Terminal penumpang bandara Frans Kasiepo di Jayapura, Papua, ini sudah maju. Tinggal upaya menarik lebih banyak penerbangan beroperasi ke sana. (Foto: AH)

Terminal penumpang bandara Frans Kasiepo di Jayapura, Papua, ini sudah maju. Tinggal upaya menarik lebih banyak penerbangan beroperasi ke sana. (Foto: AH)

Ada rencana pembukaan rute baru penerbangan yang terkendala lantaran belum siapnya bandara. Garuda Indonesia menunda pembukaan penerbangan ke Maluku Tanggara (Malra) karena fasilitas penunjang bandara belum memadai.
Direncanakan maskapai itu hendak melayani penerbangan Ambon Tual dan Saumlaki pada september 2014, tetapi karena fasilitas penunjang bandara belum memenuhi syarat, ditunda hingga Oktober, seperti diberitakan kata Manajer PT Garuda Indonesia cabang Ambon, Sonny Pongoh.
Sonny mengatakan, bandara Saumlaki belum memiliki pagar, mesin X-Ray, hand metal detector dan jaringan operator telepon belum berfungsi dengan baik.
“Pagar di landasan bandara merupakan hal yang penting, karena hal tersebut merupakan faktor keamanan pesawat, selain itu tersedianya jaringan telepon juga harus tersedia dengan baik untuk operasional manual,” kata dia.
GIA akan mengoperasikan pesawat terbang tipe ATR 72/600 sekelas pesawat milik Wings Air dengan kapasitas penumpangnya berbeda. Pesawat type ATR 72 dioperasikan untuk jarak pendek bermesin twin-turboprop,  berkapasitas 78 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang,
Rencana penerbangan komersil perdana Trigana Air yang dijadwalkan pada tangal 18 Agustus juga gagal, juga ke kawasan timur Indonesia, dikarenakan persiapan Bandara Trunojoyo belum matang. Diberitakan oleh tribunnews.com, penyempurnaan landasan pacu belum diketahui kapan selesainya.***