Perusahaan AP I dan AP II yang mengelola bandara di Indonesia sesuai zaman NOW, praktis di setiap terminal kedatangan penumpang disiapkan di salah satu pojok atau ruangan dengan dekorasi yang menggambarkan suasana atau ikon pariwisata setempat. Di bandara BIM (Bandara Internasional Minangkabau), Padang, dekorasinya menampilkan pemandangan alam Lembah Harau. Setiba di sana, kita berselfie ria, dan tulis caption-nya: I am now in West Sumatra. AP I dan AP II mengelola seluruhnya 26 bandara di  bagian barat, tengah dan timur Indonesia. (Foto:AH)

Perusahaan AP I dan AP II yang mengelola bandara di Indonesia sesuai zaman NOW, praktis di setiap terminal kedatangan penumpang disiapkan di salah satu pojok atau ruangan dengan dekorasi yang menggambarkan suasana atau ikon pariwisata setempat. Di bandara BIM (Bandara Internasional Minangkabau), Padang, dekorasinya menampilkan pemandangan alam Lembah Harau. Setiba di sana, kita berselfie ria, dan tulis caption-nya: I am now in West Sumatra. AP I dan AP II mengelola seluruhnya 26 bandara di bagian barat, tengah dan timur Indonesia. (Foto:AH)

Kereta api Bandara Internasional Minangkabau (KA BIM) akan dioperasikan tak lama lagi. Kendati jadwal persisnya belum disebutkan, namun dikabarkan hari ini bahwa dengan selesainya seluruh pekerjaan konstruksi, Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau direncanakan diresmikan pengoperasiannya pada tahun 2018. Untuk kesiapan sarananya, PT. KAI (Persero) bekerja sama dengan PT. INKA sedang melakukan pengadaan 1 (satu) trainset KRDE, yang terdiri dari 3 kereta dengan total kapasitas 272 tempat duduk.

Humas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan hari ini mengutip Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, mengatakan, “Bahkan kami diinstruksikan oleh Menteri Perhubungan untuk melakukan pemantauan secara berkala ke lokasi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu”.

Perjalanan dari kota Padang dan sekitarnya menuju Bandara Internasional Minangkabau sejauh ± 26 KM, selama ini baru dapat diakses melalui moda transportasi jalan. Perlu waktu tempuh sekitar 45 menit dan bahkan lebih dari 1 jam pada saat-saat jam sibuk. Sejak tahun 2012, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian telah mencanangkan program pembangunan jalur KA Bandara Internasional Minangkabau (KA BIM). Program tersebut ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan melakukan pembebasan lahan di sepanjang jalur KA menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Terminal untuk check-in penumpang penerbangan di bandara BIM.(Foto:AH)

Terminal untuk check-in penumpang penerbangan di bandara BIM.(Foto:AH)

Stasiun di bandara BIM akan dilengkapi dengan lift dan eskalator yang terhubung dengan skybridge menuju ke terminal penumpang di bandara sehingga memudahkan pergerakan penumpang dari dan menuju stasiun BIM.

Pemerintah Pusat melalui APBN membiayai pembangunan tersebut dengan Rp 300 Milyar. Jalur KA BIM membentang sepanjang 22 KM (4 stasiun) dari Stasiun Padang hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM).***(dari:  inaca.or.id )