“Calon-calon bintang” di industri perjalanan yang ingin memperluas pengalaman praktisnya, berkesempatan terlibat dengan para pembicara terkemuka, dan belajar dari rekan-rekan mereka lainnya dari mancanegara di Bangkok tanggal 2-4 Juni 2015 ini. Selama tiga hari itu Kantor Pusat PATA di Bangkok,  akan menyelenggarakan PATAcademy-HCD ke-4 di PATA Engagement Hub di Thailand. Bertema “Pengembangan Sumber Daya Manusia, Tantangan Pariwisata Dekade Ini”, program ini dirancang bagi “calon-calon bintang industri perjalanan”, terbuka baik bagi anggota PATA maupun peserta dari non-anggota .

Direktur Sumber Daya Manusia, Penulis dan Pelatih dari Visa Worldwide Singapura Susan Chen akan menguraikan “Suksesi Perencanaan dan Pengetahuan Managemen Perhotelan/Industri Perjalanan” dalam sebuah diskusi yang akan membantu para peserta mengidentifikasi tren makro dan mikro industri; memahami pembuatan data-data dasar karyawan; menghubungkan sumber daya manusia yang ada dengan pengalaman pelanggan dan Return on Investment (ROI); menghubungkan strategi dengan alur manajemen yang mencukupi serta mengelola pengetahuan baik eksplisit maupun implisit.

Profesor Dr. Walter Jamieson, MCIP, dari College of Innovation Universitas Thammasat, Thailand akan membahas mengenai tantangan permintaan dan penawaran berapa jumlah staf ahli yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan saat ini dan masa depan di bidang pariwisata termasuk membahas peluang dan solusinya.

Para peserta juga akan belajar dari banyak studi kasus yang berhasil yang akan disajikan diantaranya oleh Ben Montgomery, Ketua PATA Thailand dan Direktur Manajemen Hubungan Bisnis Centara Hotels & Resorts, Thailand; Veera Pardpattanapanich, Rektor Dusit Thani College, Thailand; Claude Colombie, Direktur Sala Bai, Kamboja yang akan menyajikan sebuah studi kasus tentang konsekuensi dari integrasi Kamboja ke ASEAN dalam hal pekerjaan di sektor pariwisata. Studi ini melihat semakin banyak posisi menengah dan tinggi dalam suatu manajemen ditempati oleh orang-orang Kamboja sendiri, tapi akankah mereka lebih tertarik bekerja di luar negeri dengan gaji yang lebih tinggi dan peluang karier yang lebih terbuka lebar? Apakah industri perjalanan/hospitality di Kamboja akan mempekerjakan lebih banyak manajer di tingkat menengah dan tinggi dari negara-negara ASEAN, dimana tingkat pendidikannya lebih tinggi sehingga penduduk setempat tetap saja bekerja di tingkat pemula dengan posisi yang rendah?

Program pendukung lainnya termasuk mengunjungi Fakultas Humaniora dan Manajemen Pariwisata di Gedung Universitas Pariwisata Bangkok. Sekolah itu dilengkapi dengan fasilitas mumpuni yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk bekerja dalam pengaturan seperti di dalam lingkungan kerja yang sebenarnya, menawarkan berbagai kesempatan pelatihan di laboratorium simulasi hotelnya (kamar standar, suite, restoran, kedai kopi, dan dapur).

Di akhir program, para peserta akan dapat: menyiapkan dan membuat struktur presentasi atau sesi yang tepat bagi pendengar untuk mencapai tujuan terbaik; terhubung dengan pendengar sebelum, selama dan setelah sesi guna meningkatkan pengalamannya; mengembangkan kisah-kisah yang dapat membangkitkan emosi; dan sebagai pemimpin dapat mempengaruhi serta menginspirasi berbagai tindakan. Para peserta akan diberi kesempatan menampilkan keterampilan dan mempraktikannya selama sesi. Setelah berhasil menyelesaikan kursus, para peserta akan diberikan sertifikat PATAcademy-HCD, ” Certified Asia Pacific Visitor Economy Expert – Human Capital Development”.

PATAcademy-HCD terbuka baik bagi anggota PATA maupun peserta dari non-anggota. Tujuannya adalah untuk membangun pengetahuan dan jaringan bisnis melalui program pendidikan, sesi-sesi interaktif, studi kasus, memperluas jaringan kerja dan pertemanan, pertukaran ide, dan kolaborasi kelompok.

Pariwisata tumbuh secara global dengan kecepatan tinggi dan permintaan terhadap bakat-bakat terampil dalam sektor ini jauh melebihi pasokan. Bagaimana organisasi Anda akan mengatasi pertumbuhan fenomenal ini? Bagaimana bisa merekrut lulusan dari perguruan tinggi dari generasi sekarang dan masa depan untuk tertarik bekerja di sektor ini? Bagaimana kita bisa mempertahankan bakat-bakat itu di dalam sektor industri perjalanan? Apakah para pemimpin kita saat ini telah mempunyai rencana suksesi yang matang? Apa harapan Generasi X dan Y? Apakah kita memiliki kerangka kerja yang tepat untuk menjaga keterlibatan mereka? *** (Yun Damayanti)