(Foto: PT Pelni)

(Foto: PT Pelni)

 Berkapal pesiarlah di dalam negeri pertengahan Desember ini. Pelni menargetkan 250 wisatawan membeli paketnya, tapi hingga hari kemarin baru terjual 30 an. Paket pesiarnya berjudul  “Let’s Go Wakatobi” akan diselenggarakan selama 5 hari 4 malam mulai tanggal 11 sampai dengan 15 Desember 2015. Sama seperti akhir tahun lalu, “Let’s Go Wakatobi” akan menggunakan KM Kelimutu.

Fasilitas yang ditawarkan di KM Kelimutu yang digunakan untuk paket pesiar "Let's Go Wakatobi" oleh Pelni. (Foto: Pelni)

Fasilitas yang ditawarkan di KM Kelimutu yang digunakan untuk paket pesiar “Let’s Go Wakatobi” oleh Pelni. (Foto: Pelni)

Harga paketnya mulai dari Kelas 1 berharga Rp 4.750.000,00; Kelas 2 Rp 4.000.000,00; dan Kelas Wisata Rp 3.000.000,00. Harga paket termasuk tiket naik kapal, full board meals (sarapan pagi, makan siang, dan makan malam di atas kapal), transportasi menuju obyek wisata (boat), asuransi dan pajak.

Karena ini adalah fly and cruise trip, harga paket tersebut tidak termasuk biaya tiket pesawat menuju dan dari pelabuhan di mana paket tur ini berawal dan berakhir yakni di Pelabuhan Baubau, serta paket menyelam dan snorkeling yang masing-masing ditawarkan Rp 1 juta dan Rp 250 ribu.

KM Kelimutu akan mulai berlayar (cast off) dari Pelabuhan Baubau pada 11 Desember pukul 21.00 WIT. Destinasi pertama adalah Pulau Tomia, di sini akan ada dua waktu menyelam dan snorkeling di dua titik berbeda. Destinasi kedua adalah Pulau Hoga, juga ada dua waktu menyelam, pada pagi dan siang hari. Sebelum meninggalkan Pulau Hoga, peserta akan diajak menikmati matahari terbenam di salah satu pantainya. Destinasi ketiga, Pulau Wanci. Pagi hari peserta dapat menikmati menyelam dan snorkeling di perairan di sekitar pulau ini. Lalu pada siang sampai sore hari jalan-jalan di kota Wangi-wangi. KM Kelimutu kembali bersandar di Pelabuhan Baubau di Pulau Buton pada tanggal 15 Desember pagi.

Menurut PT Pelni, baru ada 34 peserta yang mendaftar. Idealnya, tur dapat terselenggara dengan jumlah peserta minimal 250 pax. Ada dua maskapai penerbangan yang melayani rute sampai ke Baubau melalui Makassar, Garuda Indonesia dan Lion/Wings.

Sebagian besar dari kita sudah tahu rasanya naik transportasi udara mulai dari kelas bujet sampai berlayanan penuh. Tapi, apakah sebagian dari kita ini tahu bagaimana rasanya naik transportasi laut di negeri yang dirangkai dari pulau-pulau besar dan kecil?

Bagi saya, berada di pantai dan berdekatan dengan laut, selalu bisa mengembalikan energi positif dan memberikan inspirasi. Namun, di beberapa daya tarik wisata pantai dan laut di mana nyaris tamunya semua orang asing, saya kerap kali merasa teralienasi di negeri sendiri di tempat-tempat itu. Dengan informasi dan akses terbatas menuju destinasi, fasilitas turisme yang masih sederhana di obyek wisata, mereka mau datang dari berbagai belahan bumi, mau bersusah payah meskipun dengan ongkos yang tidak kecil, pengalaman perjalanan otentiknya seolah impas membayar perjuangannya.

Tetapi, perasaan ‘terasing di negeri sendiri’ itu sejak akhir tahun lalu mungkin akan berangsur-angsur hilang. Perusahaan pelayaran nasional, PT Pelni, kali ini akan melaksanakan paket ketiga dari tujuh paket wisata pesiar yang direncanakan tahun ini. Paket pesiar dengan nama “Let’s Go” inilah, telah diselenggarakan dua kali selama tahun 2015, di Karimun Jawa pada musim libur Lebaran pertengahan bulan Juli lalu, kemudian di Raja Ampat pada akhir bulan Oktober.

Sebelum tahun ini berakhir, kenapa Anda tidak memberi ‘reward’ kepada diri sendiri setelah melalui dan menjalani tahun 2015 dengan sesuatu yang ‘lain daripada biasanya’, dengan menjelajahi perairan Wakatobi dan bermain-main di salah satu taman laut paling indah di dunia dengan kendaraan sendiri? *** (Yun Damayanti)