Grup AccorHotels akan bebas penggunaan plastik sekali pakai pada 2022.(Foto: AccorHotels)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Menjadi bagian yang aktif dan berkomitmen dalam pengurangan penggunaan barang-barang plastik sekali pakai oleh pelaku indsustri perjalanan dan pariwisata bukan lagi sebagai tren melainkan menjadi kebutuhan. Karena industri ini memerlukan ketahanan lingkungan berkesinambungan agar bisnis dapat berjalan berkelanjutan.

Jaringan hotel global asal Perancis Accor berkomitmen mengikuti Global Tourism Plastic Initiative. Dan komitmen tersebut akan sepenuhnya diimplementasikan di hotel-hotel di bawah jaringan ini melalui penghapusan penggunaan barang-barang plastik sekali pakai (single-use plastic) pada akhir 2022.

Definisi single-use plastics adalah barang-barang yang dibuat dari plastik dan hanya sekali digunakan lalu dibuang. Contohnya, sedotan plastik, cutton buds, pengaduk minuman, gelas plastik, kantong untuk laundry atau bantal tambahan, air mineral kemasan, semua kemasan plastik (untuk makanan, pembungkus produk selamat datang, toiletris, dan lain-lain), peralatan makan dari plastik, dan kartu kunci plastik.

Bahan-bahan alternatif yang relevan akan dicarikan untuk setiap komponen tersebut dengan mempertimbangkan Life Cycle Assessments guna memastikan kinerja terrhadap lingkungan yang lebih baik. Itu merupakan solusi yang ditawarkan oleh hotel-hotel di dalam jaringan Accor.

Menyambut lebih dari 120 juta tamu dan melayani lebih dari 200 juta makanan setiap tahun, Accor mengambil perannya sebagai warga korporat yang bertanggung jawab dan bekerja dalam kerangka program pembangunan berkelanjutan selama 25 tahun terakhir.

Dengan lebih dari 200 juta produk plastik sekali pakai digunakan setiap tahun di semua area, hotel sudah mengurangi dampaknya secara signifikan. Beberapa hotel telah menggunakan solusi efektif dengan memilih alternatif yang lebih berkelanjutan. Sebanyak 94% hotel-hotel Accor telah menghilangkan penggunaan sedotan, cotton buds dan stirrers. Sedangkan 6% sisanya (kebanyakan di Cina) akan melakukannya pada akhir Maret 2020.

Hotel ibis di kota Manado yang berada di jantung waterfront city telah mengganti air mineral kemasan plastik di dalam kamar.Di setiap lantai disediakan beberapa water dispenser sehingga tamu-tamu bisa mengisi ulang tempat air yang dibawanya.Selain itu penggunaan dispenser untuk shampo dan sabun di kamar mandi. Inisiatif ini sudah tentu membantu kota mengurangi masalah sampah plastik.(Foto:YD)

Di dalam merek keluarga ibis, 89% hotelnya telah menggunakan dispenser untuk shampo. Ini berarti 2.087 hotel keluarga ibis sudah tidak menggunakan botol plastik sebagai wadah shampo. Hotel keluarga Accor ibis di Amerika Latin akan mengikuti inisiatif yang sama tahun ini.

Fairmont telah menggunakan standar konstruksi dan renovasi baru. Hotel-hotelnya menggabungkan keran penyaringan air di kamar untuk menghilangkan air kemasan sama sekali. Ini merupakan contoh lain dari salah satu upaya merek hotel di dalam jaringan Accor.

Melangkah lebih jauh, merek terbaru dari Accor “Greet” diciptakan untuk menjawab kebutuhan para tamu yangmana DNA merek ini adalah akomodasi bebas plastik. Tidak ada plastik sekali pakai saat sarapan dan piring yang dapat digunakan kembali untuk mentega dan selai. Selain itu, tidak ada plastik sekali pakai di kamar dan bagian hotel lainnya. Accor berencana untuk membuka 10 hotel lainnya di Eropa pada tahun ini.

Selain itu, beberapa hotel Accor dalam portofolio grup merek-merek terkemuka dunia – termasuk Novotel Paris les Halles, Novotel Yangon Max, Myanmar; Sofitel Bogota, banyak hotel di Bali & Lombok, Indonesia; Ibis Styles São Paulo Anhem – telah mengambil langkah secara individual menjadi bebas plastik dan menuju ke arah 100% bebas penggunaan plastik sekali pakai.

Jadi, komitmen grup Accor sekarang termasuk penghapusan perlengkapan mandi dan gelas plastik sekali pakai individual pada akhir tahun 2020; penghapusan semua barang plastik sekali pakai tersisa yang masih ada di kamar tamu, area pertemuan, restoran dan semua area aktivitas rekreasi (spa, pusat kebugaran, dan lain-lain) pada akhir tahun 2022. Salah satu tujuan utama Accor selain mencari alternatif untuk plastik dan mengurangi dampak lingkungan adalah secara positif mengubah pola pikir umum secara global dengan mengadopsi logika 3R yakni Reduce, Re-use, dan Recycle. Markas besar grup akan memimpin praktik-praktik terbaik dan hotel-hotel akan meningkatkan inisiatif-inisitiatif dan solusi-solusi lokal mereka kepada tamu-tamunya.

Plastic pollution is one of the major environmental challenges of our time, and tourism has an important role to play in contributing to the solution,” kata UN Environment Programme Economy Division Director Ligia Noronha.

Dijelaskannya lebih lanjut, melalui Global Tourism Plastics Initiative perusahaan-perusahaan pariwisata dan destinasi-destinasi didukung untuk berinovasi, mengurangi dan mensirkulasi bagaimana penggunaan plastik, dan untuk meningkatkan sirkulasi dalam perekonomian kita sekaligus mengurangi polusi dari sampah plastik secara global.

Our efforts do not stop here. We are an innovative group by nature and we continuously search for more areas where we can reduce our impact on the global environment while helping our local communities in their efforts to create a healthier, more sustainable future,” kata Sébastien Bazin, Chairman & CEO Accor, dalam siaran pers.

Yang membimbing grup Accor adalah kesadaran dan kepedulian sosial yang mendorong setiap orang untuk berusaha menjadi warga negara yang baik. Ini tentang kesadaran, kepedulian sosial dan konsistensi. The Global Tourism Plastics Initiative dipimpin oleh Program Lingkungan PBB (UNEP) dan organisasi pariwisata dunia PBB (UNWTO) serta bekerja sama dengan Ellen MacArthur Foundation dalam rangka melawan limbah dan polusi plastik global.****(Yun Damayanti )