Di Palembang, Festival Sriwijaya, Pameran Kopi, Sosialisasi Promosi Pariwisata Mancanegara

Di hadapan para wartawan dari Jakarta itu pula, I Gde Pitana (tengah) menyerahkan secara simbolik buku Calendar of Event provinsi Sumsel, yang didukung produksinya oleh Kemenpar, kepada Kadis Pariwisata Sumsel Irene Sinaga (kiri). Vinsensius Jemadu (kanan). Pitana mengapresiasi Kadis Sumsel dengan selintas menjelaskan “aktivitasnya” pada pariwisata dan konsistensinya menerbitkan Calendar of Event yang jelas bermanfaat dan akan efektif memasarkan pariwisata daerahnya.(Foto:Fatoer)

Di hadapan para wartawan dari Jakarta itu pula, I Gde Pitana (tengah) menyerahkan secara simbolik buku Calendar of Event provinsi Sumsel, yang didukung produksinya oleh Kemenpar, kepada Kadis Pariwisata Sumsel Irene Sinaga (kiri). Vinsensius Jemadu (kanan) mendampingi. Pitana mengapresiasi Kadis Sumsel dengan selintas menjelaskan “aktivitasnya” pada pariwisata dan konsistensinya menerbitkan Calendar of Event yang jelas bermanfaat dan akan efektif memasarkan pariwisata daerahnya.(Foto:Fatoer)

Palembang itu sedang menerima dukungan banyak pihak, maklumlah, kota ini sedang berada di tengah count down atau hitung  mundur menyongsong pelaksanaan event akbar Asian Games 2018. Awal minggu ini event tahunan yang ke26 kali diselengarakan oleh Pemda Sumsel,—Festival Sriwijaya— dan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meramaikannya dengan mengadakan juga event promosi bertema kuliner mempromosikan kopi. Dan Kemenpar, yang punya program Sosialisasi Promosi Pariwisata Mancanegara pada Media Nasional, justru membawa acaranya dengan 25 wartawan dari Jakarta ke Palembang, pada awal minggu ini juga.

Dilaksanakan di Palembang, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pemasaran pariwisata mancanegara kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar).  Kepada 25 wartawan dari Ibukota itu, Deputi BP3M Kemenpar I Gde Pitana menjelaskan apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan di bidang pemasaran mancanegara demi pencapaian target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2017 ini.

Acara sosialisasi tersebut, diadakan di Palembang pada Senin (21/8). Esoknya para wartawan dibawa berkeliling untuk meng-up-date informasi beberapa tourist spot yang berpotensi bahkan ada yang sudah biasa masuk dalam city tour kota itu. Antara lain naik perahu motor menyusuri sungai Musi, dan ke “pulau Kemaro” berjarak sekitar setengah jam oneway dari lokasi start di bawah jembatan Ampera.

Kemudian menyaksikan jalannya Festival Sriwijaya, yang pada malam harinya diresmikan pembukaannya oleh Gubernur Sumsel Alex Nurdin dan Deputi BP3M, I Gde Pitana.

Menjelaskan pada para wartawan, Pitana didampingi Sekretaris Deputi BP3M Ni Wayan Giri Adnyani dan Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu. Antara lain diingatkannya lagi, bahwa untuk mencapai target (tahun 2017 ini) strategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk strategi pemasaran menggunakan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Timeline), strategi promosi dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), strategi media dengan pendekatan POSE (Paid, Owned, Social Media, dan Endorser) terutama pada pasar utama. Kegiatannya antara lain dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional.

Strategi pemasaran akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi. Di antaranya Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang); Bunaken – Wakatobi – Raja Ampat, Danau Toba, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Target pasar utama adalah; Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang. Kelima negara ini merupakan kontributor wisman terbesar bagi Indonesia.

Pada periode enam bulan pertama Januari-Juni 2017, kita mentargetkan 6,6 juta wisman dengan kontribusi terbesar dari 5 negara tersebut sebagai pasar utama. Target tercapai, kunjungan wisman Tiongkok pada semester I 2017 jumlahnya 996.968 melebihi target 960.000. Terjadi peningkatan signifikan sebesar 45,53 persen dari capaian 685.075 pada semester I 2016.

Secara keseluruhan jumlah kunjungan wisman periode Januari-Juni 2017 tersebut sebesar 6.478.069 orang, terjadi pertumbuhan 15,18 persen dibanding periode yang sama pada 2016. Data yang diolah dengan bekerjasama BPS dan Ditjen Imigrasi, tercatat 5.620.115 orang masuk melalui 19 pintu masuk utama dan 857.954 orang masuk melalui pintu lainnya.

I Gde Pitana mengatakan, tahun 2017 ini akan lebih fokus pada kegiatan hard selling.  Itu setelah dua tahun terakhir berhasil  membangun, memperkuat dan memperluas  branding Wonderful Indonesia ke pasar dunia, maka saatnya kini fokus memperkuat dan meluaskan  kegiatan hardselling, antara lain memadukan kerjasama dengan airlines dan para wholesalers, agen perjalanan, tour operator, dan lain-lain, di dalam dan di luar negeri.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.