Garuda Indonesia, kembali membuka rute baru domestik. Rute terbaru Bengkulu-Palembang PP resmi beroperasi mulai  Jumat (19/6). Rute ini akan dilayani menggunakan pesawat ATR 72. Belum ada maskapai penerbangan lain melayani rute ini.

Sebelumnya, Bengkulu baru terhubung dengan Jakarta dan Batam. Garuda sendiri melayani rute Jakarta-Bengkulu PP dua kali sehari. Akses udara langsung Bengkulu-Palembang akan lebih memudahkan mobilitas warga di provinsi yang terletak membujur di sepanjang pantai barat Sumatera ini langsung ke Medan, Jambi, Pangkal Pinang (Bangka), Tanjung Pandan  (Belitung), dan Tanjung Karang (Lampung), selain menghubungkannya keluar Sumatera seperti Jakarta dan Bali.

Selama ini warga di Bengkulu dilayani oleh perusahaan-perusahaan perjalanan darat dengan pelayanan yang lumayan bagus. Perjalanan darat menuju Palembang ditempuh selama 12 jam. Warga di kota-kota kecil di Provinsi Sumatera Selatan seperti Linggau dan Musi Rawas, dan Lampung yang berbatasan langsung dengan provinsi ini juga lebih suka menjadikan Bengkulu sebagai pintu masuk-keluar dari/ke daerahnya dibandingkan dengan mesti menempuh perjalanan darat menuju ibukota provinsi yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam. Bengkulu menjadi penyangga konektivitas bagi kota-kota di bagian selatan Sumatera.

M. Agus Kusrianto,General Manager Garuda Indonesia cabang Bengkulu.(Foto:YD)

M. Agus Kusrianto,General Manager Garuda Indonesia cabang Bengkulu.(Foto:YD)

Kini panjang landas pacu di Bandara Fatmawati Bengkulu telah mencapai 2.250 meter dengan lebar 45 meter. M. Agus Kusrianto, General Manager Garuda Indonesia cabang Bengkulu menggambarkan, dengan menggunakan pesawat B-738 SLF (seat load factor) rute Jakarta-Bengkulu yang dilayani Garuda telah mencapai di atas 77% mulai Januari 2015 sampai sekarang. Saat Garuda melayani rute ini dengan menggunakan pesawat CRJ 1000 dan B-732 tahun 2014 SLF-nya di bawah 70 persen.

“Penumpangnya sebagian besar berasal dari segmen pemerintahan, kemudian dari bisnis. Banyak kantor-kantor di Bengkulu yang masih menginduk ke Palembang karena dulu kan Bengkulu bagian dari Sumatera Selatan,” ujar Agus pada Bencoleen Travel Fair 2015 akhir Mei lalu.

Famtrip media dan perusahaan perjalanan

Pembukaan rute-rute baru oleh Garuda bukan hanya untuk menghubungkan antardaerah semata tetapi juga membuka dan mengeksplorasi potensi daerah yang menjadi destinasi. Beberapa titik di pantai Panjang sepanjang sekitar 7 kilometer merupakan tempat bagus untuk bermain selancar. Satu operator surfing di kota Bengkulu mengatakan, surfer dari Australia dan Selandia Baru yang sudah bosan main di Bali beberapa tahun terakhir mulai mengunjungi pantai Panjang. Mereka memilih Garuda karena menawarkan bebas bagasi untuk peralatan olahraga sampai dengan 23 kilogram. Peralatan olahraga yang mendapat fasilitas itu termasuk papan selancar, stick golf, dan sepeda.

Selain pantai Panjang, Bengkulu juga memiliki daratan tinggi di Kepahiang yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan darat dari pusat ibukota provinsi. Bengkulu merupakan satu-satunya daerah jajahan Inggris di Indonesia sebelum ditukarkan dengan Temasek (Singapura sekarang). Peninggalan dari masa kolonial Inggris lebih banyak daripada Belanda di sini. Dan tentu saja bunga rafles (Raflessia arnoldii) yang ikonik yang membuat orang penasaran untuk melihat ketika bunga terbesar di dunia itu mekar.

Terkait dengan eksplorasi pariwisata di Bumi Raflesia, beberapa bulan sebelum BTF 2015 maskapai ini membawa agen-agen perjalanan di Bengkulu ke Jogja untuk mempelajari pengelolaan paket-paket wisata. Selain itu, bersama-sama dengan pelaku industri perjalanan dan wisata menyebarkan informasi mengenai pantai Panjang dan Pulau Tikus melalui media sosial Facebook. Maskapai juga mengadakan famtrip media yang diikuti oleh media lokal maupun nasional. *** (Yun Damayanti)