Daftar operator tour yang menangani wisman di setiap Daerah Tujuan Wisata – DTW – perlu disusun. Bahkan dibuat terbuka untuk diketahui publik, di internet, misalnya. Siapapun dengan mudah bisa mengakses, terutama yang berminat hendak mencari bisnis. Agen operator mana yang menangani wisman dari masing-masing pasar utama. Praktisnya, setiap Dinas Pariwisata mestinya memiliki daftar yang up-to-date. Maka secara nasional mudah dihimpun. Apalagi bila tampak dengan jelas, agen operator yang sangat aktif, yang kurang aktif, dan yang belum aktif, dan ditampakkan pula agen-agen operator mana yang berminat dan mau mempersiapkan diri mencari bisnis wisman untuk ditanganinya. 

   Daftar tersebut bagaikan peta dan pemetaan – mapping – kemana dan bagaimana membuka kesempatan baru mendatangkan wisman, dan dari pasar mana. Mapping Route yang akan ditempuh bisa menuruti target-target jumlah wisman yang diarahkan dari strategi dan taktis pemasaran yang dipaparkan oleh RKP – rencana kerja pemerintah.

   Anda mungkin telah membaca beberapa informasi bisnis berharga di bawah ini. Namun tetaplah menarik untuk dikompilasi dan berpotensi memberi inspirasi serta upaya innovasi guna mempertajam pendekatan  terhadap wholesaler dan agen penjual produk wisata di luar negeri, sebagai benchmarking.

   Inisiatif awal untuk mengembangkan bisnis bisa datang dari berbagai pihak yang berbeda, bisa dimulai oleh wholesaler, bahkan oleh airlines, atau oleh instansi pemerintah bidang pariwisata. Juga betapa menentukannya peran memperhatikan time-framing, penjadualan memulai kampanye dan konsisten memastikan produk yang dijual.

   Kali ini contohnya menyangkut Muangthai, Singapura dan Filipina.

 

Visit Thailand Year 2009

 

   Tourism Authority of Thailand – TAT – dan Thai Airways International, akan meluncurkan Visit Thailand Year 2009 pada 8 Oktober 2008 ini. Jadi, tigaa bulan sebelum memasuki tahun 2009. Salah satu program utamanya adalah mendatangkan lebih 900 orang dari travel agent, tour operator dan mass media dari luar negeri, antara tanggal 8 sampai 12 Oktober. Perusahaan penerbangannya telah siap menyediakan 840 tiket.

   Ini mengingatkan saya pada tahun 1980an. Saya beruntung termasuk satu di antara wartawan mancanegara yang diundang dua tahun berturut-turut mengunjungi Muangthai. Waktu itu, TAT setiap tahun manargetkan mengundang tak kurang 200 wartawan, penulis, fotografer berkeliling untuk mengetahui bagaimana negeri itu membangun, mengembangkan dan mempromosikan pariwisata.

   Untuk VTY2009 ini, juga menawarkan harga khusus promosi yang dinamakan “Amazing Thailand Fare” untuk penerbangan domestik yang dipergunakan terbang sejak tanggal 1 Oktober 2008 sampai 31 Maret 2009. Tiket tersebut dijual di kantor-kantor penerbangannya di luar negeri, untuk penumpang yang bepergian dari dan ke dan yang melalui Muangthai. Harga tiketnya dipastikan US$ 150 untuk pembelian tiga tiket pertama, dan US$ 60 untuk setiap tambahan per flight coupon.  

   Begitulah, VTY2009 diluncurkan sejak awal Oktober 2008, termasuk mengawali promosi dan aktifitas penjualan sekaligus.

 

Jepang mengejar 10 juta

 

   Jepang yang selama ini kurang memperhatikan pemasukan wisman, kini merealisir berdirinya  Japan Tourism Agency, mulai 1 Oktober ini, yang menargetkan mencapai 10 juta kunjungan wisman tahun 2010. Tahun lalu baru mencapai 8,4 juta wisman berkunjung ke negeri matahari terbit itu.

   Badan tersebut berada di bawah Kementerian Pariwisata, Perhubungan, Infrastruktur dan Urusan Pertanahan pemerintah Jepang.

   Pemerintah Jepang selama ini, seolah bukan hanya membiarkan, bahkan seolah mendorong agar warganya bepergian ke mancanegara. Maka rata-rata 20 juta setahun warga Jepang mengadakan perjalanan ke luar negerinya, menjadi wisman ke berbagai pelosok dunia.

   Nah, kalau sekarang pemerintahnya juga mulai pro-aktif melirik dan menarik wisman, Jepang pun menjadi potensi pesaing destinasi.

 

Inisiatif Wholesaler ke Filipina

 

   Tak kurang relevan dengan kita mengenai apa yang terjadi antara Eropa dan Filipina. Di Eropa, lebih banyak kini wholesaler yang memperkenalkan program baru mengunjungi Filipina, atau memperluas paket-paket yang selama ini ditawarkan. Disebutlah wholesaler Vacances Air Transact di Perancis meluncurkan produk baru, dengan ground-handler di Filipina adalah Baron Travel Corporation. Pemberangkatan pertama untuk paket wisata tersebut bulan Desember ini, dua kali sebulan sampai bulan Juni 2009. Bekerjasama dengan Cathay Pacific yang mengalokasikan 20 kursi pesawat tiap keberangkatan.

   Ada lagi di Swistserland. Produk berjudul “Adventure Philippines” yang baru diluncurkan telah menarik peminat dari para spesialis di Swiss. Misalnya, Bike Adventure Tours akan mencakup trekking di berbagai destinasinya, dari Luzon, Palawan, Cebu, Negros dan Bohol.

   Ini mengingatkan kita pada strategi pemasaran Depbudpar, yang ingin mengarahkan agar wisman berkunjung ke berbagai destinasi di luar Jawa dan Bali. Bagaimana agar konsep itu  dalam prakteknya bisa terlaksana?

   Perhatikanlah media mengutip pernyataan Sales Manager Wholesaler-nya – perusahaan bernama Team Reisen – di Swiss, yang mengatakan : “Satu paket wisata biayanya 35 persen lebih mahal dibandingkan kalau ke Bali, itu disebabkan oleh tidak adanya pilihan penerbangan. Koneksi terbaik, selain daripada penerbangan langsung KLM, adalah Singapore Airlines. Kami menantikan Philippines Airlines terbang kembali antara Eropa dan Filipina, sehingga harga akan lebih reasonable. 

 

Mengikat Travel Agent

 

   Satu lagi yang rada canggih. Formula One Grand Prix di Singapura diselenggarakan tanggal 28 September 2008, tapi didahului dengan lomba jumlah booking terbanyak di antara para agen penjual tiket Air France-KLM, sejak tanggal 1 Juli sampai 15 September 2008. Itu untuk memperebutkan tiket-tiket masuk ke Grand Prix keseluruhan bernilai US$ 10.700.

   Country manager di Singapura dari Air France-KLM dikutip media mengatakan: ”Kami mencapai penjualan dengan persentase kenaikan yang tinggi dan pastilah akan menggunakan tool yang berharga seperti ini, sebagai hadiah pada para agen yang mendukung dan setia, di masa datang”.

   Hadiah paling top rupanya jatuh pada Fortune Travel. Maka manajer penjualan korporit itu mengatakan bahwa insentive tersebut sangat unik, dan berharap airlines lain juga mau memberi insentive lebih banyak berupa tiket untuk menonton di tahun depan.

 

   Itulah beberapa contoh yang terasa bisa dipetik untuk membangun inspirasi dan kreatifitas baru, di Indonesia, yang berdaya saing ke pasar mancanegara, tentunya. Ya, bisa dimulai dari adanya daftar perusahaan yang kita maksudkan tadi. Why not ? ===