Bandara Silangit di Balige, penerbangan langsung dari Batam dan Medan, dan kemungkinan rute ke/dari Jakarta. (Foto: AH)

Bandara Silangit di Balige, penerbangan langsung dari Batam dan Medan, dan kemungkinan rute ke/dari Jakarta. (Foto: AH)

Bepergianlah ke sana. Diselenggarakan 17-21 September 2014 ini, dipusatkan di kota Balige, Festival Danau Toba (FDT) kedua akan kembali digelar dan mengharapkan semakin banyak wisnus dan wisman berkunjung. Acaranya antara lain pagelaran opera Batak, pagelaran lintas budaya 10 etnis di Sumatra Utara, pagelaran massal tortor cawan tradisional yang dibawakan oleh ratusan penari, lomba solubolon atau perahu panjang, festival drum dunia, renang keliling pulau, renang rakyat, hingga lomba vocal solo, paduan suara dan lomba fashion show. Seperti tahun sebelumnya, juga datang peserta dari luar negeri.

Kota Balige, sama seperti  pusat wisata kota Parapat, berada di pantai danau Toba. Terdapat di situ kini 6 hotel dengan total jumlah kamar 400, dan untuk festival tahun 2014 ini, telah disediakan sekitar 400 kamar di home-stay. Tapi dari Parapat, berjarak sekitar satu jam berkendara mobil. Jadi, wisatawan yang tinggal di Parapat atau Pulau Samosir, dapat pergi dan pulang setiap hari yang diinginkan. Taksi sewa atau rental mobil tersedia  cukup banyak, bisa dengan sewa sekali antar atau jemput, ataupun sewa per jam.

Parapat dan Pulau Samosir memang selama ini menjadi pusat berlokasi akomodasi hotel, dan pusat kegiatan berwisata bagi wisnus dan wisman.

Namun di Balige sendiri  ada bandara Silangit, yang kini dihubungkan setiap hari oleh penerbangan dari Batam, dari Medan, dan khusus untuk periode festival kali ini, dikabarkan akan diadakan peerbangan dari Jakarta. Boleh dicek pada Lion Air, Garuda Indonesia atau Citilink dan Susi Air.

Di Balige berlokasi museum Batak, museum TB Silalahi Center, dan pasar tradisional lokal yang hingga kini tampak berubah bentuk dan tampilannya.

Dari tepi danau toba di sepanjang pantai yang berbukit-bukit, dari kota Balige, pemadangan danau itu meneduhkan hati dan pikiran.

TTI berita traveling festival danau toba 2013 dimuat 05092014 Wamen Parekraf Sapta Nirwandar didampingi tokoh masyarakat Sumatra Utara TB Silalahi dan para Bupati dari Danau Toba, meluncurkan event tersebut di Jakarta Kamis (4/9/22014) juga didampingi Dirjen Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuty dan Sekjen Kemenparekraf Ukus Kustaryo.

Kemenparekraf menginginkan sekali event ini dapat berlanjut terus dan semakin meningkat kualitasnya sehingga sungguh berefek promosi untuk mendatangkan semakin banyak wisnus dan wisman datang ke destinasi ini.

“Karena itulah konsepnya langsung dibuatkan untuk  tahap awal dirancang mencakup periode 2013 hingga 2017,” kata Wamen Parekraf Sapta Nirwandar. Event semacam ini haruslah ditentukan jadwalnya sejak jauh hari, dipersiapkan, dan dipromosikan, sehingga wisman di luar negeri pun dapat merencanakan perjalanan sedari dini.

Lebih dari itu, Sapta juga mengingatkan, event seperti ini memang dikonsepkan juga untuk mendapat peliputan dan penyiaran melalui berita-berita di media baik media mainstream maupun hingga media sosial dan para penulis serta fotografer. Sebelum dan setelah even, festival dengan destinasnya memperoleh nilai berita untuk disiiarkan, dan akumulasinya amemberikan “nilai promosi” yang besar.

Effeknya, bukan saja menarik wisatawan datang berkunjung di saat berlangsung festival. Justru diharapkan sebelum dan setelah festival sekali setahun itu terlaksana, wisatawan akan tertarik berkunjung sesuai jadwal wisatawan masing-masing. Para pelaku industri pariwisatalah yang perlu memproduktifkan peluang yang diperluas oleh hasil promosi tersebut.

Menurut data BPS yang diberikan oleh Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata di Medan, Mukhlis, jumlah wisman yang tercatat berkunjung ke Sumatra Utara berkembang seperti ini: 2011 = 223.126 wisman; 2012 = 241.263 wisman dan 2013 = 259.299 wisman.***