Peserta Diklat Pemberdayaan Kemenhub.(Foto:BPSDMP/dephub.go.id)

Peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kemenhub.(Foto:BPSDMP/dephub.go.id)

Ini luar biasa bagi kaum muda! Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan menyelenggarakan kembali program Diklat Pemberdayaan Masyarakat bagi 48.335 orang secara gratis pada tahun 2017. Program diklat gratis ini meliputi diklat di bidang transportasi darat, laut dan udara. Program itu diutamakan bagi masyarakat golongan tidak mampu, daerah-daerah yang memiliki kesenjangan tinggi, dan pulau-pulau terpencil.

Program diklat gratis bersifat kursus singkat (short course). Lamanya sekitar 2 minggu. Diklat ini disiapkan untuk para lulusan SMA/sederajat yang belum mendapatkan pekerjaan.  Peserta yang lulus dari diklat akan memperoleh sertifikat yang bisa dipakai untuk bekerja.

Penyelenggaraannya dilakukan di 24 sekolah transportasi di lingkungan Kemenhub yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Antara lain, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh, BP2IP Sorong, Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun.

Pelabuhan di Serui,Papua.(Foto:NS)

Pelabuhan di Serui,Papua.(Foto:NS)

Diklat di sektor transportasi laut, khususnya pelayaran, disiapkan paling banyak dibandingkan di sektor udara dan darat. Dari kuota sebanyak 48.335 peserta, diklat di sektor transportasi laut mencakup 45.435 peserta, untuk di darat sebanyak 1.485 peserta, dan penerbangan sebanyak 1.415 peserta. Ini dikarenakan kebutuhan SDM di sektor transportasi laut sangat besar. SDM di sektor transportasi laut agar dapat memenuhi kebutuhan di pelabuhan, peti kemas, hingga pelayaran dan mendukung program tol laut pemerintah.

Kuota peserta diklat tahun ini jauh lebih besar dibandingkan kuota tahun lalu yang hanya 4.801 orang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan, BPSDMP bisa melaksanakan diklat bagi 1 juta orang pada periode 2017-2018, dimana 100.000 diantaranya adalah diklat gratis bagi masyarakat di daerah berkesenjangan. Selain itu, juga memberi kesempatan kepada anak-anak dari prajurit TNI/Polri yang tertarik bekerja di sektor transportasi untuk mengikuti program diklat gratis tersebut.

Ke depannya, untuk mereka yang lulusan SMP/sederajat, juga akan ditawarkan profesi di sektor transportasi.

Dalam siaran pers Kemenhub (28/1), Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo mengatakan, kuota diklat tahun lalu tidak banyak karena kegiatan baru dimulai pada Oktober sampai Desember 2016. Dari 4.801 kuota, terserap 4.361 peserta.

Program diklat tahun ini sudah dimulai sejak awal bulan Januari 2017. Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati, Aceh yang pertama kali mengadakannya. BP2IP Malahayati diberikan kuota 4.750 peserta. Kemudian disusul dengan pelaksanaan di BP2IP Barombong sejak tanggal 12 Januari 2017.

Dalam menyelenggarakan diklat, Kemenhub akan memperluas kerja sama dengan pihak lain. Diantaranya dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan SDM transportasi yang berkualitas.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maka diperlukan kemudahan aksesibilitas. Agar aksesibilitas lancar tentu memerlukan sumber daya manusia pelaksananya. Maka program Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan oleh BPSDMP Kementerian Perhubungan pada tahun 2017 bisa dimanfaatkan oleh destinasi-destinasi guna mempersiapkan aksesibilitas yang lancar, aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung.****