Maskapai Emirates, salah satu paling aktif dari timur Tengah, ketika mempromosikan jual tiket pada pameran MATTA 2013 di Kuala Lumpur. (Foto: AH)

Maskapai Emirates, salah satu paling aktif dari Timur Tengah, ketika mempromosikan dan jual tiket pada pameran MATTA 2013 di Kuala Lumpur. (Foto: AH)

Jumlah wisman ke Indonesia dua bulan pertama Januari-Februari 2014 naik lagi 12,61%, mencapai 1.455.745 wisman, menurut data Badan Pusat Statistik, dibandingkan jumlah wisman Januari-Februari 2013 tercatat 1.292.743 wisman. Tahun 2014 ini tampaknya diawali dengan harapan tinggi akan peningkatan bisnis wisata dan perjalanan, kendati beberapa gejala masih dicermati. Menurut IATA, jumlah penumpang penerbangan selama Januari 2014 di Asia-Pasifik naik 8,0% dibandingkan dengan tahun lalu yang disebabkan periode Tahun Baru Imlek di bulan Januari atau sebulan lebih awal dari tahun 2013. Tapi memang, perbandingan dengan lalu lintas Desember 2013 menunjukkan kelanjutan pertumbuhan yang melambat. Kemungkinan besar ini  sejalan dengan tanda-tanda perlambatan ekonomi China. Di  sisi lain, kapasitas penerbangan naik 7,5% dalam perbandingan tahun-ke-tahun dan load factor rata-rata naik 0,4 poin persentase menjadi 78,2 persen.

Secara keseluruhan di dunia, permintaan penumpang internasional Januari 2014 naik 7,8% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Operasi penerbangan di Timur Tengah tercatat mencapai keuntungan terkuat. Kapasitas naik 6,8% dan load factor naik 0,7 poin menjadi 78,3 persen. Di Timur Tengah itu permintaan terhadap penerbangan melonjak 18,1% pada Januari dan merupakan pertumbuhan terkuat di kawasan manapun. Kapasitas naik 15,0% dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2013 dan load factor naik 2,2 poin persentase menjadi 81,1%, juga yang tertinggi. Para operator Timur Tengah mendapat manfaat dari kekuatan ekonomi regional dan pertumbuhan yang solid dalam perjalanan bisnis premium, didukung oleh kinerja perdagangan industri internasional dan menjadi kunci  ekonomi utama di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Wisman dari Timur Tengah ke Indonesia dalam ukuran tingkat pertumbuhan, selalu tertinggi akhir-akhir ini. Januari 2013 tercatat 11.427 wisman menjadi 16.394 di Januari 2014. Pertumbuhannya 43,47% ! Februari 2014 menurut BPS 9.792 wisman sedangkan tahun lalu di bulan yang sama hanya 6.055 wisman. Pertumbuhannya 61,72% !

Operator penerbangan di Eropa melihat permintaan naik 6,4% pada Januari 2014 dibandingkan Januari 2013. Perbaikan ekonomi di zona Euro sejak triwulan kedua 2013 dan meningkatnya kepercayaan konsumen dan bisnis telah membuat dasar permintaan kuat untuk perjalanan udara internasional. Selain itu, sektor jasa telah memberikan sinyal ekspansi dan masalah kehilangan pekerjaan alias pengangguran di zona Euro telah stabil. Kapasitas penerbangan di sini naik 5,9% dan load factor naik 0,4 poin menjadi 77,2  persen.

 

Penerbangan domestik

IATA juga mencatat permintaan perjalanan domestik naik 8,2% secara global pada Januari dibandingkan dengan tahun lalu, dengan beberapa pasar melaporkan pertumbuhan dua digit, di antaranya China, Jepang, Rusia dan Indonesia. Rata-rata jumlah kapasitas domestik naik 6,5%, dan load factor naik 1,2 poin menjadi 77,7%.

Sebagai dimaklumi di dalam negeri Indonesia diperkirakan sekitar 200 ribu orang menggunakan transportasi udara setiap hari atau lebih dari 70 juta orang selama setahun.  Pada tahun  2015  diperkirakan lebih dari 100 juta penumpang dan akan mencapai sekitar 180 juta penumpang pada tahun 2018.

Jumlah armada pesawat penerbangan nasional Indonesia tahun 2012 sebanyak 442 unit. Pemerintah memproyeksikan jumlah armada pesawat terbang akan mencapai 580 pesawat yang dioperasikan oleh penerbangan berjadwal,-  pemegang Air Operator Certificate (AOC) 121-, pada tahun 2015.

Adapun penerbangan tak berjadwal,- pemegang AOC-135-, jumlah armada hanya 258 pesawat tahun 2012 dan akan bertambah menjadi 421 unit  tahun 2015.**