Kelas yoga di Lotus Yoga Retreat,Goa,India.(Foto:lotus-yoga-retreat.com)

Kelas yoga di Lotus Yoga Retreat,Goa,India.(Foto:lotus-yoga-retreat.com)

Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kesimpulan dari forum-forum diskusi di hari kedua penyelenggaraan WTM London 2016 baru-baru ini. Diantaranya, dibahas dalam program WTM London Wellness Travel Symposium. Di situ dikemukakan, perekonomian bidang kesehatan global sekarang bernilai 3,7 triliun dollar AS, dimana 563 miliar dollar AS diantaranya dihasilkan dari sektor pariwisata kesehatan global. Sektor ini tumbuh hampir dua kali lebih cepat daripada pertumbuhan pariwisata secara keseluruhan.

Di simposium dipresentasikan studi-studi kasus diantaranya India dengan citra “tanah yoga”-nya, dan Islandia dengan Blue Lagoon-nya. Di Inggris, kota-kota spa seperti Bath dan Buxton melihat kebangkitan pariwisata kesehatan. Pemerintah Wales berencana membangun Llanelli Wellness and Life Science Village senilai 200 juta poundsterling di salah satu titik di garis pantai selatan Wales. Proyeknya merupakan kerja sama antarlembaga perguruan tinggi yang juga akan melibatkan swasta.

Pijatan (massage) Indonesia dan ramuan spa tradisional sebenarnya dicari oleh wisman dan mereka mengakui menikmatinya. Wisman keluarga dari Timur Tengah banyak mencari resor yang menyediakan fasilitas spa.

Dari destinasi-destinasi yang menjadi narasumber terungkap, betapa pentingnya kemitraan antara sektor publik dan swasta ketika mengembangkan pariwisata kesehatan (begitupun pariwisata secara umum, red.).

Contoh besar lain dari kolaborasi lintas batas itu adalah UNWTO Silk Road Program yang mencakup 33 negara. Kolaborasi lintas batas tersebut mulai dari Italia dan Yunani di barat hingga ke Cina dan Jepang di timur. Delegasi yang hadir di UNWTO Silk Road Seminar mendengarkan bagaimana kolaborasi lintas batas dilakukan. Juga mengenai berbagi di media sosial dapat membantu mempromosikan pariwisata berkelanjutan.

Politimi Vrachati, Kepala Publikasi dan Media Audio-visual Organisasi Nasional Pariwisata Yunani, menyarankan kepada delegasi, untuk “mempromosikan pengalaman, bukan hanya tempat” dan “menyempurnakan seni bercerita”.

Kirgistan, salah satu negara di Asia tengah yang berada dalam jaringan Silk Road, mengatakan, mengunggah pesan di media sosial juga bisa menggerakkan orang-orang untuk melakukan aksi nyata seperti merekrut relawan membantu membersihkan gletser baru-baru ini di Kirgistan.

Pada hari itu, destinasi-destinasi, operator-operator perjalanan, maskapai-maskapai penerbangan dan para menteri memperdebatkan berbagai macam cara untuk meningkatkan perjalanan dan pariwisata di seluruh dunia. Begitu digambarkan dalam siaran pers WTM London 2016 hari kedua.*** (Yun Damayanti)