Ketua ASITA Asnawi Bahar: Tidak Ada Pembatalan Tur ke Bromo; Kunjungan Wisatawan Tidak akan Berkurang

Bukit Kingkong,salah satu titik alternatif menyaksikan momen matahari terbit di Bromo.Juga direkomendasikan oleh Bala Besar TNBTS.(Foto:Eddy Anyi)

Bukit Kingkong,salah satu titik alternatif menyaksikan momen matahari terbit di Bromo.Juga direkomendasikan oleh Balai Besar TNBTS.(Foto:Eddy Anyi)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews):Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar menegaskan, “Tidak ada pembatalan perjalanan ke Bromo.” Ini terkait dengan pengumuman dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengenai penutupan sementara Bukit Penanjakan (1) mulai dari tanggal 11 September hingga 10 Desember 2017 pada akhir bulan Agustus 2017.

Dalam Pengumuman Nomor PG 3/T.8/TU/TU.1/8/2017 tentang Penutupan Bukit Penanjakan yang dipublikasikan melalui situs resmi TNBTS menyebutkan, Bukit Penanjakan ditutup total dari kunjungan wisatawan selama tiga bulan. Pengelola taman nasional menyarankan kunjungan melihat momen matahari terbit masih bisa dilakukan di Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Tujuan penutupan ini dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung di Bromo.

Asnawi menerangkan, jikapun ada penutupan di Penanjakan masih ada pintu atau akses lainnya. Memang operator-operator di lapangan mesti mengubah sedikit rute perjalanan.

“Tidak mungkin kita hilangkan. Itu kan sudah menjadi paket wisata tradisional. Kita harus melalui pintu-pintu masuk lain tapi bukan berarti kita membatalkan tur ke Bromo. Mungkin saja ada yang merasa nilai keindahan di spot alternatif kurang atau tidak seperti apabila melihatnya dari Bukit Penanjakan. Bagaimanapun, kita berharap itu tidak akan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Asnawi.

Wisatawan dari dalam dan luar negeri menunggu matahari terbit di Bukit Penanjakan.Mulai dari 11 September 2017 selama tiga bulan ke depan Balai Besar TNBTS menutupnya dari aktivitas wisata.(Foto:YD)

Wisatawan dari dalam dan luar negeri menunggu matahari terbit di Bukit Penanjakan.Mulai dari 11 September 2017 selama tiga bulan ke depan Balai Besar TNBTS menutupnya dari aktivitas wisata.(Foto:YD)

Terkait dengan penutupan sementara di Bukit Penanjakan Bromo, Operations Manager Aneka Kartika Tours & Travel Adjie Wahjono mengatakan, tidak ada masalah. Kunjungan ke Bromo bisa dikomunikasikan dengan operator jip dan pemandu wisata sehingga saat berada di obyek wisata para wisatawan dapat memperoleh penjelasan yang tepat dan tidak mengurangi pengalaman perjalanan mereka.

“Penanjakan sudah beken duluan dan publik tahunya di situ saja. Itu barangkali yang tampak jadi masalah. Bukit Kingkong itu sudah OK, buat dikunjungi wisatawan mancanegara pun sudah OK. Sudah banyak yang ke sana. Apalagi karena di Penanjakan sudah ramai sekali,” kata Adjie.

Menurutnya, dengan penyebaran akan memperbaiki arus lalu lalang wisatawan. Tidak terkonsentrasi di satu titik saja seperti yang selama ini terjadi di Penanjakan.

Sedangkan menurut pengalaman Eddy Anyi, salah seorang pemilik dan operator jip dari komunitas jip Cemorolawang, Probolinggo, tamu-tamu asingnya tidak ada masalah dibawa ke spot selain di Penanjakan.

Dia dan kawan-kawan lainnya di komunitas jip yang membawa wisatawan ke Bromo akan berkoordinasi dengan agen perjalanan/operator tur mengenai rute yang hendak dijalani. Jadi kepentingan tamu untuk menikmati sunrise, keindahan Bromo-Semeru, serta kenyamanannya tetap tidak akan terganggu.

“Untuk ke Penanjakan memang ditutup sementara. Tapi masih bisa ke Bukit Kingkong atau Bukit Cinta. Semua sama bagusnya. Dan selama ini tamu-tamu asing yang saya tangani tidak ada masalah dibawa ke sana,” kata Anyi.

Perjalanan untuk melihat momen matahari terbit di Bromo akan mengalami pengalihan rute dan spot dalam tiga bulan ke depan. Namun itu dipastikan tidak akan mengurangi pengalaman perjalanan wisatawan. Bahkan membuka peluang-peluang melihat momen matahari terbit dari sisi-sisi lain Bromo yang belum pernah diketahui sebelumnya. Dengan penjelasan yang tepat dan penyampaian yang baik wisatawan akan dapat memakluminya.

“Tidak ada pembatalan perjalanan. Ini momentum kita memperkenalkan spot lain melihat sunrise di Bromo. Diharapkan tahun depan tidak hanya terfokus pada Bukit Penanjakan tapi juga kunjungan bisa disebarkan ke Bukit Kingkong dan lain-lain. Itu akan jadi opsi-opsi baru terutama bagi agen-agen perjalanan/operator tur di luar negeri. Selain mampu mengurai konsentrasi di Bukit Penanjakan,” kata Asnawi.

Penutupan sementara Bukit Penanjakan di Bromo dari semua aktivitas wisata memang dibutuhkan. Memberi kesempatan jeda beristirahat bagi lingkungan di sekitarnya. Selain akan dimanfaatkan pula oleh pengelola taman nasional untuk merevitalisasi fasilitas di sana.

Pelaku industri perjalanan berharap, penambahan fasilitas di sana akan memudahkan wisatawan. Fasilitas-fasilitas yang disediakan bisa mengakomodasi apa yang diharapkan oleh pengunjung saat menikmati momen matahari terbit di Bromo yang bak pertunjukan teater di alam terbuka setiap pagi.

Kelemahan kita di fasilitas yang ada di destinasi. Ketua Umum ASITA mengajak semua pihak agar menyiapkan fasilitas di destinasi dengan bersungguh-sungguh. Fasilitas yang memudahkan wisatawan dan punya taste yang bagus, yang sesuai dengan selera pengunjung. Di negara lain destinasinya biasa saja jadi tampak bagus karena fasilitasnya disiapkan sungguh-sungguh dan berkualitas bagus.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.