Sekitar abad ke-8 sampai ke-9, di negeri ini lahir para cendekiawan Muslim yang pengaruh dan peranannya masih dirasakan sampai sekarang. Di sini, kita juga akan menemui peninggalan dari hampir seluruh hegemoni kebudayaan dunia.

UZBEKISTAN-MAP-samarkand.info

     Kota Samarkand, tujuan wisata utama di Uzbekistan. Jaraknya 325 km atau sekitar dua jam perjalanan dengan kereta api cepat dari ibukota Tashkent. Registan, pusat kota di dalam dinding sepanjang sekitar 8 km berarti ‘tempat berpasir’. Registan adalah alun-alun besar, di ketiga sisinya dikelilingi kompleks madrasah, masjid, dan istana. Ketiga bangunan utama dibangun pada waktu berbeda-beda oleh dinasti Timurid antara tahun 1370 hingga 1500. Gerbang-gerbang besar, menara (minaret) kembar, ribuan ornamen dari keramik berwarna biru, dan marmer yang diukir seolah tampak sedang ‘menyangga kaki langit’.

Registan Square adalah jantung dari kota Samarkand kuno. Bangunan-bangunannya dibangun dengan pola arsitektur luar biasa dari perencanaan sebuah alun-alun kota. Ketiga madrasah adalah akademi bagi ulama Muslim sejak abad pertengahan. Madrasah Ulugbek, madrasah tertua, dibangun pada 1417-1420, kemudian Madrasah Sher Dor (1619-1636) dan yang termuda, Madrasah Tillya Kori (1646-1660).

Gerbang nan megah dengan jendela-jendela melengkung di Madrasah Ulugbek menghadap ke alun-alun. Sudut-sudutnya diapit menara-menara tinggi dengan bentuk proporsional. Panel mosaik di atas lengkungan pintu masuk dihiasi dengan ornamen berbentuk geometris. Halaman dalamnya berbentuk persegi terdiri dari sebuah masjid dan ruang-ruang kuliah yang dibatasi dengan kamar-kamar asrama tempat para murid tinggal. Ruang-ruang galeri berada di sepanjang lorong. Awal mulanya, Madrasah Ulugbek adalah sebuah bangunan bertingkat dua dengan empat ruang kuliah di setiap sudutnya. Madrasah ini menjadi salah satu universitas Islam terbaik di abad XV.

Yalangtush Bakhodur memerintahkan pembangunan madrasah Sher Dor dan Tillya Kori pada abad ke-17. Madrasah Sher Dor dirancang oleh arsitek Abdujabor. Dekorasi Madrasah Sher Dor tidak sehalus seperti zaman keemasan arsitektur Samarkand di abad ke-15. Khusus di Madrasah Tillya Kori, di sini bukan hanya menjadi tempat belajar dan latihan para murid namun juga memainkan peran sebagai masjid utama. Fasad utama bangunan madrasah ini tampak bertingkat, halaman dalam yang luas dibatasi ruang-ruang asrama dengan empat ruang galeri di sepanjang koridor. Bangunan masjidnya terletak di bagian barat halaman. Ruang utama masjid semuanya dilapisi emas.

Masjid Bibi-Khanum. (Foto:R.Torres/samarkand.info)

Masjid Bibi-Khanum. (Foto:R.Torres/samarkand.info)

Amir Temur membangun Masjid Bibi-Khanum pada 1399 setelah memenangi pertempuran dengan India. Masjid Bibi-Khanum dianggap sebagai bangunan kubah terbesar di dunia Islam saat itu. Sebelum Kaisar Mughal membangun Taj Mahal di tepi Sungai Yamuna di Agra, Amir Temur telah mendedikasikan Masjid Bibi-Khanum kepada istri tercintanya, Ratu Bibi-Hanim. Masjid ini berdiri di samping sebuah pasar tradisional yang ramai dimana pengunjung bisa menemukan aneka buah berwarna-warni, sayuran dan rempah-rempah wangi yang tumbuh subur di Uzbekistan.

Dari Samarkand tujuan berikutnya adalah Bukhara, daerah di mana Imam Bukhari dan Ibnu Sina dilahirkan. Kota ini salah satu kota tertua di Asia Tengah, dipenuhi bangunan-bangunan masjid dan madrasah yang menakjubkan, dan pusat sejarah yang telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Bukhara, rumah bagi seniman paling terampil, madrasah-madrasah dari abad XV, kedai-kedai teh, dan pasar rempah-rempah. Kota ini juga dikenal sebagai “museum kota” karena memiliki lebih dari 140 monumen arsitektur.

Memorial Museum Imam Al-Bukhari. (Foto:Ist.)

Memorial Museum Imam Al-Bukhari. (Foto:Ist.)

Museum Memorial Imam Al-Bukhari menempati sebuah bangunan modern yang didirikan pada tahun 2001. Letaknya tidak jauh dari Samanid Mausoleum. Museum ini didedikasikan bagi Imam Muhammad bin Ismail al Bukhari, seorang peneliti Hadis dan teologi Islam yang luar biasa. Karya fundamental Imam Bukhari adalah Al-Jami’ ash-Shahih, sebuah buku yang banyak dibaca dan diikuti oleh umat Islam. Imam Bukhari mempelajari lebih dari 600.000 hadits (perkataan Nabi Muhammad s.a.w.) saat menulis buku ini. Di kalangan umat Muslim, Imam Bukhari diberi gelar ‘ Amirul-muminin filhadith,’ yang berarti “pemimpin kaum mukmin dalam ilmu Hadits”. Museum ini terletak di National Park street, Samanid. Museum buka pada hari Senin-Minggu pukul 9.00-17.00. Pengunjung harus membayar biaya masuk sebesar tiga dollar amerika.

Jika Anda sedang berada di Bukhara, mampirlah di Madrasah Nodir Devonbegi. Ada restoran mewah di halaman dalamnya. Restoran ini menawarkan hidangan lezat khas Uzbekistan seperti plov, dimlama, manti dan lain-lain. Tetamu yang sedang bersantap dapat menikmati pertunjukan tradisional di malam hari. Pengunjung dapat menikmati makan di dalam restoran dari Senin hingga Minggu pukul 9.00-18.00. Karena berada di dalam bangunan cagar budaya, ada biaya masuk yang harus dibayar sebesar $1 per orang.

Selain itu, jangan lewatkan kesempatan mencicipi teh Uzbekistan. Minum teh telah menjadi tradisi dan kedai-kedai teh adalah institusi yang bermartabat untuk memelihara kekayaan tradisi orang Uzbek. Di antara chaikhanas atau kedai teh, The Silk Road Spices Tea House yang terpopuler di Bukhara.

The Silk Road Spices Tea House, sebuah kedai rempah-rempah yang diawasi oleh Mirfayz Ubaydov. Dia pedagang rempah-rempah terkenal di Bukhara. Kedai tehnya terletak di Halim Ibodov street. Kedai itu menempati sebuah bangunan berarsitektur dengan dekorasi memukau. Kedai tehnya luas, furnitur yang unik diatur membentuk lingkaran sehingga grup besar pun dapat duduk bersama-sama dan menikmati minuman mereka.

Kedai teh yang usianya lebih dari 6 abad.

Kedai teh yang usianya lebih dari 6 abad.

Persiapan teh di chaikhana ini mengikuti metode tradisional dan membawa rasa yang sama dan aroma unik yang telah bertahan lama. Rempah-rempah yang digunakan rempah-rempah lokal yang populer di kalangan orang Uzbek untuk mempersiapkan jamuan minum teh. Teh tidak dicampur dengan bahan pengawet buatan ataupun ditambah bahan-bahan kimia. Di kedai teh ini, para wisatawan bisa mencicipi rasa teh Uzbekistan yang sebenarnya. Terkadang, beberapa jenis tanaman obat ditambahkan ke dalam minuman menjadikannya minuman sehat.

Hal lain yang menarik adalah berbelanja di bazaar. Ada empat bazaar tua yang masih tersisa, mereka dikenal dengan ‘kubah perdagangan Bukhara’. Bazaar di kota ini berada di dalam bangunan berbentuk kubah yang dibangun sejak berabad-abad lampau. Saat berada di dalamnya, pengunjung seolah ditarik kembali ke masa perdagangan di masa lalu. Persimpangan-persimpangan di jalan-jalan utama di kota Bukhara pada abad pertengahan merupakan kawasan perdagangan sehingga bangunan-bangunan berbentuk kubah itu disebut dengan taq (kubah) dan tim (pasar tertutup). Tiga bazar tertutup yang masih berdiri sampai saat ini adalah Taqi-Zargaron (pasar perhiasan), Taqi-Sarrafon (pasar penukaran uang) dan Taqi-Telpakfurushon (pasar penjual tutup kepala). Hingga kini ketiga bazaar tersebut tetap penting sebagai pasar di Bukhara. Bagi turis, di sana jadi tempat menemukan toko-toko suvenir dengan pilihan tak terbatas.

Di seluruh pelosok Uzbekistan, terutama di pusat-pusat kotanya, wisatawan akan selalu menemukan bazaar petani baik dalam ukuran kecil ataupun besar, yang bersih atau sangat ramai, dan semuanya sudah pasti dipenuhi aneka buah dan sayuran lokal. Di pasar petani kita dapat mencicipi buah-buahan dan sayuran, bahkan tak menutup kemungkinan bisa menemukan oleh-oleh kuliner juga.

Kanal Ankhor membelah ibukota Tashkent.(Foto:Ist.)

Kanal Ankhor membelah ibukota Tashkent.(Foto:Ist.)

Kembali ke ibukota. Sejak dahulu, Tashkent terkenal dengan taman-taman dan kawasan hijaunya. Tashkent adalah salah satu ibukota terhijau di dunia. Ruang hijaunya meliputi sekitar 35 persen dari wilayah kota. Selalu ada alasan untuk mengunjungi taman-taman dan ruang terbuka hijaunya, mulai dari berjemur sampai dengan jalan-jalan santai. Para pengunjung juga akan menemukan even olahraga atau acara menarik lainnya, serta tersedia pula banyak atraksi untuk anak-anak, terutama di taman-taman atau lapangan terkenal di tengah kota.

Taman kota pertama – taman publik – dibuka pada April 1882. Ruang terbuka hijau di tengah ibukota terdiri dari delapan belas taman berskala besar, dilengkapi dengan sejumlah taman kecil yang tersebar di seluruh pusat kota. Diperkirakan, setiap warga negara memiliki 68,4 meter persegi area hijau. Semuanya dipenuhi dengan pohon-pohon, semak-belukar, aneka macam bunga dan berbagai satwa liar.

Monumen Amir Temur terletak di kawasan Amir Temur Square. Monumen ini mudah diakses dari stasiun bawah tanah Amir Temur Square lalu melewati pedestrian bagi pejalan kaki. Monumen yang kini dikelilingi pohon-pohon berusia muda yang menggantikan deretan pohon-pohon tua berumur ratusan tahun, menciptakan latar belakang hijau di alun-alun. Seorang pejuang besar sedang duduk di atas kuda sambil mengangkat tangannya ke langit, itulah patung Amir Temur. Ada kata-kata bijak ditulis di bawahnya dan diterjemahkan dalam tiga bahasa, ” The strength is in justice”.

Sebelum monumen itu disebut dengan namanya sekarang, monumen yang dirancang pada tahun 1870 telah beberapa kali berubah nama. Pertama disebut Constantine Square karena monumen itu dirancang oleh seorang arsitek pada zaman kekaisaran Rusia. Pada tahun 1917 namanya diubah menjadi Monumen Pembebasan Pekerja, lalu monumen untuk memperingati 10 tahun Revolusi Oktober (1927), Monumen Stalin (1947), dan Monumen Karl Marx (1968). Nama Amir Temur Square dilekatkan sejak tahun 1993.

Ada saluran irigasi besar di tepian Sungai Ankhor yang melintasi Tashkent. Namanya kanal Ankhor, sebuah gambaran tepian sungai yang sangat indah di segala musim. Air di kanal dan banyaknya pepohonan menciptakan suasana musim panas yang sejuk dan menjadikan musim dingin yang indah. Kanal Ankhor juga mejadi tempat terkenal di kalangan orang-orang yang hobi berenang sepanjang tahun.

Berjalan di sepanjang tepian kanal yang indah dan tenang, pengunjung dapat melihat semua atraksi kota yang mengagumkan yang tercantum di dalam daftar dan terhindar dari panas terik matahari di bawah bayangan pepohonan. Ada kompleks memorial “Courage”, distrik perumahan Urda, tempat konser musik “Turkestan”, gedung kantor dan kediaman Presiden Uzbekistan “Aksaray”, gedung Senat, dan stadion “Pahtakor”.

Saat berjalan-jalan melalui kawasan permukiman Urda, ada sebuah jembatan modern pertama di Tashkent, Jembatan Urda, dibangun tahun 1913. Awalnya jembatan itu dibangun dari kayu dan batu bata. Di akhir abad XIX, Sungai Ankhor membatasi antara kota tua dan bagian baru kota.

Ke Uzbekistan berarti jalan-jalan di tengah Benua Asia, menyusuri jantung the silk road. Sebuah perjalanan ziarah lebih lanjut bagi umat Muslim dan napak tilas sejarah bagi umat Nasrani dan Budha. *** (Yun Damayanti, dari beberapa sumber)