Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews).: Satu GIPI TALK akan dilaksanakan tanggal 17 Maret ini.  Ini lain dari yang lain, kata Ketua Umum GIPI, Didien Junaedy. Solusi apa yang ingin Anda usulkan?, tanya Rusmiati, Ketua Umum ASITA, yang juga Sekjen GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia).

Termudah mendaftar sebagai peserta adalah ke WA 85881474856

Kita maklum bukan? Bisnis pariwisata kini memerlukan analisis dan pelaksanaan yang serba cepat, agar pertumbuhan pariwisata kita sungguh menjadi core economy of Indonesia? GIPI TALK ini pun akan dilaksanakan sekali sebulan, setiap tanggal 17, masing-masing dengan topik dan fokus permasalahan di bisnis pariwisata yg tengah kita hadapi.

TALKER I , N. RUSMIATI , KETUA UMUM ASITA, SEKJEN GIPI ::

Mari sambut menalarkan dan mengejawantahkan Inbound Strategy yang hendak diterapkan oleh Kementerian Parekraf.

Sudah sejak sekitar setahun lalu salah satu fokus perhatian di kalangan GIPI tertuju pada perlunya peningkatan kapasitas atau kemampuan , – capacity building-, bagi inbound tour operator kita. Yaitu kesadaran bahwa inbound tour operator lah yang sesungguhnya berperan utama dalam praktik mendatangkan wisatawan mancanegara atau wisman. Mereka tentu termasuk di antara sekitar 7000 perusahaan anggota ASITA. Merekalah yang sesungguhnya dan semestinya mencari wisman dan menjual produk wisata dari destinasi , membentuk produk wisata berupa itinerary dan itulah yg dibeli oleh wisman yang kemudian datang ke destinasi dan mereka pulalah yang mengurus menangani perjalanan wisman di destinasi dan pergi pulangnya. Terasa selama ini perhatian pada jajaran inbound operator kurang diberikan, maka terasa bahwa pertumbuhan jumlah wisman, perluasan pasar dan peningkatan kualitas produk wisata kita berjalan relatif lamban.

Pertanyaannya sekarang: bagaimanakah sebaiknya GIPI, ASITA, artinya jajaran pelaku industri pariwisata mewujudkan terbentuk dan terdorongnya kemampuan inbound tour operator untuk sungguh meningkatkan

jumlah wisman dan nilai devisa yang dihasilkan? Pertanyaan serupa juga ditujukan kepada instansi pemerintah di pusat seperti Kemen Parekraf maupun di daerah-daerah seperti Pemda hingga instansi-instansi di bawahnya yang relevan…?

Yg ingin bicara haruslah langsung fokus pada : solusi apa yang diusulkan? Usulan solusi yg akan dihimpun dan diolah itulah yg akan disodorkan kepada pengambil keputusan di pemerintahan. Boleh jadi semacam  “policy notes”.

SESI TALKER 2, RAINIER DAULAY, PRAKTISI PERHOTELAN DI BALI:

Memberikan penjelasan apa yang sedang dipikirkan oleh kalangan BISNIS PERHOTELAN, kemungkinan-kemungkInan solusi terhadap isyu PENGEMBANGAN WISATA DOMESTIK…

HOST, Arifin Hutabarat akan mengatur alur mensilahkan satu per satu yg telah terdaftar sebelumnya, untuk menyampaikan usulan solusi…. kemudian mensilahkan Talker I dan II menanggapi 10 menit saja…

HOST, kembali akan mengatur mensilahkan satu per satu yg telah terdaftar utk menyampaikan usulan solusi….Kemudian, membuka dan mengatur diskusi terbuka (cross discussion).Kesimpulan, penutup . oleh Ketum GIPI.

Jadi, RUN DOWN akan seperti ini  : 09.00 -20.25  pendaftaran silaturrahmi, networking; 09-25 – 09.30  pembukaan noleh Ketum GIPI ; 09.30 – 09.35  pembukaan sesi oleh moderator / host ; 09.35-09.55              TALKER I, N. Rusmiati, (Ketu Umum ASITA, Sekjen GIPI); 09.55 – 10.15    peserta ; bicara masing-masing 4 menit; 10.15 – 10.35 TALKER II, Rainier D.; 10.35 –11.05   peserta bicara masing-masing 4 menit; 11.05 – 11.30   open/cross  discussion by the Host; 11.30 –  11.45    kesimpulan, penutup.

Selamat berbincang!

***