Illustrasi:Tari kecak di Pura Luhur Uluwatu,Bali, diadakannya setiap sore hari pada menit-menit menjelang matahari terbenam. Ketika penonton penuh, jumlahnya sekitar 1000-an orang, harga tiket masuk rp 100.000 per orang.(Foto:YD)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Kementerian parekraf sedang melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk mewujudkan kebijakan dan langkah bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia agar dapat mengurangi dampak pandemi terhadap bisnis pelaku usaha di industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Demikian disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam press statement kemarin Senin 23/3/2020. Pernyataan itu berjudul  “Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah COVID-19” yang disampaikannya lewat satu acara secara live streaming melalui kanal Youtube Kemenparekraf. Telah dimaklumi selain  itu pemerintah tengah dan terus berupaya mengatasi penyebaran wabah virus corona Covid-19,.

“Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 22 Maret 2020 mengenai refocussing kegiatan, realokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam percepatan penanganan Covid-19, Kemenparekraf juga sedang merealokasi berbagai anggaran untuk penanganan Covid-19,” ujar Menparekraf.

Setiap negara menghadapi tantangan berbeda-beda. Menparekraf menegaskan kembali bahwa Pemeritah Indonesia serius menangani wabah Covid-19 dan mengajak semua stakeholders pariwisata dan ekonomi kreatif mengikuti setiap arahan dari Pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 agar pandemi wabah ini bisa diatasi. Dan pada saat ini juga dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dan berbagai kalangan masyarakat.***(Yun Damayanti)