Foto:balicycling)

Selain menikmati suasana nan damai dan tenteram di tepi danau di ketinggian 1.050 mdpl, Anda bisa beraktifitas misalnya bersepeda gunung dengan rute Ubud – Kintamani – Ubud melalui jalan raya dan persawahan dan perkebunan. Paket wisata ini umumnya akan menuju Pura Puncak Penulisan, Sukawana. Atau, hiking/trekking ke puncak gunung melihat matahari terbit.

Jangan lupa mampir ke Pura Ulun Danu Batur. Pura di ketinggian 900 m di atas permukaan laut merupakan ikon di kawasan ini. Lokasi pura berada di Desa Kalanganyar, Kecamatan Kintamani di lereng Gunung Batur.

Guest house di Desa Penglipuran bisa disewa oleh turis. (Foto:YD)

Guest house di Desa Penglipuran bisa disewa oleh turis. (Foto:YD)

Masih di sekitar Kintamani, Anda bisa memilih dan tinggal di salah satu dari 25 home stay atau menyewa satu dari tiga guest house di desa adat yang telah berdiri sejak abad VII. Di Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, turis akan benar-benar merasakan kehidupan asli orang Bali.

Rata-rata harga sewanya antara Rp 200-300 ribu per malam untuk home stay dan sekitar Rp 500-700 ribu per malam untuk guest house. Harga sewanya sudah termasuk makan pagi dan malam.

Jaraknya dari bandara Ngurah Rai sekitar 60 km atau sekitar 1 jam perjalanan. Di desa ini kita bisa melihat kegiatan sehari-hari warga, menyusuri hutan bambu desa, atau bermeditasi. Jika bosan, melihat keindahan Danau Batur dari ketinggian di jalan raya Kintamani sambil menyeruput kopi bali hanya berjarak 15-20 menit saja dari Desa Penglipuran. Bali memang indah, dari puncak gunung sampai ke dasar lautnya. *** (Yun Damayanti)