Riyanto Sofyan di depan sesi World Halal Travel & Summit di Abu Dhabi, 20-10-2015. (Foto: AH)

Riyanto Sofyan di depan salah satu sesi pada World Halal Travel & Summit di Abu Dhabi, 20-10-2015. (Foto: AH)

Pada dunia internasional pun diperlihatkannya. Hotel-hotel di Lombok, Sumatera Barat dan Aceh baik mengambil perbandingan dengan pengalaman bisnis, atau best pactices yang diterapkan oleh kelompok hotel Sofyan sebagai hotel syariah. Kemana-mana kini diungkapkannya, bagaimana kelompok hotel itu bertransformasi dari hotel biasa ke hotel syariah, yang di pasar internasional kini lebih populer disebut sebagai hotel halal dalam kaitan dengan fenomena di dunia halal travel and tourism. Transformasi itu kenyataannya menghasilkan peningkatan penjualan. Maklumlah, tiga provinsi disebut tadi “digadang-gadang” oleh pemerintah hendak dijadikan dan  dikembangkan sebagai tiga destinasi utama untuk halal tourism.   Jadi, sebenarnya bisa juga dipelajari oleh hotel-hotel di lain daerah dari tiga provinsi tersebut.

Pada salah satu sesi World Halal Travel & Summit (WHTS) di Abu Dhabi, 19-21 Oktober 2015, pucuk pimpinan grup Sofyan Hotel, Riyanto Sofyan antara lain menyajikan pengalaman bagaimana pertumbuhan bisnis hotelnya di Indonesia semenjak bertransformasi dari hotel biasa ke hotel halal, dan pertambahan unit dari tadinya 3 hotel menjadi 13 hotel, dan 6 unit hotel lagi saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Beginilah perkembangan pertumbuhan bisnis hotel halalnya menurut periodisasi:

1993: tahap pengkondisian.

1998: klub musik santai ditutup. Sales hotel meningkat 19,55%.

1999: pelayanan minuman beralkohol dihentikan. Sales hotel meningkat 13%.

2000: operasi diskotik dihentikan. Sales meningkat 10%.

2002: prosedure resepsi tamu hotel sesuai syariah diterapkan. Sales meningkat 15%.

2003: merevisi keseluruhan SOP untuk memenuhi persyaratan syariah, dan menerima sertifikasi halal dari Dewan Syariah Nasional MUI.

Digambarkannya dengan grafis seperti ini:

TTI ah grafis riyanto sofyan hotel   Luasnya spektrum di dunia wisata halal tampak sedemikian kualitatif namun itulah rupanya yang telah dan akan  semakin meluaskan meninggikan pertumbuhan wisata halal di dunia. Di WHTS 2015 Abu Dhabi itu tak kurang dari 19 topik dibahas dengan narasumber para ahli dan professional dari negeri barat, timteng, dan timur. Termasuk Riyanto Sofyan, yang menyajikan bisnis hotel halal berjudul : Highlighting Success Stories From The Halal Travel Sector & Translating Them Into Best Practices.

Pelaku pariwisata Indonesia perlu menyikapi perkembangan tersebut. Bagi destinasi Lombok misalnya, sama seperti efek  branding, para stakeholders di sana perlu bersiap terus memenuhi janji suatu citra berkat Award. Maklumlah, Lombok di WHTS itu dianugerahi sekaligus 2 award: the world’s best honeymoon halal destination, dan, the world’s best halal destination. Hotel Sofyan menerima award sebagai the world’s best family-friendly halal hotel. *** (Lebih lengkap lihat di newsletter-pariwisataindonesia.com )