Ghense Tenzin Zopa memimpin doa di Candi Mendut. (Foto: Kemenpar)

Ghense Tenzin Zopa memimpin doa di Candi Mendut. (Foto: Kemenpar)

Ada saran dari para monk. Yaitu agar perilaku dan cara berpakaian pengunjung diperhatikan mengingat Candi Borobudur merupakan  tempat suci bagi umat Buddha. Pedagang asongan perlu ditata lebih rapi dan tertib sehingga keberadaan mereka tidak mengganggu kenyamanan wisatawan. Borobudur sebagai tujuan wisata religi perlu di persiapkan sarana dan prasarananya untuk keperlun ibadah, dan pengaturan pengunjung untuk keperluan wisata sehingga kelak  tidak mengganggu proses ritual ibadah.

Sejumlah 89 orang dari 7 negara semenanjung Indochina terdiri atas pemuka  agama Buddha, dari Travel Agent, dan jurnalis diajak oleh Kementerian Pariwisata mengikuti Familiarization Trip, diberi judul Trail of Civilization (Waisak 2560) ke Yogyakarta dan Magelang, pada  18 – 23 Mei yll.

Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Kemenpar, mempromosikan Pariwisata Indonesia pada momen Hari Raya Waisak 2560 yang dirayakan oleh masyarakat Buddha di seluruh dunia. Di Indonesia umat Budha merayakannya pada tanggal 22 Mei yang  dipusatkan di Kompleks Candi Borobudur. Upacara arak-arakan prosesi dimulai di pelataran Candi Mendut.

Sesi Business Matching di Hotel Ambarrukmo Yogyakarta.

Sesi Business Matching di Hotel Ambarrukmo Yogyakarta.

Diadakan juga pertemuan business matching antara travel agent / tour operator tamu dengan pengusaha pariwisata setempat.

Sebelum acara puncak perayaan Waisak,  Pre- Vesak digelar dalam bentuk Borobudur International Buddhist Conference,  pada 19 Mei diikuti oleh Monk, Asosiasi Buddha dan media dengan tema   “Borobudur the Mandala of  Enlightenment and World Peace” di Councourse Borobudur. Konferensi  itu memang pertama kali digelar  dan dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana.

   Pre event lain yang juga digelar adalah Sunrise Prayer yang dipimpin oleh Bikhhu Sri Pannyavaro Mahatera dan Geshe Tenzin Zopa di Candi Borobudur. Sedangkan  para TA dan TO/buyers dan media, mengikuti  Business Matching yang mempertemukan buyers dengan 21 seller dari Yogyakarta. ASITA Yogyakarta dan perwakilan PHRI-Yogyakarta pun ikut terlibat.

Saat-saat persiapan sunrise prayer di Candi Borobudur (pilgrimage tour).

Saat-saat persiapan sunrise prayer di Candi Borobudur (pilgrimage tour).

Puncaknya pada tanggal 21 Mei seluruh peserta famtrip mengikuti  Dharmasanti Waisak Nasional. Kegiatan ini dihadiri dan sekaligus diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Acara puncak ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama dan Walubi dihadiri sekitar 20.000 orang yang terdiri dari umat Buddha dari berbagai aliran baik dari dalam maupun luar negeri, tokoh agama lain dan diplomat dari beberapa negara.

Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan perwakilan Indonesia yakni KBRI, KJRI, KRI, dan VITO di masing-masing negara, bekerjasama dalam mendatangkan rombongan famtrip tersebut.***(Ekasanti)