Dirut dan para pejabat BPOB (dari kiri ke kanan): Yohanes Sigit Widiyanto, Agustin Paranginangin, Indah Yuanita, (Direktur Utama), Agus Rochiyardi, Bisma Jatmika. (Foto:Ist)

Dirut dan para pejabat BPOB (dari kiri ke kanan): Yohanes Sigit Widiyanto, Agustin Paranginangin, Indah Yuanita (Direktur Utama), Agus Rochiyardi, dan Bisma Jatmika. (Foto:Ist)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Direktur Utama dan Pejabat Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) telah dilantik oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, terdiri dari Indah Juanita, Direktur Utama, Yohanes Sigit Widiyanto, Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BPOB, Bisma Jatmika, Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan BPOB, Agustin Paranginangin, Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, dan Agus Rochiyardi, Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB.

Pelantikan berlangsung pada Kamis 4 Januari 2018 di Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Tugas Utama BPOB adalah mengelola kawasan seluas 300 ha yang berlokasi di daerah Purworejo, dengan cakupan areal Yogya-Borobudur dan sekitarnya; Soli-sangiran dan sekitarnya; Semarang-Karimunjawa dan sekitarnya; dan area Dieng.

Diharapkan BPOB dapat membuat “Bali baru” dan mendukung program pencapaian jumlah kunjungan 20 juta wisman pada tahun 2020 (ralat: 2019, red.)

Untuk site Borobudur, Prambanan, Boko dan Sangiran tetap dikelola oleh pengelola yang sudah berjalan.

Berdasarkan Peraturan Presiden no 46 Tahun 2017 tentang pembentukan Badan Otorita Borobudur, untuk kepengurusannya diadakan Dewan Pengarah yang terdiri atas 18 Kementerian dan Badan Pelaksana Otorita Borobudur.

Borobudur, jika dibandingkan dengan objek heritage di beberapa negara destinasi pariwisata lainnya, mestinya sebagai faktor Atraksi dalam pariwisata Indonesia juga bisa menarik kunjungan wisman dalam jumlah jutaan. Agaknya ke sana pula tugas dari Badan Pelaksana Otorita ini.***