Salah satu Spelling Bee Competition di Jakarta tahun 2014, diikuti sekitar 500 anak.(Foto:EF)

Salah satu Spelling Bee Competition di Jakarta tahun 2014, diikuti sekitar 500 anak.(Foto:EF)

Sudah tahukah Anda apa itu yang dikatakan Kompetisi mengeja bahasa Inggris atau Spelling Bee Competition? Itu ternyata salah satu upaya yang dilakukan oleh lembaga pendidikan EF (English First) yang bertujuan  meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak, yaitu melalui kegiatan kompetisi mengeja bahasa Inggris. Hingga saat ini telah diselenggarakannya Kompetisi Spelling Bee sebanyak 10 kali. Setiap kali diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Intinya, melalui kompetisi tersebut, anak dapat meningkatkan kemampuan mengeja, menambah kosa kata, mempelajari konsep bahasa, dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Lars Berg, Country Director English First di Indonesia mengatakan, kompetisi seperti Spelling Bee dilaksanakan secara rutin agar membantu anak-anak meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.

Uniknya, ketika kompetisi tengah berlangsung, masyarakat pun dapat menyaksikan dan dengan itu diharapkan dapat menambah semangat anak Indonesia untuk berlomba-lomba dalam mengasah kemampuan bahasa Inggris dan menularkan semangat tersebut kepada teman-temannya.

“Bahasa itu pada dasarnya dapat bersifat menular. Ketika anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Inggris, teman-teman atau orang di sekitarnya akan terdorong untuk belajar dan bisa mengikutinya. Ketika anak sering berlatih Bahasa Inggris, maka kosa kata yang dimiliki akan semakin banyak, menjadi terbiasa dan pada akhirnya memiliki rasa percaya diri yang lebih baik”, kata Lars Berg.

EF kini memiliki puluhan ribu siswa di kota-kota besar Indonesia. Rencananya akan konsisten melaksanakan Speeling Bee Competition setiap tahun, bahkan dapat diadakan dalam skala internasional di tahun-tahun berikutnya.

Menurut pandangan lembaga ini, kesuksesan dan kemampuan anak dalam bahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara dan penggunaan kosakata saja, namun juga perlu didorong oleh rasa percaya diri dan kebiasaan untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menjalankan proses belajar-mengajarnya, digabungkannya sistem pembelajaran di kelas yang didukung oleh tutorial online iLAB, dimana siswa dapat belajar bahasa Inggris kapan saja dan dimana saja. Disamping itu, memiliki program Life Club dimana siswa dapat mempraktekkan bahasa Inggris mereka dalam suasana yang santai sehingga dapat membantu mereka membiasakan berbahasa Inggris dan mengasah kepercayaan diri mereka.***(EkaS)