Maria Corazon Jorda-Apo, Direktur Grup Pengembangan Pasar Departemen Pariwisata Filipina. (Foto: YD)

Maria Corazon Jorda-Apo, Direktur Grup Pengembangan Pasar Departemen Pariwisata Filipina. (Foto: YD)

Wisatawan Indonesia berkunjung ke Filipina sebanyak 48.178 orang pada 2015. Jumlah ini meningkat 3% daripada 2014. Untuk menarik wisatawan muslim dari Indonesia dan negara lain, saat ini pemerintah Filipina mengakselerasi pengadaan infrastrukturnya.

Departemen Pariwisata Filipina (Philippine Department of Tourism/PDOT) sedang giat mengadakan berbagai seminar dan pelatihan pariwisata halal. PDOT tengah bekerja sama dengan banyak lembaga akreditasi untuk melaksanakan rencana membangun kesadaran pada pariwisata halal dan mendorong industri akomodasinya (hotel, resor dan restoran) memenuhi standar halal.

This year untill next year, we are moving to that direction. We encourage more private sectors especially in hotels and resorts like in Manila, Boracay, Palawan and Cebu to  become moslem-friendly, and at the same time, compliance to halal standard. Hopefully within the next two years, we will see more establishement hotels and properties with facilities to take care our muslim guests,” ujar Maria Corazon Jorda-Apo, Direktur Grup Pengembangan Pasar Departemen Pariwisata Filipina pada reporter penulis ini..

Dia tambahkan juga bahwa saat ini di Manila sudah ada akomodasi bersertifikasi halal seperti Shangri La Hotel di Makati City, Manila Hotel yang mempunyai dapur halal, dan Heritage Hotel di dekat kawasan Pasay. Ini juga mempunyai dapur hala. Beberapa akomodasi resor kota bintang-3 di kawasan Makati City juga sudah bersertifikasi halal.

Metro Manila, sama seperti Jabodetabek, terdiri dari 17 pemerintahan kotapraja, diantaranya  Ortigas. Di Ortigas terdapat sebuah pusat perbelanjaan, Greenhills namanya. Itu salah satu pusat perbelanjaan, hiburan dan destinasi wisata kuliner utama di Filipina. Di pusat perbelanjaan dan hiburan ini, pengunjung dapat menemukan 2.000 toko unik di dalam dan di luar ruangan. Di sini mudah sekali menemukan perhiasan dari mutiara, produk-produk busana, kain-kain dan berbagai macam aksesoris. Pengunjung dapat melakukan tawar-menawar dan pada saat yang sama juga dapat memasuki toko-toko yang menawarkan merek-merek mewah. Lokasinya 20 menit dari Bandara Internasional Ninoy Aquino dan berdekatan dengan banyak hotel.

Tempata-tempat atraksi wisata di sekitar Ibukota Manila dapat ditempuh dalam dua jam perjalanan dengan bis wisata atau mobil. Diantaranya, Danau dan Gunung Taal (311 mdpl) di Provinsi Batangas dan sumber air panas dan spa lumpur (mud spa) di kaki Gunung Pinatubo di Angeles City, Pampanga.

Meskipun kecil, Gunung Taal merupakan salah satu gunung berapi aktif di dunia. Danau dan gunung sebenarnya merupakan hasil dari letusan pada masa lampau. Danau dan gunung berapi yang kompleks itu terlihat indah dari Tagaytay Ridge, 50 kilometer dari Manila. Selama gunung berapi sedang tidak aktif, wisatawan dapat naik ke puncak Gunung Taal dengan menyeberangi danau. Pengunjung dapat memilih trekking, hiking atau berkuda menuju puncak kawah dan kembali menuruninya.

Di Angeles City, Pampanga, wisatawan juga dapat memanjakan diri dengan perawatan spa lumpur, berendam di sumber mata air panas, dilanjutkan dengan menguburkan bagian badan ke dalam kolam berisi abu vulkanik dan diakhiri dengan pemijatan.

Di bagian selatan Filipina warganya memeluk agama Islam. Pemerintah Filipina juga akan mempromosikan Davao, berada di bagian selatan, kepada wisatawan Indonesia. Di sana restoran-restoran halal dikunjungi wisatawan muslim yang tinggal di resor-resor yang bagus. Selain menjadi destinasi wisata petualangan, trekking ke Gunung Appo misalnya, Davao juga menjadi tempat peternakan mutiara dan anggrek dusit.

Bagi wisatawan muslim Indonesia, tersedia pilihan makanan berbahan dasar ayam dan hasil laut. Selain itu, wisatawan muslim tidak perlu khawatir mencicipi keju malagos buatan masyarakat Davao. Otap, kuliner khas Cebu, berupa biskuit wafer sangat tipis dengan rasa yang manis dan daging mangga kering berlapis cokelat dapat dijadikan oleh-oleh khas dari Filipina.

Budayanya memang dekat dengan Indonesia. Diantaranya, banyak kosa kata dalam bahasa tagalog hampir sama dengan bahasa Indonesia. Yang membuat Filipina unik daripada negara-negara ASEAN lainnya, kebudayaan hispanik amat berpengaruh dalam kebudayaan Filipina yang pernah lama dijajah oleh bangsa Spanyol.

Filipina dorong peningkatan konektivitas dengan Indonesia

Konektivitas antara Filipina dan Indonesia saat ini menghubungkan Manila dengan Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Konektivitas itu dilayani oleh maskapai Philippine Airlines dan Cebu Pacific.

Penerbangan Jakarta-Manila ditempuh selama  4 jam. Rute ini dilayani lima kali seminggu oleh Philippine Airlines dan enam kali seminggu oleh Cebu Pacific. Wisatawan Indonesia bisa berangkat pada Jumat malam dan kembali lagi pada hari Minggu malam. Jadwal penerbangannya adalah penerbangan tengah malam dari Jakarta. Jadwal penerbangan tersebut bisa menguntungkan wisatawan Indonesia. Tiba di Manila pada pagi hari, punya banyak waktu keliling kota sebelum check-in di hotel. Waktunya dapat dimaksimalkan.

Penerbangan langsung di rute Denpasar-Manila juga dilayani oleh kedua maskapai tersebut dengan frekuensi penerbangan yang sama seperti di rute Jakarta-Manila. Sedangkan rute Surabaya-Manila hanya dilayani oleh Cebu Pacific lima kali seminggu dengan jadwal hari Minggu, Senin, Rabu, Kamis dan Jumat. Rute ini bukan penerbangan langsung melainkan transit dahulu di Singapura.

PDOT telah mengadakan pendekatan kepada Garuda Indonesia sejak tahun lalu. Pembicaraan lebih lanjut akan dilakukan pada tahun ini. Pemerintah Filipina mempromosikan kepada Garuda turut melayani konektivitas antara Indonesia dan Filipina. Apabila Garuda turut melayaninya, itu akan memberi solusi baik bagi pariwisata Indonesia maupun pariwisata Filipina. Saat ini, Garuda baru mempunyai code share dengan Philippine Airlines.

Maria juga menjelaskan, bandara-bandara di Filipina tengah berekspansi. Setelah Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila menjadi pintu masuk internasional pertama, bandara internasional di Cebu telah ditetapkan sebagai pintu masuk internasional kedua. Bandara di Cebu semakin luas terkoneksi dengan kota-kota di ASEAN dan kawasan Asia Pasifik. Cebu merupakan hub di wilayah tengah Filipina. Pemerintahnya menetapkan wilayah tengah sebagai destinasi pantai dan leisure. Selain Cebu, di sana juga ada Boracay dan Bohol dimana pantai-pantainya pernah termasuk dalam daftar salah satu pantai terbaik di dunia.

Tahun ini Pemerintah Filipina menargetkan kenaikan jumlah wisatawan Indonesia 5%-10% daripada tahun 2015. PDOT akan melakukan berbagai aktivitas promosi, menempatkan iklan di koran-koran utama di Indonesia, di media sosial, dan mengundang selebritas Indonesia ke Filipina. Kegiatan pemasaran dan promosi akan dilakukan di kota-kota besar, Jakarta dan Surabaya utamanya, kemudian Bandung, Medan dan Bali.

Terkait dengan konektivitas, telah ditandantangani perjanjian antara Indonesia dan Filipina untuk mengkoneksikan Manado, Sulawesi Utara dengan Davao, Filipina pada saat ATF 2012 berlangsung di kota Manado. *** (Yun Damayanti)