Terminal keberangkatan domestik bandara baru Ngurah Rai Bali.

Terminal keberangkatan domestik bandara baru Ngurah Rai Bali. (Foto: AH)

Siang hari di terminal keberangkatan domestik bandara Ngurah Rai Bali yang baru. Di hadapan konter check-in, minggu lalu. Dua orang muda, perempuan dan lelaki, tampak sedang berhadapan dengan enam orang petugas airlines. Mereka juga muda dalam pakaian seragam. Oo, mereka tengah bersoal jawab dengan suara tinggi. Apalagi dua muda mudi itu kedengaran setengah berteriak kadang penuh berteriak. Tangannya bergerak malang melintang.
Saya bisa laporkan ke polisi, teriak pemuda. Dia membalikkan badan, menarik ponsel dari kantong kemeja dan langsung memencet-mencet ponsel lalu menempelkan hp ke telinganya. Benarkah dia menelpon ke polisi?
Sudah lebih setengah jam dan mereka tampak tak beranjak, tampak bersoal jawab terus. Makin seru kelihatannya.
Dua muda mudi itu rupanya ketinggalan pesawat. Pesawat sudah take off saat mereka tiba di pintu hendak boarding. Mereka protes keras. Bergantian dua pemuda pemudi itu berebut bicara bahwa mereka tidak ada mendengar panggilan terakhir dari loudspeaker untuk naik pesawat. Para petugas boarding penerbangan pun hampir saling bergantian balik menjawab, pengumuman panggilan terakhir bahkan menyebutkan nama-nama mereka sebagai penumpang. Karena tak muncul-muncul juga, mereka harus ditinggalkan oleh penerbangan. Dan pesawat CitiLink itu pun tutup pintu dan berangkat.
Kami tak mendengar nama kami dipanggil-panggil, seru si wanita muda.
Dapat dipastikan, dua calon penumpang itu bagaimanapun akan rugi, alias tak akan ada penggantian tiket oleh pihak penerbangan. Sang penumpang harus beli tiket lain kalau mau berangkat juga.

Peraturan Hendak Terbang

Baik peraturan tertulis maupun kebiasaan, kita perhatikan catatan ini ketika hendak berangkat di bandara.
1. Setelah check-in, petugas biasa menunjukkan angka pukul berapa dan pintu nomor berapa nanti akan boarding, naik pesawat. Itu mempertegas apa yang tertulis di boarding pass. Kadang petugas lupa, maka calon penumpang haruslah membacanya.
2. Calon penumpang sebaiknya sudah bersiap menunggu di ruang tunggu pintu boarding pada jam tersebut.
3. Kalau belum boarding pada jadwalnya, dan tidak ada pengumuman delay, para petugas penerbangan bisa ditanyakan. Pada beberapa bandara, apalagi di bandara besar internasional, penundaan lima menit pun dari jadwal yang tercantum di boarding pass akan diumumkan melalui PA (Public Address/Announcement).
4. Ketika boarding sudah dilaksanakan namun menurut catatan petugas penerbangan, masih ada penumpang yang belum naik pesawat, maka nama-nama penumpang yang bersangkutan dipanggil berulang-ulang melalui pengeras suara, sebagai final call. Pada beberapa bandara, bahkan petugas boarding dari airlines tampak ke sana ke mari mencari seraya memanggil-manggil nama calon penumpang yang bersangkutan, minta agar segera naik pesawat.
5. Bila batas waktu tak bisa ditoleransi dan calon penumpang tersebut belum juga muncul untuk boarding, maka SOP (standard operating procedure) pihak airlines akan mengecek, jika penumpang tersebut punya barang di bagasi, maka barangnya akan diturunkan dari perut pesawat. Jika tak tercatat adanya barang bagasi, maka calon penumpang tersebut diputuskan ditinggalkan, dan pesawat akan tutup pintu untuk take off.
6. Dalam keadaan demikian, pihak penerbangan tak bisa disalahkan atau dituntut. Calon penumpang harus menanggung sendiri kerugian akibat kelalaiannya sendiri.
Nah, kalau ada aturan lain atau kebiasaan lain dari apa yang diuraikan di atas, pembaca, silahkan tambah kurangi atau berbagi pengetahuan dan pengalaman.***