Menpar menjelaskannya saat diskusi tentang Kota Tua di Jakarta, Rabu 23/3/2016. (Foto: YD)

Menpar Arief Yahya (tengah) menjelaskannya saat membuka diskusi tentang Kota Tua di Jakarta, Rabu (23/3).Pembicara lain pada diskusi itu ialah Frances Bowden Affandy,Konsultan Persiapan Kota Tua Jakarta sebagai Situs Warisan Dunia;CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo;Head of Culture Unit UNESCO Office Jakarta Bernardus Alens Zako;dan Ketua LWGDMO Kota Tua Jakarta Firman Haris. (Foto: YD)

Jakarta, mari bersyukur! Kota Tua akan dikelola secara modern maka akan bergerak majulah pariwisata Jakarta. Pengelolaan pariwisata Kota Tua dan Kepulauan Seribu direncanakan di bawah satu atap dengan membentuk badan otorita pariwisata. Restorasi, revitalisasi dan pengelolaan Kota Tua Jakarta memerlukan lebih dari kebijakan bottom-up seperti yang sudah berjalan selama ini. Kawasan lama ini juga membutuhkan pendekatan top-down. Semuanya itu akan dapat berjalan efektif apabila ada kekuasaan yang lebih besar, yang lebih tinggi, turut terlibat. Dalam hal ini akan diusahakan dikeluarkan peraturan presiden.

Begitulah Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan ketika membuka acara diskusi bertajuk “Tourism Development Plan, Sosialisasi Kota Tua Jakarta Menuju UNESCO World Heritage 2017” di gedung Olveh di kawasan Kota Tua Jakarta pada Rabu (23/3).

Ditilik dari kisah sejarah, Batavia rupanya saudara tua Manhattan di New York, Amerika Serikat. Agar lebih banyak pengunjung tertarik datang ke kawasan kota tua di Ibu Kota Jakarta, industri jasa keuangan akan didorong untuk mengisi ruang-ruang yang tersedia di sana selain tetap mengembangkan ekonomi kreatif dan tempat inkubasi industri kreatif yang sudah ada. Kota Tua Jakarta diproyeksikan jadi “Manhattan of Asia” nantinya.

Di dalam Stasiun Kota Jakarta.(Foto:YD)

Di dalam Stasiun Kota Jakarta.(Foto:YD)

Industri jasa keuangan merupakan industri dengan sustainability dan pertumbuhan tertinggi di dunia dan memberikan keuntungan paling besar. Industri ini juga dapat mengakselerasi kemajuan suatu destinasi. Namun demikian, ekonomi kreatif tidak akan disingkirkan dari kawasan Kota Tua Jakarta. Kawasan itu tetap akan jadi tempat ideal untuk menginkubasi para pelaku industri kreatif. Kembali kepada kisah sejarah kota, jalan dan kawasan Pinangsia di sebelah selatan Stasiun Kota sekarang, rupanya dahulu bernama Jalan Finansial. Jadi kawasan finansial memang sudah ada sejak dahulu di kawasan ini.

Pemerintah menargetkan, Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu dikunjungi 500 ribu wisman dan 5 juta wisnus dengan proyeksi total pendapatan yang akan diterima sekitar Rp 10 triliun pada 2019. Pada tahun 2014, jumlah kunjungan wisman ke kedua destinasi itu hanya sekitar 150 ribu orang dan 3 juta wisnus.

Sama seperti yang terjadi di obyek daya tarik wisata di daerah lain, critical concern di Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu ada pada multimanajemen yang pada pelaksanaannya nyaris dirasakan selalu tumpang-tindih. Pengelolaan kedua daya tarik pariwisata tersebut hampir selalu terlihat kedodoran. Pengelolaan kota tua atau kawasan lama di banyak negara rata-rata dikelola oleh badan pariwisata nasionalnya seperti di Angkor Wat, Kamboja; kota-kota tua di Jepang; dan di Utrecht, Belanda.

“Kota Tua ini mesti dikelola dalam single management. Maka saya mengusulkan agar dibentuk sebuah badan otorita. Secara kepariwisataan, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) itu tidak hanya menyangkut Kota Tua Jakarta saja tapi juga  Kepulauan Seribu. Maka pengelolaannya akan kita gabungkan. Apalagi keduanya kan sudah ditetapkan dalam 10 besar destinasi pariwisata nasional,” ujar Arief.

Menpar juga menerangkan, anggaran pemerintah untuk membangun infrastruktur nasional sekitar Rp 300 triliun. Dalam rangka mendukung aksesibilitas menuju destinasi wisata, pada tahap awal pemerintah menempatkan dana Rp 10 triliun untuk membangun infrastruktur. Penyediaan amenitas diberikan kepada sektor swasta. Ini yang masih kurang di Kota Tua.

Dalam rangka merestorasi Kota Tua Jakarta, apabila public private partnership dirasakan masih kurang, pemerintah juga akan mengundang partisipasi negara-negara donor. Menjadi sebuah situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO, itu adalah bagian dari strategi taktis mempromosikan dan menjual Kota Tua Jakarta.

Tak boleh dilupakan, di beberapa pulau di Kepulauan Seribu juga tersebar peninggalan sejarah sejak zaman VOC sampai masa penjajahan Jepang. Gugusan pulau di utara Jakarta itu adalah “mata” yang melihat perkembangan dari kota pelabuhan sampai jadi megapolitan nanti.

Acara diskusi dan sosialisasi nominasi Kota Tua Jakarta pada UNESCO World Heritage 2017 diselenggarakan oleh Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC), Jakarta Endowment for Art and Heritage (JEFORAH), dan Independent Research and Advisory Indonesia (IRAI) bekerja sama dengan Akarpadi News.com, PATA Indonesia Chapter, SKAL Internasional Jakarta, Himpunan Humas Hotel dan diorganisasikan oleh Sarasvati Art Communication and Publication. *** (Yun Damayanti)