Hubungan pariwisata dengan keamanan linier. Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, jika indeks keamanan naik sepuluh persen maka pariwisata juga akan ikut naik sepuluh persen. Sebaliknya, jika turun sepuluh persen maka pariwisatanya juga akan ikut turun sepuluh persen. Jadi pariwisata sangat sensitif dengan isu ini.

“Ya jadi kita harus cepat recovery. Crisis center di Kementerian Pariwisata sudah langsung jalan sekarang,” ujar Menpar beberapa jam setelah peristiwa teror pada Kamis (14/1) di Jakarta.

PT AP II langsung berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Pengamanan akan semakin diintensifkan untuk memastikan keamanan di seluruh kawasan bandara dan menjamin keselamatan penumpang, kru pesawat dan para pekerja di bandara.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, “Hasil koordinasi dengan pihak Otoritas Bandara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II sejak akhir tahun lalu pengamanannya telah diperketat.

Terkait dengan kejadian hari itu (Kamis,14/1), telah diinstruksikan kepada seluruh bandara agar semakin intensif berkoordinasi dengan TNI dan Polri, dimana sebagai bentuk kewaspadaan maka frekuensi patroli pengamanan ditingkatkan, terutama untuk menyisir area publik, area parkir, dan memeriksa kendaraan secara acak atau random.”

Hari Kamis itu, operasional penerbangan baik di rute domestik maupun internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjalan normal.

Khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, selain Aviation Security, juga bersiaga sebanyak 150 personil Polri dan 332 personil TNI. Penambahan personil untuk menjaga keamanan bandara, salah satu obyek vital nasional. Di samping itu, juga dioperasikan sekitar 1.500 CCTV untuk melakukan pemantauan selama 24 jam.

Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Chrisnamurti mengatakan, “Begitu peristiwa bom Sarinah terjadi kami di sini langsung meningkatkan keamanan. Kami langsung berkoordinasi dengan polisi.”

Rapat koordinasi terpadu antara PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWC), Balai Konservasi dan Kepolisian Resor setempat pun langsung diadakan pada Jumat (15/1). Beberapa hasil rakor diantaranya, keamanan di Candi Borobudur akan ditingkatkan guna mencegah ancaman pemboman dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya; mengurangi jumlah pintu masuk (gate) dan memaksimalkan personil keamanan baik dari petugas keamanan TWC dan Polres; pemeriksaan seluruh kendaraan yang masuk dan barang-barang bawaan pengunjung.

Chrisnamurti menambahkan, mulai hari Jumat seluruh karyawan TWC mendapat pelatihan dari Polres bagaimana mengenali hal-hal yang mencurigakan, cara-cara melakukan pemeriksaan, dan penindakan tegas.

Selama low season seperti di bulan Januari ini, pengunjung ke Candi Borobudur pada hari-hari biasa tidak terlalu ramai tetapi akan ramai saat akhir pekan. Sejak hari Kamis, memang ada beberapa pembatalan yang akan mengikuti paket sunrise melalui Manohara. Tetapi, terpantau tidak terjadi penurunan jumlah wisatawan dari pengunjung yang datang langsung (walk-in) maupun pengunjung grup dari agen-agen perjalanan. Peningkatan keamanan juga dilakukan di Candi Prambanan dan Ratu Boko.

Asita akan melakukan pendataan ke para anggotanya, memantau berapa grup yang akan masuk ke Jakarta dalam minggu ini dan sedang menunggu konfirmasi. Asnawi Bahar, Ketua Asita, berharap tidak ada negara-negara yang mengeluarkan travel warning ke Indonesia. *** (Yun Damayanti)