Fasilitas toilet di Desa Sasak Sade (kiri) dan toilet umum di Pos 2 Taman Nasional Gunung Rinjani (kanan).

Fasilitas toilet di Desa Sasak Sade (kiri) dan toilet umum di Pos 2 Taman Nasional Gunung Rinjani (kanan).

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Nah, ada fasilitas umum (fasum) baru di obyek daya tarik wisata Desa Sasak Sade dan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah menuai keluhan dan kritikan dari wisatawan terutama dalam beberapa tahun terakhir, sekarang telah tersedia fasilitas toilet umum yang layak di kedua obyek daya tarik wisata tersebut.

Pembangunan fasum Toilet di Desa Sasak Sade sudah rampung. Di desa wisata yang berada di tepi jalan menuju pantai Kuta Mandalika itu kini telah tersedia dua bangunan toilet di dua titik. Salah satunya adalah toilet lama di bagian depan dekat pintu masuk desa yang telah direnovasi.

Di setiap bangunan toilet tersedia 3 bilik toilet wanita dan 3 bilik toilet pria. Jadi total 12 bilik di dua bangunan toilet umum. Dan 1 bilik toilet lagi khusus bagi penyandang disabilitas.

Ruang di Toilet di Desa Sasak Sade sekarang.(Foto:Taufan Rahmadi)

Ruang di toilet di Desa Sasak Sade sekarang.(Foto:Taufan Rahmadi)

Di Pos 2 di jalur trekking dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pun kini telah tersedia 8 bilik toilet. Pos 2 ini paling ramai karena dijadikan sebagai tempat beristirahat untuk makan siang juga tempat bermalam para pendaki. Dalam laman Facebook Pendaki Gunung netizen berharap fasillitas umum itu bisa dirawat dan tidak ada pendaki yang mengotorinya dengan vandalisme. Gunung Rinjani bukan hanya impian para pendaki lokal dan domestik tetapi juga telah menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Asia Tenggara, Asia, Eropa hingga Amerika.

“Dengan tuntasnya pembangunan toilet di Dusun Sade kita berharap ini dapat menjadi stimulan bagi daerah-daerah lain untuk melakukan hal serupa. Bahwa masalah amenitas harus menjadi prioritas di dalam pengembangan destinasi wisata di Indonesia,” ujar Taufan Rahmadi, PIC Mandalika Anggota Tim 10 Percepatan Pariwisata Kementerian Pariwisata.

Berapa rata-rata lama penggunaan toilet umum? Tidak lebih dari 5 menit per orang. Sebelumnya mungkin tidak pernah terpikir waktu sesingkat itu bisa sangat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kita. Dari bilik kecil yang selama ini dianggap tempat kotor dan tidak penting itu orang lain bisa me-ranking sejauh mana kepedulian dan kebutuhan terhadap kebersihan, sanitasi dan higienis bagi orang Indonesia.

Fasilitas toilet di Pos 2 Taman Nasional Gunung Rinjani.(Foto:Rijalul Fikri)

Fasilitas toilet di Pos 2 Taman Nasional Gunung Rinjani.(Foto:Rijalul Fikri)

Bagi destinasi dan obyek daya tarik wisata, kebutuhan terhadap fasum toilet yang layak dan memenuhi standar pariwisata— bagian dari ekspetasi pengunjung saat berada di destinasi dan daya tarik wisata—adalah bisa meningkatkan kepedulian masyarakat lokal terhadap kebersihan  dan kebutuhan sanitasi. Lebih jauh lagi, kebutuhan sanitasi dalam pariwisata bukan mustahil bisa membantu meningkatkan sarana sanitasi secara kuantitatif maupun kualitatif di wilayah yang belum tersentuh ataupun masih kekurangan.*** (Yun Damayanti)