TTI tur gerhana matahari total ke bangka featured 03022015 Bagaimana airlines, jugakah perlu menyediakan extra flight? Mengenai GMT (gerhana matahari total) 2016 ini, ketika kita beritakan di sini pada 14 Desember 2014, lebih setahun yang lalu, pembacanya langsung banyak sekali. Peminat tampak luar biasa. Pada Desember 2014 itu sudah tercatat data pemesanan yang telah diterima oleh hotel-hotel besar di Palu seperti Mercure, Swiss-Bell dan Santika, wisman yang sudah mengkonfirmasikan pemesanan 55 kamar (sekitar 110 orang) dari Jepang  dan 250 kamar (sekitar 500 orang) dari Amerika yang dibawa oleh Travel Quest, sebuah perusahaan perjalanan dari Amerika Serikat. Dari United Kingdom diperkirakan 75-100 kamar (150-200 orang). Praktis saat itu saja hotel-hotel di Kota Palu rata-rata sudah full book.

Bagusnya, sudah jauh hari sejak itu telah dinyatakan, menurut Senior Manager Pelni Shipping Agencies Buddi Santoso, akan ada empat kapal pesiar jenis explorer yang mempunyai jadwal rutin berlayar di perairan Indonesia sekitar bulan Maret atau pada saat terjadinya GMT 2016. Kapal-kapal tersebut adalah National Geographic Orion (dulunya bernama Orion), diperkirakan akan start dari Kumai dan kemungkinan melihat GMT di Palu; Caledonia Sky yang akan berlayar di sekitar kepulauan Maluku dan diperkirakan bisa melihat GMT di Halmahera; Coral Princess yang memulai pelayaran dari Singapura kemungkinan bisa melihatnya di Bangka Belitung; dan kapal Deutschland.

Pelni sendiri menyiapkan kapal-kapal guna mengakomodasi antusiasme pemburu GMT. Di Bangka-Belitung disiapkan kapal KM Lawit berkapasitas 1.000 pax, di Palu disiapkan 2 kapal masing-masing KM Dorondola (3.000 pax) dan KM Nggapulu (2.000 pax), serta di Ternate juga 2 kapal, KM Dorolonda (3.000 pax) dan KM Lambelu (2.000 pax).

Di luar itu janganlah heran kalau ada kabar tentang wisman dan wisnus yang bersedia akan menempati tenda-tenda untuk penginapan sementara ketika hendak menyaksian kejadian GMT pada 9 Maret 2016 itu. Di Bangka, Belitung, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara. Tampaknya cukup banyak wisnus yang masih membutuhkan, bukan hanya wisnus umum, juga sebagian professonaal.***(Rezal)