(Gambar ilustrasi). Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama para pejabat eselon I dari struktur organisasi lama ketika memberikan keterangan pada jumpa pers akhir tahun 2017 di Jakarta, pada 21/12/2017.(Foto: Humas)

(Gambar ilustrasi). Menteri Pariwisata Arief Yahya (ke-3 dari kiri) bersama para pejabat eselon I dari struktur organisasi lama ketika memberikan keterangan pada jumpa pers akhir tahun 2017 di Jakarta, pada 21/12/2017.(Foto: ITN)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Struktur baru organisasi Kementerian Pariwisata telah diterapkan dengan dilaksanakannya pelantikan para pejabat yang menempati posisi dalam struktur organisasi baru tersebut. Pelantikan telah dilaksanakan di kantor Kemenpar, Kamis siang  (4/1/2018). Pejabat yang dilantik terdiri atas 4 pejabat Eselon I berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) no. 146/TPA TAHUN 2017,   11 pejabat Eselon II dan  316   pejabat Eselon  III  dan IV dan Pejabat di lingkungan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dan Badan Pelaksana Otorita Borodudur. Demikian siaran pers dari Humas Kemenpar.

Menpar Arief Yahya  dikutip dalam siaran pers itu menjelaskan, struktur organisasi lama masih dominan menggunakan dimensi fungsi (functional structure), sedangkan dalam organisasi baru menggunakan dimensi customer  sebagai primary dimension. “Pada hakekatnya Kemenpar adalah kementerian pemasaran. Tugasnya  adalah memasarkan  produk destinasi wisata untuk mendatangkan 20 juta wisman, bukan sekedar menjalankan aktivitas rutin kepemerintahan,” kata Arief Yahya.

Kemenpar itu tak beda jauh dengan perusahaan, yakni  punya target tahunan dan punya omset yaitu, jumlah devisa wisman yang dihasilkan tiap tahun.  Bedanya, kalau di perusahaan, omset (profit) itu masuk ke kantong pemegang saham, sedangkan  di Kemenpar omset itu dikembalikan ke masyarakat demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, kata Menpar Arief Yahya.

Kemenpar menjadi lebih berfokus pada pelanggan  atau wisatawan dan  diharapkan akan lebih sensitif dalam memahami kebutuhan wisatawan dan lebih adaptif menciptakan produk-produk wisata untuk memenuhi kebutuhan mereka (wisatawan). “Karena pada hakekatnya bisnis pariwisata adalah bisnis pengalaman (experience), maka dengan struktur organisasi baru ini kita harus mampu menciptakan extraordinary experience kepada wisatawan,” kata Menpar.

Struktur baru organisasi Kemenpar,  menurut Arief Yahya, cukup compact terdiri dari empat deputi yaitu: (1) Deputi Pengembangan Pemasaran Zona I, (2) Deputi Pengembangan Pemasaran Zona II, (3) Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, dan (4) Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Pariwisata. Semuanya akan  lebih fokus kepada wisatawan.

Untuk struktur Deputi Pengembangan Pemasaran disusun dengan menempatkan dimensi area sebagai primary dimension (area-based structure) mewakili originasi wisatawan atau customer yang terbagi dalam dua kelompok besar area yaitu: Zona I terdiri atas Indonesia, ASEAN, Australia, Oceania dan Zona II mencakup Asia, Afrika, Amerika, Eropa.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata meliputi tiga area kerja yaitu Regional I untuk wilayah Barat, Regional II wilayah Tengah, dan Regional III wilayah Timur Indonesia.

“Di samping mengembangkan destinasi wisata di tiga regional tersebut, deputi ini juga bertanggung jawab mengembangkan investasi pariwisata dan mengembangkan infrastruktur/ekosistem kepariwisataan,” kata Arief Yahya.

Diperlukan tim kerja yang solid, ditegaskan kembali oleh Menpar.  Untuk ini para pejabat yang baru dilantik merupakan tim yang bekerja dalam satu kesatuan dalam rangka mencapai target  dan  indikator  kinerja utama yang jelas dan terukur secara kuantitatif maupun kualitatif.

Pemerintah telah melakukan proses seleksi untuk  mengisi jabatan Eselon I di lingkungan Kemenpar yang dilakukan oleh Tim Seleksi Jabatan Tinggi Madya (Eselon I) yang anggotanya terdiri atas pejabat Kemen PAN& RB, Sekneg, BKN, Praktisi dan Akademisi. Sebelum dilakukan proses seleksi, calon pejabat Eselon I dan II terlebih dahulu harus mengikuti assessment yang dilakukan lembaga profesional. Sementara itu seleksi jabatan untuk Eselon III dan IV dilaksanakan melalui proses Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan)  yang  dipimpin  oleh Sekjen dengan anggotanya para Dirjen, Irjen, dan Kabadan Sumberdaya Kemenpar.***