Menpar Arief Yahya sesaat setelah menerima dua Awards sekaligus pada acara sidang UNWTO di Chengdu, Tiongkok,Jumat (15/9). . Dua penghargaan di ajang UNWTO Video Competition 2017 diraih video promosi pariwisata Indonesia, (Foto:Ist)

Menpar Arief Yahya sesaat setelah menerima dua Awards sekaligus pada acara sidang UNWTO di Chengdu, Tiongkok, Jumat (15/9). Dua penghargaan di ajang UNWTO Video Competition 2017 diraih video promosi pariwisata Indonesia, (Foto:Ist)

Kalau laporan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) bulan Agustus mencapai 1,35 juta lagi berarti seat capacity kita sudah cukup, kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada pers minggu lalu saat Rakornaspar III di Jakarta. Ternyata BPS mengumumkan kemarin jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Agustus 2017 mencapai 1,4 juta wisman, tumbuh 36,11 persen dibanding jumlah kunjungan pada Agustus 2016, yaitu dari 1,03 juta kunjungan. Secara kumulatif Januari–Agustus 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,25 juta kunjungan atau naik 25,68 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman  pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,36 juta kunjungan. Itu menurut laporan BPS yang diumumkan di laman website-nya kemarin.

Terkait kapasitas angkut penerbangan luar negeri (aksesibilitas udara), Arief Yahya menyatakan waktu itu, airlines itu jadi critical sucess factor keberhasilan pariwisata.  Itu salah satu kelemahan indonesia (selama ini). Untuk mencapai 5 juta wisman kita membutuhkan addtional seats capacity sebesar 4 juta. Dua juta di antaranya sudah dipenuhi pada Desember 2016. Jadi selama 2017 masih kurang dua juta. Namun kalau dilihat performansi bulan Juli 2017 itu sudah menembus angka 1,35 juta. Artinya kalau kita pertahankan angka itu dikalikan 12 bulan bisa tercapai 15,6 juta. Bahkan lebih. “Saya belum hitung detil tapi dari kenyataaan yang ada (aksesibilitas udara) sudah cukup capacity-nya, kata Menpar waktu itu.

Data dari BPS kemarin terlihat begini:

itn-statistik-wisman-agustus-2017***