Dalam dua minggu di pertengahan tahun 2015, tiga perusahaan kapal pesiar (cruise line) gobal mengumumkan akan membuka kantor cabangnya dan menempatkan (home port) kapal-kapal barunya di Asia. Carnival Corp. & Plc akan menempatkan lebih banyak kapal-kapalnya di Cina dan itu akan jadi dorongan besar bagi industri pariwisata ASEAN sebab rencana pelayaran kapal juga akan mencakup persinggahan ke negara-negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia dan banyak lagi.

Jumlah penumpang kapal pesiar mencapai rekor pada 2014 yakni sebanyak 22,04 juta, menurut data terbaru yang dikeluarkan oleh Cruise Lines International Association (CLIA). Angka tersebut menandakan peningkatan 68% daripada tahun 2014. Permintaan global untuk berpesiar telah berkontribusi sebesar 119,9 miliar dolar AS terhadap perekonomian. Angka tersebut termasuk mendukung terciptanya 939.232 lapangan kerja yang mempekerjakan karyawan penuh waktu dan pendapatan produktif total 39,3 miliar dolar AS. Pengeluaran langsung yang dikeluarkan oleh perusahaan kapal pesiar, penumpang dan awak kapal total 55,8 miliar dolar AS. Ini termasuk hampir satu juta karyawan penuh waktu dengan total pendapatan 39,3 miliar dolar AS.

Wisatawan kapal pesiar paling banyak masih tetap dari Amerika Utara dan Eropa dengan total pangsa pasar mencapai 84% dari jumlah total penumpang global. Asia Cruise Trends Study 2014 oleh CLIA menunjukkan, pariwisata kapal pesiar di Asia tumbuh dua digit, baik dalam kapasitas maupun sebagai pasar penumpang. Diantara tahun 2013 dan 2015, gabungan pertumbuhan setiap tahun jumlah kapal yang ditempatkan di Asia mencapai 10 persen. Volume pelayaran di dalam dan melalui kawasan Asia meningkat 11 persen. Kapasitas penumpang di Asia meningkat 20 persen.

Hasil penelitian CLIA juga menunjukkan, Cina merupakan pendorong utama pertumbuhan sektor ini di Asia. Dengan tambahan lebih dari 480 ribu wisatawan kapal pesiar dari Cina sejak 2012, gabungan pertumbuhan setiap tahunnya hampir mencapai 80 persen. Sekitar setengah dari 1,4 juta wisatawan kapal pesiar dari Asia ialah wisatawan Cina pada 2014.

Sepanjang tahun 2015, 26 perusahaan kapal pesiar mengoperasikan total 981 pelayaran di kawasan Asia dengan permintaan perjalanan singkat antara dua sampai enam malam mencapai 80 persen.

Pada bulan November tahun lalu, Asia Cruise Association yang kini telah menjadi CLIA Southeast Asia, memperkirakan total pasar Asia bisa tumbuh mencapai 4 juta di tahun 2020, atau naik 1,3 juta penumpang dari tahun 2012.

Satu grup wisman dari Australia mengikuti wisata susur sungai di Kalimantan Tengah sambil mengikuti workshop fotografi.(Foto:YD)

Satu grup wisman dari Australia mengikuti wisata susur sungai di Kalimantan Tengah sambil mengikuti workshop fotografi.(Foto:YD)

CEO Carnival Australia, juga Chairwoman CLIA Southeast Asia, Ann Sherry memprediksikan pertumbuhan wisata pesiar akan terus tumbuh di laut dan di sungai. “Singapura menjadi hub untuk pertumbuhan di Asia dan yang mengambil keuntungan sudah jelas, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia,” ujarnya. *** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)