Count Down Asian Games untuk Palembang; Memperhatikan Enam Faktor untuk Keberhasilan Menarik Wisman

 

Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Kalau ingin memelihara kebersihan tentu memerlukan biaya, mungkin APBD saat ini belum menyanggupi. Namun solusi tetap perlu dicari. Larangan membuang sampah ke sungai pun tak mempan, ini juga perlu solusi. Paham psikologi turis alias wisman, bukan? Menyaksikan tumpukan dan genangan sampah seperti terlihat di gambar ini, apalagi berada persis di bawah tempat pusat kuliner tempat orang ramai makan dan minum, mereka tak akan langsung berkomentar negatif, apalagi memprotes. Namun itu akan dijadikan buah bibir, diceritakan di masyarakatnya, di sosmed-nya, berpotensi mencitrakan negatif tentang destinasi. Dampaknya? Berpotensi mengurangi repeater dan pengunjung baru. Sampah itu sendiri mengurangi keindahan estetika pada faktor atraksi di destinasi. Sementara itu, statistik pernah mengindikasikan, bahwa sekitar 50% jumlah wisman ke Indonesia merupakan repeating visitors. (Foto AH, diambil 15/6/2017)

Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Kalau ingin memelihara kebersihan tentu memerlukan biaya, mungkin APBD saat ini belum menyanggupi. Namun solusi tetap perlu dicari. Larangan membuang sampah ke sungai pun tak mempan, ini juga perlu solusi. Paham psikologi turis alias wisman, bukan? Menyaksikan tumpukan dan genangan sampah seperti terlihat di gambar ini, apalagi berada persis di bawah tempat pusat kuliner tempat orang ramai makan dan minum, mereka tak akan langsung berkomentar negatif, apalagi memprotes. Namun itu akan dijadikan buah bibir, diceritakan di masyarakatnya, di sosmed-nya, berpotensi mencitrakan negatif tentang destinasi. Dampaknya? Berpotensi mengurangi repeater dan pengunjung baru. Sampah itu sendiri mengurangi keindahan estetika pada faktor atraksi di destinasi. Sementara itu, statistik pernah mengindikasikan, bahwa sekitar 50% jumlah wisman ke Indonesia merupakan repeating visitors. (Foto AH, diambil 15/6/2017)

 Count down atau hitung mundur, praktis tinggal dua semester lagi dari sekarang untuk pelaksanaan Asian Games (AG) 2018. Mari exercise hitung mundur untuk Palembang khususnya. Ini mengingat kalau Jakarta, tentu sudah jauh “lebih matang” dalam hal pelaksanaan event olahraga sekelas AG. Hitung mundur ini akan bisa membuat daftar setidaknya enam faktor utama untuk keberhasilan.

Sebelas cabang olahraga bakal digelar di Palembang pada Asian Games 2018 yang akan berlangsung 18 Agustus-2 September 2018. Itu dipastikan oleh Chairman Coordination Commitee OCA, Tsunekazu Takeda dalam kunjungan ke Palembang, Minggu (5/3/2017).

Sebelas cabang olahraga tersebut adalah sepak bola, basket, tenis, soft tenis, sepak takraw, voli pantai, kano/kayak, dayung, menembak, triatlon, dan panjat tebing.

Keberhasilan dengan kriteria apa? Dalam hal tekhnis penyelenggaraan event olahraga internasional, kota Palembang tak diragukan kebolehannya. Tercatat cukup track record event olahraga internasional di kota sungai Musi ini telah beberapa kali terselenggara dengan baik. Tetapi event olahraga, kini hendak dijadikan juga pemberi  manfaat bagi pengembangan pariwisata, maka setiap event olahraga, baik sebagai peristiwa single event— maupun, dan apalagi kelas internasional yang multi-event layaknya Asian Games ini,— hendak dijadikan juga sebagai sport tourism event.  Jadi, kriteria keberhasilannya, selain berhasil menyelenggarakan event olahraganya, sekaligus juga berhasil mendatangkan kunjungan wisman.

Dari perkembangan “sikon” atau situasi kondisi yang tampak ada di Palembang, kini setidaknya terindikasi enam faktor yang akan membuat AG di kota itu akan bisa sukses. Suksesnya bukan saja dalam ukuran-ukuran dan penilaian tekhnis event olahraga yang multi-event, tetapi justru yang perlu kini adalah sukses dalam ukuran pengelolaan suatu event olahraga untuk pariwisata,— sport tourism.

Enam faktor dimaksud terdiri atas:

  1. Saat ini fasilitas yang ada di kota Palembang, terkenal dengan nama kompleks Jakabaring, terdiri dari: Stadion (utama) Gelora Sriwijaya; Stadion Lapangan Tenis Bukit Asam; Stadion Atletik; Stadion Akuatik; Gedung GOR Ranau (Badminton); Gedung GOR Dempo (Senam); Arena Baseball dan Softball; Stadion menembak; Arena Ski Air; Arena Voli Pantai; Arena Panjat Dinding; Arena Sepatu Roda; dan Arena Petanque.
  2. Telah pernah dilaksanakan di Palembang: PON XVI 2004 dan SEA Games XXVI 2011, International Games of Islamic Countries; dan beberapa event olahraga lainnya.
  3. Di Bandara Mahmud Badaruddin II, Palembang, ada 14 maskapai penerbangan beroperasi, penerbangan nonstop ke 15 kota. Setiap pekan, minimal 385 penerbangan domestik dan 70 penerbangan internasional (Air Asia, Jetstar, Silk Air) berangkat, ke/dari Kuala Lumpur dan Singapura.
  4. Ada pembangunan kereta api ringan (LRT) dengan rute dari Bandar Udara ke kompleks Jakabaring sebagai persiapan menyambut Asian Games 2018. Proyek senilai 7,2 trilyun rupiah ini dibiayai oleh Pemerinth Pusat melalui APBN dan penugasan konstruksi pada BUMN. Operasi percobaan rencananya pada Januari 2018, beroperasi penuh pada Agustus 2018, saat itulah Asian Games di Palembang dilaksanakan. Ini diharapkan akan mengurangi jauh masalah kemacetan lalu lintas yang juga telah menghantui kota ini dan memusingkan bagi warganya.
  5. Untuk berwisata di kota Palembang, kalau digunakan rujukan pada Trip Advisor, jenis dan jumlah spot Objek Wisata di kota itu disusunnya sebagai berikut: Spot untuk pemandangan ada 10; Wisata alam dan taman 5 spot; Tempat Belanja 7; Museum ada 3; Aktivitas Luar Ruangan 4 ; untuk Kegiatan Tur 1; Hiburan & Permainan 2 spot; Taman Air dan Taman Hiburan 1 ; Spa dan kebugaran 3 ; Kebun Binatang dan akuarium 1 .                                                                                                                                       Diurutkannya berdasarkan peringkat, ditulis oleh TripAdvisor sebagai berikut: Jembatan Ampera (TripAdvisor menerima  613 ulasan tentang ini); Masjid Agung Palembang, diterimanya 162 ulasan; Pulau Kemaro,  211 ulasan; Benteng Kuto Besak, diterimanya  167 ulasan; Kambang Iwak, ada 95 ulasan; Jakabaring Sport Complex memperoleh 48 ulasan; Spot melihat Al-Qur’an Al-Akbar,  41 ulasan; Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, 45 ulasan; Amanzi Waterpark, 18 ulasan; Palembang Square Mall, 22 ulasan; Obyek Wisata Bukit Siguntang, 26 ulasan; Museum Balaputradewa, 14 ulasan; Palembang Indah mall,  15 ulasan; Masjid Cheng Ho, 6 ulasan; Pasar Cinde, 9 ulasan; Zainal Songket, 5 ulasan; Aktivitas Luar Ruangan Lain (1); Pedestrian Jalan Sudirman.
  6. Kalau SDM untuk mendukung kesuksesan event oahraganya tak diragukan ketersediaannya mengingat faktor pengalaman disebutkan tadi, tinggal lagi kini masalah kesiapan dan kemampuan sumber daya pelaku bisnis wisatanya. Ini memang satu pertanyaan.

Jadi, di luar daftar enam faktor tersebut di atas, bagi Anda yang memiliki pemahaman, pengetahuan, pengalaman, tentu dapat mengurangi atau menambahkan faktor-faktor lain. Mumpung ada waktu dua semester menuju ke Hari-H. Dari setiap faktor yang hendak dikurangi atau ditambahkan, pertimbangan utamanya tentulah dari dimensi kuantitatip dan kualitatip memperhitungkan apakah bisa mendatangkan wisatawan? Seberapa wisatawan domestik, dan seberapa-kah wisatawan mancanegara?***

 

[telbagi l-a-friend id=”1″ title=”Tell a friend”]

Leave a Reply

Your email address will not be published.