Podium sebelum memasuki Galeri Kepresidenan. Anda boleh ber-selfi seolah sedang berpidato layaknya seorang presiden...(Foto:YD)

Podium sebelum memasuki Galeri Kepresidenan. Anda boleh ber-selfi seolah sedang berpidato layaknya seorang presiden…(Foto:YD)

(Ini satu lagi, pembaca, belum lama pernah kita muat di sini, pada 25/11/2016. Baik kita balik lagi, mumpung Bogor dan Kebun Raya-nya sedang jadi titik perhatian terkait kunjungan resmi  Yang Terhormat Raja Salman dari Arab Saudi). Kujungan ke sini niscaya mengandung pendidikan sejarah dan pesan-pesan  NKRI.  Di dalam kawasan Istana Bogor kita bisa menyaksikan perjalanan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan di dalam Istana Bogor tetapi di Museum Kepresidenan Republik Indonesia atau disebut Balai Kirti.

Balai Kirti menempati sebuah bangunan baru berlantai tiga seluas 5.800 meter persegi. Bangunannya menyatu dengan bangunan heritage yang dahulu menjadi museum mini Istana Bogor. Di lantai pertama kita memasuki Galeri Kebangsaan. Di depan pintu masuk ditempatkan patung perunggu burung Garuda lengkap dengan simbol-simbol Pancasila di dadanya, petikan teks Proklamasi seperti yang diketik oleh Sayuti Malik, dan sila-sila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara RI serta dua bendera merah putih di kiri dan kanannya.

Museum Kepresidenan RI di dalam kawasan Istana Bogor.(Foto:YD)

Museum Kepresidenan RI di dalam kawasan Istana Bogor.(Foto:YD)

Di sebelah kanan dari pintu masuk, dipampangkan Mukadimah Undang-undang Dasar 1945. Sebuah pintu dengan penanda Ruang Audio Visual mengantarkan pengunjung memasuki ruangan theater. Ruangan ini dapat menampung sampai dengan 50 orang pengunjung dewasa. Film yang diputar terkait dengan presiden-presiden RI. Di sebelah kiri dan kanan pintu masuk theater pengunjung bisa membaca kembali lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya dan teks Sumpah Pemuda.

Di seberang ruang theater, berderet patung perunggu enam Presiden RI. Patung-patung itu berdiri di depan bangunan cagar budaya Museum Istana Presiden lama. Di sebelah kiri dari pintu masuk, atau tempat keempat dari pola perjalanan di lantai satu museum, ditempatkan sebuah layar datar raksasa. Di layar datar itu menampilkan peta interaktif NKRI. Dinding kacanya ditutupi vertical blind berwarna dasar merah bergambar wajah-wajah keeman Presiden RI.

Galeri Kepresidenan dan Ruang Perpustakaan berada di lantai dua. Di Galeri Kepresidenan ada enam ruangan yang mempresentasikan keenam Presiden RI, dua diantaranya dilengkapi dengan sebuah ruang audio visual mini. Di setiap ruang galeri menampilkan benda-benda milik presiden seperti pakaian, tanda-tanda jasa, tongkat komando, bahkan ada pula kaca mata, pena, dan catatan-catatan garis besar pidato presiden di atas kertas. Di setiap galeri tersedia enam layar datar dan dilengkapi dengan earphone. Setiap layar menampilkan materi berbeda-beda terkait dengan presiden yang dipresentasikan di dalam galeri.

Apakah Anda presiden RI berikutnya? (Foto:YD)

Apakah Anda presiden RI berikutnya? (Foto:YD)

Pengunjung dilarang memotret selama berada di ruang Galeri Kepresidenan. Selain karena alasan keamanan museum, juga untuk memelihara materi koleksi yang dipamerkan. Pengunjung dapat memuaskan mengabadikan diri di ruang-ruang interaktif sebelum dan setelah galeri. Pengunjung bisa berdiri di atas podium dengan gaya sedang berpidato atau membuat swafoto seolah Anda salah satu Presiden Indonesia.

Sedangkan untuk memasuki Ruang Perpustakaan, pengunjung mesti mengajukan izin terlebih dahulu. Tidak semua pengunjung museum dapat memasukinya. Di ujung Ruang Perpustkaan terdapat Ruang Baca Presiden.

Ruang Perpustakaan bisa menampung sampai dengan 50 orang. Koleksi buku di dalamnya terdiri dari buku-buku yang ditulis sendiri oleh Presiden RI, buku-buku biografi presiden, dan lain-lain. Sebagian buku merupakan koleksi pribadi yang disumbangkan kepada museum.

Di lantai tiga ada teras cukup luas dengan taman di atas atap. Taman ini menghadap ke Jalan Ir. H. Juanda, salah satu jalan utama di kota Bogor. Rencananya, teras dan taman diperuntukkan sebagai tempat istirahat pengunjung dengan menyediakan kafe dan penjualan suvenir museum.

Museum ini diresmikan pada 18 Oktober 2014 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan dibuka untuk umum sejak 10 November 2014. Karena museum ini berada di dalam kawasan Istana Bogor, dan Presiden Jokowi cukup sering berada di Istana, maka prosedur izin kunjungannya pun menyesuaikan dengan prosedur kunjungan ke istana presiden. Pengunjung dapat memberitahukan waktu kunjungan melalui telepon, fax atau surat elektronik kepada pengelola museum 5-7 hari kerja sebelum tanggal kunjungan. Museum ini berada di bawah Unit Pelaksana Teknis Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi museum ini. *** (Yun Damayanti)