Didien Junaedy dan Panca Sarungu.(kiri-kanan)

Didien Junaedy dan Panca Sarungu.(kiri-kanan)

GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) akan melaksanakan kegiatan spesifik tahun 2017 untuk semakin langsung menggerakkan anggotanya mendukung perluasan penjualan produk wisata Indonesia ke pasar mancanegara. Tahun 2017 dipandang sebagai “momentum” untuk dengan kecepatan maksimum meningkatkan kegiatan penjualan produk wisata. Dua tahun terakhir ini dinilai kegiatan branding dan advertising yang dilancarkan Kemenpar secara global dan massif telah berhasil membangun citra  dan persepsi global terhadap destinasi Indonesia.

“Tahun 2017 ini terasa peran pelaku industri pariwisata kita amat signifikan untuk mampu menjual, atau selling the products,” demikian dinyatakan oleh Ketua Umum GIPI, Didien Junaedy di Jakarta usai memimpin satu rapat pleno organisasi di kantornya Rabu (22/2/2017).

GIPI akan melaksanakan FGD yang “lain dari biasanya”, kata Didien Junaedy. Tanggal 6 Maret 2017 ini segenap anggota GIPI yang 37 asosiasi bisnis akan diajak membahas hal-hal yang spesifik tekhnis bisnis bagaimana melaksanakan kegiatan penjualan dengan “harmonisasi dan sinergi Program Gerak Bersama 2017, di mana msing-masing Asosiasi anggota GIPI akan  dikoordinasikan oleh setiap Waketum,” demikian dijelaskan Panca Sarungu, Waketum GIPI bidang MICE dan IT.

Strategi Kemenpar sebagaimana sering dinyatakan oleh Menpar Arief Yahya untuk program selling adalah “industry led, government support“.

Setidaknya delapan kali FGD akan dilaksanakan oleh GIPI semester pertama tahun 2017 ini, bekerjasama dengan Kemenpar. Semua berfokus pada business practices , mengingat tujuan saat ini adalah “mendukung capaian 15 juta wisman di 2017”, kata Didien Junaedy.

Sangat perlu realisasi kegiatan harmoni dan sinergi antara anggota GIPI dan pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kegiatan PENJUALAN produk wisata. Para anggota GIPI berdasarkan fakta dan pengalaman mereka di lapangan, akan memberi masukan “bagaimana harmoni dan sinergi upaya meningkatkan efektifitas penambahan hasil penjualan produk wisata Indonesia tahun 2017, termasuk meningkatkan penjualan produk wista Bali and beyond,” kata Ketua Umum GIPI.

GIPI meyadari bahwa pelaku industri pariwista perlu memberi peran dan dukungan lebih banyak  untuk peningkatan efektifitas hasil penjualan dari kegiatan sales promotion, sales mission, famtrip, dan semacamnya yang diselenggarakan oleh pemerintah (pusat dan daerah), termasuk digitalisasi pemasaran pariwisata melalui ITX. Demikian pula mendukung charter flight, pembukaan rute baru oleh airlines, misalnya, setiap pembukaan rute baru atau frekuensi penerbangan baru, agar dipersiapkan ekspose dan promosi penjualan bersama, dls.***