Burhasman (kiri) dan Maulana Yusran (kanan)

Burhasman (kiri) dan Maulana Yusran (kanan)

Di Kota Padang tahun 2012 tercatat jumlah kamar hotel anggota PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) 2.767, di Kota Bukittinggi 2.799 sehingga total 5.566 kamar. Menurut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, tahun 2009 ketika gempa 7,9 skala richter menghantam, sedang beroperasi keseluruhan kamar hotel di Sumbar berjumlah 3.774 dengan komposisi 21 hotel bintang dan 177 non bintang. Tahun 2012 itu, yang beroperasi sudah berjumlah 53 hotel bintang dan 168 non bintang.

Termasuk hebat pertumbuhan investasi sehingga sejak demikian banyak kerusakan dialami dari goncangan gempa tahun 2009 itu, dalam dalam tiga tahun jumlah hotel bintang justru meningkat 250 %.

Kadisparda provinsi Sumbar, Burhasman menerangkan, jumlah wisman yang dicatat dari direct arrival dengan penerbangan dari luar negeri, tahun 2012 jumlahnya lebih 36 ribu, naik dari 33 ribu wisman di tahun 2011. Bandara MIA (MInangkabau Internasional Airport) Padang, dewasa ini dilayani oleh hanya penerbangan langsung dari/ke Kuala Lumpur.  Penerbangan langsung Padang-Singapura sempat dilayani oleh Tigerair Mandala awal tahun ini, tetapi dihentikannya dengan pertimbangan jumlah penumpang tak mencapai tingkat load factor yang memadai secara komersial.

Itulah pertanyaan mendesak kini: kapan dan siapa airlines mau membuka lagi penerbangan dari luar negeri? Kapasitas bandara MIA masih terbuka lebar.

Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran, menerangkan bahwa sekarang ini sedang disiapkan pembangunan satu Minangkabau International Convention Center (MICC) di kota Padang. MICC itu berkapasitas luas lantai dasar ruang konvensinya 4500 M2. Lokasinya di jalan Bypass Km. 16, kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Ikua Koto, Padang.**