Grand Garden Cafe, Kebun Raya Bogor, Tempat Presiden Jokowi Menjamu “Ngopi Sore” Barack Obama

Pengunjung asing di KRB tampak menikmati saat beristirahat di Grand Garden Resto & Cafe.(foto: YD)

Pengunjung asing di KRB tampak menikmati saat beristirahat di Grand Garden Resto & Cafe.(foto: YD)

Nah, pembaca, inilah Grand Garden Cafe di Kebun Raya Bogor, di mana Barack Obama dijamu “ngopi sore” oleh Presiden Joko Widodo, Jumat 30/6/2017. (Ini pernah kita muat di sini pada 13/10/2014. Menyambut Raja Salman berada di Istana Bogor, hari tanggal 1/3/2017, kita muat kembali, tentang Kebun Raya Bogor ini.)  Begini:

Belum lama ini diberitakan restoran di Kebun Raya Bogor (KRB) telah dibuka kembali. Maka ketika ada kesempatan, penulis mengunjunginya lagi belum lama ini.
Deretan payung berwarna merah di ujung hamparan rumput hijau di taman cantik nan luas itu menarik perhatian. Dahulu restoran itu bernama Cafe De Daunan. Setelah berganti pengelola sekarang namanya Grand Garden Resto and Cafe.
image

 

Gambar: menyeruput rosella garden tea dan menyantap cheese quesadillas di tengah kehijauan rumput dan pepohonan dalam KRB rasanya seperti tidak berada di tengah kota Bogor.

itn-jokowi-obama-di-bogor-30062017-feaatured Pada siang hari saat jam makan siang pengunjung yang datang lumayan ramai. Tampak ada yang sedang menjamu kolega bisnisnya, sekelompok kecil ibu-ibu sedang arisan, kakek-nenek yang mengajak makan siang cucu-cucunya setelah berekreasi di KRB, dan pengunjung asing dalam kelompok-kelompok kecil datang silih berganti.

Restoran menempati gedung lama. Tanaman rambat yang dulu tumbuh subur kini tidak ada lagi. Mata leluasa memandang taman dan pepohonan rimbun yang menyerupai hutan di depan restoran. Angin semilir bebas berhembus. Rasa panas dan keringat yang bercucuran setelah berjalan kaki dari pintu masuk utama KRB dalam sekejap lenyap.

Secara konsep Grand Garden tidak terlalu jauh berbeda daripada restoran sebelumnya Cafe De Daunan. Konsepnya kini cenderung restoran dan kafe untuk keluarga. Kapasitasnya sekarang, indoor dapat mengakomodasi tamu antara 120-130 pax dan outdoor bisa untuk mengakomodasi sampai dengan 100 pax. Kapasitas maksimumnya bisa melayani tamu sekitar 200 pax. Christine juga tidak menyangka restoran yang baru sekitar dua bulan beroperasi suatu waktu sudah menerima tamu sampai 120 pax.

Tamu-tamunya didominasi oleh pengunjung/turis KRB. Ada yang datang sendiri atau berdua, ada pula yang datang bersama keluarga atau teman. Turis yang datang ke sini rata-rata dari Eropa terutama dari Belanda dan Jerman. Bagi turis yang menginap di Bogor, setelah hanya minum kopi di siang hari, banyak dari mereka kembali lagi untuk santap malam dan menikmati suasana kebun raya selama dua hingga tiga jam.

Meskipun jumlahnya tidak banyak, beberapa tamu asing bisa stay sampai restoran akan ditutup pada pukul sebelas malam. Yang datang bersama keluarga biasanya stay selama 2 jam. Tamu-tamu asing terkendala dengan transportasi makanya rata-rata tidak mau tinggal sampai terlalu larut malam.

Grup-grup yang dibawa oleh travel agent pun kini sebagian besar memasukan coffee break atau lunch di Grand Garden dalam kegiatan di obyek Kebun Raya Bogor. Pengelola restoran menyediakannya dalam bentuk buffet dan menggunakan bahan baku dari Indonesia terutama untuk sajian kopi. Kini permintaan santap siang di sini terus bertambah.
Manajemen restoran sedang mendekati kembali para travel agent khususnya yang berfokus di inbound dan overland dengan konsumen wisatawan mancanegara. Ada juga ide untuk melayangkan permintaan kepada Trip Advisor mengubah nama De Daunan menjadi Grand Garden.

Christine mengakui belum ada rencana menggabungkan paket restoran dan paket KRB untuk ditawarkan kepada para pengusaha perjalanan sampai sekarang. Pengelola restoran juga sedang mencari solusi agar tamu-tamu restoran yang mengadakan acara seperti arisan, ulang tahun, gathering perusahaan dan lain-lain, bisa mendapat penawaran harga yang sudah mencakup semuanya.
Sudah ada MoU antara KRB dengan restoran sebelumnya. Jadi diharapkan antara pengelola restoran yang baru dan KRB bisa melanjutkan kerja sama itu. Tentu kerja sama yang akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pengelola restoran sudah mengerti dengan posisinya yang berada di dalam kebun raya dan pasti akan mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat oleh pengelola Kebun Raya Bogor.

Segelas Rosella Garden Tea langsung menghapus dahaga di siang hari yang panas. Sepiring cheese quesadillas yang terbuat dari semacam roti pita tipis dan renyah dengan salad, cream cheese dan sambal salsa memenuhi permintaan perut yang sudah minta diisi. Kemudian ditutup dengan poffertjes. Pengelola restoran yang baru tidak menghilangkan signature menu yang sudah ada dari dulu dalam daftar makanan penutup.

Grand Garden juga menawarkan menu Indonesia antara lain nasi goreng, sate, pisang goreng, colenak, dan asinan bogor. Harga yang ditawarkan antara Rp 20-85 ribu per item kecuali untuk white dan red wine. Meskipun menawarkan bir dan anggur, makanan yang ditawarkan tidak ada yang mengandung babi. Jadi pengunjung lokal dan mancanegara sama-sama bisa menikmati bersantap di tengah grand garden di Kebun Raya Bogor.***(Yun Damayanti)  

Leave a Reply

Your email address will not be published.