Baiknya dipertegas lagi ide satu kapal pinisi sebagai “display” di pantai Losari Makassar.  Tiga hari yang lalu kita catat di sini gagasan menghidupkan pantai Losari dengan kapal pinisi, untuk wisatawan, dari dalam negeri apalagi dari mancanegara. Siapa yang bisa memulai investasinya?
Membuat kapal dengan tinggi 2,5 meter dan panjang 15 meter, membutuhkan waktu hingga enam bulan. Berat kapal dengan ukuran tersebut  bisa mencapai 80 ton.
Harga kapal Pinisi made in Bulukumba dengan ukuran tersebut adalah Rp 1,2 miliar.

Salah satu warga Bulukumba membuat kapal kargo dengan ukuran panjang 50 meter dan tinggi 12 meter. Ukuran kapal sebesar itu, harganya bisa mencapai lebih dari Rp 6 miliar.

Sekiranya tersedia model kapal ini, ditambatkan di sisi dermaga pantai Losari Makassar, lalu wisatawan dibawa oleh para guide naik turun meninjaunya, niscaya cerita guide akan didengarkan baik-baik. Tentulah ceritanya menarik. Seperti sudah ditulis oleh beberapa media, antara lain penulis republika.online, dasar cerita guide pada para tamunya kira-kira begini:

Pembuatan kapal pinisi tergolong unik. Untuk mempersiapkan lunas kapal, terlebih dahulu dilakukan semacam ritual adat. Setelah lunas siap, lambung kapal dibuat kemudian.  Membuat lambung kapal itu terlebih dulu, agar kuat.
Jika lambung kapal sudah siap, maka tulang dalam disiapkan. Kelengkapan kapal seperti dek dan kamar untuk penumpang dibuat setelahnya. Namun, kelengkapan kapal ini bisa juga tidak dibuat di Bulukumba. Setelah kapal siap, kelengkapan sering dibuat di Surabaya. Hal itu tergantung dari permintaan pemesan.

Pembuatan Kapal Pinisi bisa memakan waktu bulanan hingga tahunan.

Peminat kapal pinisi Bulukumba tidak hanya warga lokal. Warga asing seperti dari Spanyol dan Prancis kerap memesan kapal dari Bulukumba. Namun, warga sekitar juga memanfaatkan kapal untuk mencari penghasilan.

Untuk membuat kapal tersebut, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Kapal kargo itu dikerjakan 10 orang.

Yang lebih unik lagi, teknik pembuatan Kapal Pinisi tidak didapat dari pendidikan sekolah. Pengetahuan tentang pembuatan kapal pinisi diturunkan dari generasi ke generasi. Tetapi hebat bukan? Sudah ratusan tahun kapal-kapal pinisi tersebut mengarungi bukan hanya laut di Indonesia, tetapi juga menyeberangi lautan hingga ke benua lain.

Maka, para wisatawan akan memerlukan waktu sekitar satu jam di pantai Losari. Selain menikmati ombak kecil yang menggoyang-goyang kapal, mendengar cerita sang pramuwisata, nah, di daratan kalau ada tempat “ngopi yang cozy”, perlu setengah jam duduk menikmati matahari sedang turun ke balik garis horizon laut. Senja hari…

Para operator tur pun boleh jadi menawarkan tur ke Bulukumba, desa tempat pusat pembuatan kapal pinisi. Jauh, empat jam perjalanan, namun bagi yajg tertarik, jarak itu akan bisa diterima.***